Rabu, 19 Januari 2022 | 05.39 WIB
Banner Advertnative
Metro24Jam>News>Selama 4 Tahun, Remaja 17 Tahun di Narumoda Ini Diperkosa Ayah Kandungnya

Selama 4 Tahun, Remaja 17 Tahun di Narumoda Ini Diperkosa Ayah Kandungnya

Reporter : Hotman Siagian | Rabu, 15 September 2021 - 00:26 WIB

IMG-109308

Bunga (2 dari kiri) didampingi ibunya dan keluarga usai membuat pengaduan ke Mapolres Toba. (Hotman/metro24jam.com)

MGID Sky Scrapper
Loading...

TOBA, metro24jam.com – Seorang pria di Kecamatan Narumonda ditangkap personel Sat Reskrim Polres Toba setelah diadukan istrinya ke polisi karena tega mencabuli putri mereka yang masih berusia 17 tahun.

Tak tanggung-tanggung, pria berinisial HM itu telah menjadikan putrinya–sebut saja namanya Bunga–sebagai budak pelampiasan nafsu birahi selama 4 tahun terakhir.

Perbuatan pria berusia 49 tahun tersebut terungkap setelah sang putri tak sanggup lagi menahan derita untuk meladeni nafsu birahi ayah kandungnya tersebut.

Kapolres Toba, AKBP Akala Fikta Jaya, dalam keterangannya melalui Kasat Reskrim AKP Nelson Sipahutar didampingi Kasubag Humas Iptu Bungaran Samosir membenarkan telah menerima pengaduan istri HM yang didampingi putrinya.

“Pengaduan isterinya tertuang dalam Laporan Polisi nomor: LP/B/333/VIII/2021/SPKT Polres Toba / Polda Sumut, tanggal 31 Agustus 2021,” kata Bungaran.

HM kemudian segera ditangkap personel Sat Reskrim Polres Toba pada hari Senin (13/09/2021) berdasarkan pengaduan istrinya tersebut.

Dijelaskan Bungaran, HM melakukan aksi bejat tersebut di kediaman mereka, di Desa Narumonda II, Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba.

“Pertama kali pada tanggal 18 Juni 2017 dan terakhir pada tanggal 20 Juni 2021. Perbuatan HM ini awalnya terbongkar setelah anaknya bercerita kepada ibunya,” katanya.

Perbuatan durjana itu dilakukan sang ayah pada 18 Juni 2017. Saat itu Bunga melihat ayahnya mencampurkan sesuatu ke dalam minuman di rumah mereka.

“Kemudian korban meminum minuman tersebut. Setelah meminumnya, tiba-tiba tiba korban terasa mengantuk sehingga korban pergi ke kamar untuk tidur,” ungkap Bungaran.

Pagi harinya setelah terbangun dari tidur dan hendak buang air kecil, Bunga merasa aneh dan pedih pada kemaluannya. Selain itu ia merasa pusing dan badan pegal-pegal.

Usai kejadian pertama, Bunga tak ingat lagi berapa kali ayahnya telah melakukan hal serupa pada tahun 2017.

Peristiwa serupa kemudian terus berulang hingga pada Maret dan 20 Juni 2021. HM kembali membuat minuman serupa lalu ia menyuruh putrinya meminum minuman tersebut.

Selanjutnya, Bunga tertidur di kamar. Sang ayah kemudian masuk dan menggerayangi putrinya yang sudah tak hampir sadarkan diri.

“Dalam keadaan setengah sadar, tiba-tiba korban merasa ada dua tangan berukuran besar mirip dengan tangan ayahnya meraba-raba punggungnya. Namun, korban tidak bisa membuka mata lagi dan tidak merasakan apa-apa hingga pagi hari sekira pukul 07.00 Wib, korban terbangun dan mengalami pusing dan sakit saat hendak buang air kecil,” urai Bungaran.

Tak tahan lagi dengan perilaku ayahnya tersebut, Bunga kemudian bercerita kepada ibunya.

