Rabu, 19 Januari 2022 | 06.14 WIB
Banner Advertnative
Metro24Jam>News>Pemodal Dilaporkan Direktur, Wilson Joenardi Harapkan Keadilan

Pemodal Dilaporkan Direktur, Wilson Joenardi Harapkan Keadilan

Reporter : Doni | Kamis, 13 Januari 2022 - 13:54 WIB

IMG-111801
MGID Sky Scrapper
Loading...

metro24jam.com – Pengusaha Wilson Joenardi mengaku merasa aneh lantaran dilaporkan oleh Direkturnya berinisial JTH ke polisi. Padahal dalam bisnisnya, Wilson yang berperan sebagai pemodal dalam usaha produk sanitary bravat ini, hanya menerima laporan penjualan dan keuangan yang disusun sendiri oleh JTH.

Wilson menceritakan, awal mula dirinya berhubungan dengan JTH karena dikenalkan oleh seorang temannya untuk membeli produk-produk sanitary bravat. Singkat cerita, setahun kemudian, yakni tahun 2019, oleh JTH dirinya diajak kerjasama.

“Dia (JTH) mengaku bahwasanya merk produk yang dipakai merupakan miliknya baik secara lisan dan tertulis. Tapi belakangan setelah ditelusuri diketahui bahwa merk itu ternyata milik seseorang yang berada di Negara China,” ungkapnya didampingi pengacaranya dari Kantor Hukum Ansari Bakti SH & Rekan, Amran Fansori Lubis SH kepada wartawan saat ditemui di Kantor Hukum Ansari Bakti Jalan Brigjend Katamso No 761 DD, Rabu (12/1).

Dalam kerjasama ini, Wilson mengaku, dirinya memang hanya percaya saja, sehingga tidak mengecek secara mendalam. Pada awal kerjasama, jelas Wilson, dirinya memfasilitasi tempat (showroom) dan modal usaha, untuk showroom dari proposal Rp1.293.790.000 dari yang diajukan oleh JTH yang kemudian membengkak menjadi Rp2.094.979.309.

Sedangkan Modal untuk belanja barang modal sebesar Rp2.475.922.500 dan menyediakan showroom tiga unit seharga Rp600 juta pertahun. Sistem belanja barang modal untuk kerjasama ini adalah uang dikirim secara lunas 100 persen terlebih dahulu ke produsen, baru kemudian barangnya dikirim ke Medan.

Selanjutnya, dalam tahap renovasi showroom, JTH juga mengusulkan untuk didirikan badan hukum berbentuk perseroan komanditer (CV) yang menetapkan JTH sebagai Direktur dan Wilson sebagai pemodal/persero Komanditer. Di mana Direktur bertanggung jawab kepada pemodal dalam memberikan laporan keuangan setiap bulan Desember dan April setiap tahunnya sekaligus membuat neraca dan perhitungan laba/rugi serta pembagian keuntungan.

“Total modal yang saya keluarkan sekitar Rp5,1 miliar. Sedangkan JTH untuk modal pengadaan barang sebesar Rp99.778.500 dan pengadaan display sanitary merk bravat ke showroom secara gratis,” jelasnya.

Namun, imbuh dia, setelah bisnis berjalan, pada bulan Januari 2021 hubungan diantara mereka pun putus. Awal permasalahan, sebutnya, bukan karena merasa ditipu, tapi Wilson sebagai pemodal ingin mengecek pembukuan.

“Karena harusnya ada tiga laporan diberikan kapada saya. Tapi ketika saya minta laporan tersebut tidak dikeluarkan dengan berbagai alasan. Setelah beberapa kali saya meminta laporan, yang bersangkutan merasa saya tidak mempercayainya lagi kemudian yang bersangkutan meminta untuk putus hubungan kerja,” terangnya

Lalu, pada 19 Januari 2021, Wilson mengatakan ia diundang oleh pengacara JTH untuk melakukan pertemuan terkait masalah ini. Dari pertemuan itu, Wilson akhirnya diberikan laba rugi yang ditandatangani JTH berupa laba usaha sebesar Rp987.957.557 yang dibulatkan menjadi Rp987.000.000 dan laba dari stok Rp810 juta yang diperhitungkan berdasarkan persediaan akhir stock barang dinilai Rp4.596.348.499,96 sesuai laporan neraca dan laba rugi yang disampaikan sang Direktur.

“Dari pertemuan tanggal 19 Januari 2021 itu disepakati untuk mengakhiri kerjasama. Kemudian dilakukan pembagian, di mana saya menerima kembali seluruh modal awal (beli barang modal) yang saya keluarkan sebesar Rp2.475.922.500, ditambah pembagian keuntungan usaha CV yang di sampaikan laporan keuangan neraca/laba rugi dengan porsi 50-50,” sebutnya.

Sementara itu, pengacara Wilson, Amran Fansori Lubis SH menjelaskan, selang waktu setelahnya, kliennya melakukan penelitian terkait data pendukung yang diterima dari JTH, sehingga ditemukan beberapa keganjilan, sehingga Wilson merasa ditipu. Salah satu diantara, diketahui jika Sanitary merk Bravat adalah bernama Bravat China GMBH warga negara China sesuai data kekayaan intelektual Kemenkumham tanggal pendaftaran 3 Juni 2008.

“Lalu ternyata barang display ke showroom juga bukan gratis tetapi hasil pembelian Rp1,166 miliar tanpa bukti pembelian, termasuk perjanjian keuntungan dalam akta pendirian CV dibagi berdasarkan pembagian modal bukannya membagi dua keuntungan 50-50 persen,” bebernya.

