Rabu, 19 Januari 2022 | 04.45 WIB
Banner Advertnative
Metro24Jam>News>Kejatisu Sebut Kasus Korupsi Fasilitas Kredit BTN Sudah Tahap Pemberkasan

Kejatisu Sebut Kasus Korupsi Fasilitas Kredit BTN Sudah Tahap Pemberkasan

Reporter : Reza D | Jumat, 14 Januari 2022 - 09:14 WIB

IMG-111808

Komplek Perumahan PT KAYA Sunggal. (ist/metro24jam.com)

MGID Sky Scrapper
Loading...

MEDAN, metro24jam.com – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) sedang menyiapkan pemberkasan dari lima tersangka yang tidak ditahan dalam kasus dugaan korupsi pemberian dan pelaksanaan fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) Konstruksi Kredit Yasa Griya (KYG) di Bank BTN yang merugikan negara Rp39,5 miliar.

Kelima tersangka itu adalah CS selaku Direktur PT KAYA, FS selaku Pimcab BTN tahun 2013-2016, AF selaku Wakil Pimcab Komersial tahun 2012-2014, RDPA selaku Head Commercial Lending Unit Komersial tahun 2013-2016 dan AN selaku Analis Komersial tahun 2012-2015.

“Informasi dari (penyidik) Pidsus, saat ini kasus tersebut masih proses pemberkasan di penyidikan,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Yos A Tarigan saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (13/1/2022).

Pemberkasan itu dilakukan agar penyidik bisa melimpahkan berkas ke penuntut umum. “Usia pemberkasan di penyidikan, maka dlimpahkan ke penuntutan,” lanjut Yos.

Mantan Kasi Pidsus Kejari Deliserdang ini menambahkan, pada saat di penuntutan lah, berkas ditentukan apakah sudah lengkap (P21) atau belum (P19). “Setelah berkas lengkap, maka dilanjutkan dengan tahap 2 atau P22 (penyerahan tersangka dan barang bukti),” tambah Yos.

Sebelumnya, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejatisu, M Syarifuddin mengungkap alasan para tersangka masih berkeliaran. “Tim Penyidik menilai bahwa 5 tersangka masih dianggap kooperatif di proses penyidikan,” ungkapnya.

Saat dibandingkan dengan tersangka kasus korupsi lain yang selama ini ditahan, Syarifuddin menjawab karena tersangka kasus korupsi lain tidak kooperatif sehingga ditahan. “Benar. Penyidik mengatakan demikian,” ucapnya.

Terpisah, pengamat hukum, Muslim Muis SH meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk segera memanggil Kepala Kejatisu (Kajatisu) IBN Wiswantanu menyusul tidak ditahannya 5 tersangka itu. Muslim menilai, Kajatisu tidak konsisten dalam pemberantasan korupsi. 

“Di satu sisi mereka sangat kuat dalam penegakan hukum terhadap korupsi. Di sisi lain kenapa lemah ? Jangan-jangan ada orang kuat dibalik ini,” ujar Muslim.

Menurutnya, alasan kelima tersangka kooperatif sehingga penyidik tidak menahannya adalah alasan mengada-ada. Penahanan, lanjut Muslim, adalah dalam rangka memberikan efek jera.

“Semua orang kooperatif kalau masalah korupsi. Ini (penahanan) kan untuk penjeraaan, penanganannya harus lebih khusus,” tegasnya. Muslim mencium ‘aroma tak sedap’ dibalik tidak ditahannya 5 tersangka ini.

“Kejati ini kenapa lemah kita lihat di sini. Ada yang paling kuat di balik ini semua sehingga kita lihat takut menahan. Kita minta Jaksa Agung jangan tutup mata terhadap ini, kalau bisa Pengawasan Jaksa Agung minggu ini segera memanggil Kajati mempertanyakan itu karena ini kan pemberantasan korupsi di mana komitmen mereka untuk itu,” pungkasnya. (*)

BACA JUGA:
Akibat Penggelapan 35 Sertifikat, Kredit PT KAYA Macet

KOMENTAR ANDA
AdvertNative Bottom Desktop
MGID Smart Widget
Berita Lainnya
3 Rumah Terbakar di Porsea, Tim TPL Bantu Unit Damkar Pemkab Toba Padamkan Api

3 Rumah Terbakar di Porsea, Tim TPL Bantu Unit Damkar Pemkab Toba Padamkan Api

Tiga unit rumah warga yang di Desa Simpang Sigura-gura, Kecamatan Porsea rusak parah setelah terjadi musibah kebakaran, Senin (18/01/2022) malam.Untuk ...
Curi Motor di Hotel Alam, 2 Tersangka Ditangkap, 1 Ditembak, Temannya dan Penadah Buron

Curi Motor di Hotel Alam, 2 Tersangka Ditangkap, 1 Ditembak, Temannya dan Penadah Buron

Unit Reskrim Polsek Medan Area berhasil meringkus 2 tersangka pelaku pencurian sepedamotor, Senin (10/1/2022). Seorang di antaranya, dilumpuhkan polisi dengan ...
Dinyatakan Tidak Terbukti Lakukan Pemalsuan Akta, Pengusaha Minuman Vigour Divonis Bebas

Dinyatakan Tidak Terbukti Lakukan Pemalsuan Akta, Pengusaha Minuman Vigour Divonis Bebas

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan memvonis bebas pengusaha minuman vigour, David Putranegoro alias Lim Kwek Liong (64) Senin (17/1/2022). ...
Otak Pelaku Pembunuhan di Kafe 77 Dituntut Hukuman Seumur Hidup Penjara

Otak Pelaku Pembunuhan di Kafe 77 Dituntut Hukuman Seumur Hidup Penjara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Priono Naibaho menuntut Edi Fananta Ginting hukuman seumur hidup penjara. Pria 21 tahun ini dianggap ...
Bersama Forwakum Sumut, Kejari Medan Bagikan 200 Paket Bahan Pangan

Bersama Forwakum Sumut, Kejari Medan Bagikan 200 Paket Bahan Pangan

Forum Wartawan Hukum Sumatera Utara (Forwakum Sumut) bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menggelar kegiatan bakti sosial dengan membagikan 200 paket ...
HBM Consultant Siap Bantu Urus Manajemen Pajak di Siantar-Simalungun

HBM Consultant Siap Bantu Urus Manajemen Pajak di Siantar-Simalungun

Harmonisasi Bisnis Management (HBM), menggelar Soft Opening di Jalan Raya, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Senin (17/1/2022) siang.Alfiando Jayali ...
Horas Laundry
MGID

Loading…


Awie
AdvertNative 320 x 200