Akibat perbuatan ayahnya itu, Bunga tak hanya merasakan sakit pada alat kelaminnya. Ia juga merasa ketakutan ketika bertemu dengan ayahnya. Sang ibu bagai disambar petir di siang bolong mendengar cerita putrinya.

Setelah mempertanyakan hal tersebut kepada suaminya dan berunding dengan keluarga besar, akhirnya sang ibu membuat pengaduan ke Mapolres Toba didampingi putrinya.

“Ibu korban kemudian membuat laporan polisi sehingga langsung kami tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan awal,” ungkap Bungaran.

Polisi kemudian meringkus HM di kediamannya pada Senin (13/9/2021).

“Pelaku HM tega melakukan tindak persetubuhan dan pencabulan terhadap putri kandungnya sendiri untuk dapat memuaskan dan melampiaskan nasfu birahinya,” jelas Bungaran.

Atas perbuatannya, HM dipersangkakan dengan pasal 81 ayat (1) dan ayat (3) jo pasal 76D subs pasal 82 ayat (1) dan ayat (2) jo pasal 76E UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Tersangka diancam pidana penjara minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun, ditambah sepertiga dari ancaman pidana karena dilakukan oleh orangtuanya,” pungkasnya. (*)

KOMENTAR ANDA
AdvertNative Bottom Desktop
MGID Smart Widget
Berita Lainnya
3 Rumah Terbakar di Porsea, Tim TPL Bantu Unit Damkar Pemkab Toba Padamkan Api

3 Rumah Terbakar di Porsea, Tim TPL Bantu Unit Damkar Pemkab Toba Padamkan Api

Tiga unit rumah warga yang di Desa Simpang Sigura-gura, Kecamatan Porsea rusak parah setelah terjadi musibah kebakaran, Senin (18/01/2022) malam.Untuk ...
Curi Motor di Hotel Alam, 2 Tersangka Ditangkap, 1 Ditembak, Temannya dan Penadah Buron

Curi Motor di Hotel Alam, 2 Tersangka Ditangkap, 1 Ditembak, Temannya dan Penadah Buron

Unit Reskrim Polsek Medan Area berhasil meringkus 2 tersangka pelaku pencurian sepedamotor, Senin (10/1/2022). Seorang di antaranya, dilumpuhkan polisi dengan ...
Dinyatakan Tidak Terbukti Lakukan Pemalsuan Akta, Pengusaha Minuman Vigour Divonis Bebas

Dinyatakan Tidak Terbukti Lakukan Pemalsuan Akta, Pengusaha Minuman Vigour Divonis Bebas

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan memvonis bebas pengusaha minuman vigour, David Putranegoro alias Lim Kwek Liong (64) Senin (17/1/2022). ...
Otak Pelaku Pembunuhan di Kafe 77 Dituntut Hukuman Seumur Hidup Penjara

Otak Pelaku Pembunuhan di Kafe 77 Dituntut Hukuman Seumur Hidup Penjara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Priono Naibaho menuntut Edi Fananta Ginting hukuman seumur hidup penjara. Pria 21 tahun ini dianggap ...
Bersama Forwakum Sumut, Kejari Medan Bagikan 200 Paket Bahan Pangan

Bersama Forwakum Sumut, Kejari Medan Bagikan 200 Paket Bahan Pangan

Forum Wartawan Hukum Sumatera Utara (Forwakum Sumut) bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menggelar kegiatan bakti sosial dengan membagikan 200 paket ...
HBM Consultant Siap Bantu Urus Manajemen Pajak di Siantar-Simalungun

HBM Consultant Siap Bantu Urus Manajemen Pajak di Siantar-Simalungun

Harmonisasi Bisnis Management (HBM), menggelar Soft Opening di Jalan Raya, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Senin (17/1/2022) siang.Alfiando Jayali ...
Horas Laundry
MGID

Loading…


Awie
AdvertNative 320 x 200