Tak hanya itu, tanpa sepengetahuan Wilson, JTH juga mendirikan PT pribadi JTH yakni PT Bravat Indonesia Trading yang berkedudukan di kantor CV mereka di Kompleks Center Poin Business Park Blok D-11, D-12 dan D-15.

“Selain itu juga ditemukan beberapa persoalan lainnya, yaitu adanya penjualan barang CV dimasukkan ke rekening pribadi sang Direktur, sementara CV ada rekening bank,” sebutnya.

Lebih lanjut lagi, kata dia, sampai saat ini bukti-bukti pembayaran atas pembelian barang modal yang uangnya berasal dari Wilson sebesar Rp2.475 miliar juga tidak pernah ditunjukkan dan bukti-bukti pengeluaran atas biaya renovasi showroom sebesar Rp2 miliar lebih juga tidak pernah diberi JTH kepada Wilson selaku pemodal.

“Hebatnya lagi, laporan keuangan dalam bentuk neraca dan laba rugi yang diserahkannya kepada klien saya selaku pemodal pada tanggal 19 Januari 2021 yang diakui sudah benar dan dibubuhi tanda tangannya pada saat itu, sekarang dibilangnya belum valid. Padahal usaha ini dikelola sejak 2019 hingga Januari 2021,” ucapnya.

“Kemudian pembukuan disusun memakai jasa Programmer Sofware Akuntansi yang dibuat oleh saudara E yang diketahui jasanya juga dipakai oleh salah satu perusahaan yang berkembang di Medan. Tetapi kemudian sang Direktur menyatakan programnya salah dan menghadirkan saudari J dengan pembukuan baru yang dibuat saudari J maka Wilson ditaksir mengalami kerugian Rp3.690.881.490,” ujarnya.

Tak sampai disitu, sambung Amran, kliennya juga tiga kali mendapatkan somasi dari kuasa hukum JTH yang isinya Wilson harus mengembalikan keuntungan stok barang dan harus membayar hutang biaya renovasi showroom. Karenanya, Wilson melalui Amran, SH selaku kuasa hukum pun melaporkan JTH ke Polda Sumut dengan LP/B/1067/VI/2021/SPKT/Polda Sumatera Utara tanggal 28 Juni 2021.

“Namun karena klien saya tidak mengembalikan uang yang tidak ada dasar logikanya yang diminta sebesar Rp410.784.999 dan membayar renovasi terhutang Rp722.882.847 dimana tidak pernah ada data data pendukungnya, maka JTH melaporkan klien saya ke Polrestabes Medan dengan LP/B/1336/VII/2021/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMUT tanggal 3 Juli 2021,” pungkasnya.

Oleh karena itu, melalui ini, Wilson berharap agar dirinya mendapatkan keadilan. Sebab menurutnya, dari kasus yang dialaminya, dirinya sebetulnya adalah korban. “Harapan saya, saya mendapatkan keadilan,” ucap Wilson. (*)

KOMENTAR ANDA
AdvertNative Bottom Desktop
MGID Smart Widget
Berita Lainnya
3 Rumah Terbakar di Porsea, Tim TPL Bantu Unit Damkar Pemkab Toba Padamkan Api

3 Rumah Terbakar di Porsea, Tim TPL Bantu Unit Damkar Pemkab Toba Padamkan Api

Tiga unit rumah warga yang di Desa Simpang Sigura-gura, Kecamatan Porsea rusak parah setelah terjadi musibah kebakaran, Senin (18/01/2022) malam.Untuk ...
Curi Motor di Hotel Alam, 2 Tersangka Ditangkap, 1 Ditembak, Temannya dan Penadah Buron

Curi Motor di Hotel Alam, 2 Tersangka Ditangkap, 1 Ditembak, Temannya dan Penadah Buron

Unit Reskrim Polsek Medan Area berhasil meringkus 2 tersangka pelaku pencurian sepedamotor, Senin (10/1/2022). Seorang di antaranya, dilumpuhkan polisi dengan ...
Dinyatakan Tidak Terbukti Lakukan Pemalsuan Akta, Pengusaha Minuman Vigour Divonis Bebas

Dinyatakan Tidak Terbukti Lakukan Pemalsuan Akta, Pengusaha Minuman Vigour Divonis Bebas

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan memvonis bebas pengusaha minuman vigour, David Putranegoro alias Lim Kwek Liong (64) Senin (17/1/2022). ...
Otak Pelaku Pembunuhan di Kafe 77 Dituntut Hukuman Seumur Hidup Penjara

Otak Pelaku Pembunuhan di Kafe 77 Dituntut Hukuman Seumur Hidup Penjara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Priono Naibaho menuntut Edi Fananta Ginting hukuman seumur hidup penjara. Pria 21 tahun ini dianggap ...
Bersama Forwakum Sumut, Kejari Medan Bagikan 200 Paket Bahan Pangan

Bersama Forwakum Sumut, Kejari Medan Bagikan 200 Paket Bahan Pangan

Forum Wartawan Hukum Sumatera Utara (Forwakum Sumut) bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menggelar kegiatan bakti sosial dengan membagikan 200 paket ...
HBM Consultant Siap Bantu Urus Manajemen Pajak di Siantar-Simalungun

HBM Consultant Siap Bantu Urus Manajemen Pajak di Siantar-Simalungun

Harmonisasi Bisnis Management (HBM), menggelar Soft Opening di Jalan Raya, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Senin (17/1/2022) siang.Alfiando Jayali ...
Horas Laundry
MGID

Loading…


Awie
AdvertNative 320 x 200