Jumat, 24 September 2021 | 07.35 WIB
Regal Springs
Banner Advertnative
Metro24Jam>News>Warga Resah, Pemkab Simalungun Diminta Hentikan Penangkaran Walet di Kecamatan Gunung Maligas

Warga Resah, Pemkab Simalungun Diminta Hentikan Penangkaran Walet di Kecamatan Gunung Maligas

Reporter : Agus Suhendra | Selasa, 7 September 2021 - 20:44 WIB

IMG-109139

Salah satu penangkaran walet di Nagori Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas. (Suhendra/metro24jam.com)

AdvertNative 160×600

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Pemerintah Kabupaten Simalungun diminta menghentikan kegiatan penangkaran burung walet di Nagori Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas.

Hal itu disampaikan sejumlah warga dari Huta II dan Huta III, Nagori Karang Sari yang telah menandatangani Surat Pernyataan Keberatan dengan keberadaan penangkaran sarang walet di desa mereka.

Informasi diperoleh, dalam surat tersebut warga mengaku keberatan dengan keberadaan penangkaran sarang burung walet di desa mereka karena sangat mengganggu serta dikhawatirkan menjadi sumber penyakit.

Selain itu, jamaah Masjid Lillahbillah yang persis berada di depan gedung penangkaran walet sangat terganggu dengan volume audio suara burung dinyalakan selama 24 jam.

“Bising dan mengganggu saat ibadah maupun lingkungan sekitar terutama ketenangan suasana warga saat sedang beristirahat malam,” kata seorang warga ditemui di Jalan Utama, Kecamatan Gunung Maligas, Selasa (7/9/2021) siang.

Warga juga khawatir karena mereka dihantui ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), demam berdarah serta sejumlah penyakit lainnya yang mungkin dibawa nyamuk yang bersarang di atas penangkaran walet.

Diketahui, Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab demam berdarah. Selain itu, Aedes juga menjadi pembawa virus demam kuning, chikungunya dan demam Zika.

“Mereka mengurus IMB (Izin Mendirinkan Bangunan) untuk pemukiman, bukan untuk usaha penangkaran walet. Apalagi, usaha burung walet bukan lagi sumber retribusi Pemkab,” sebut warga geram.

Ia menjelaskan, warga setempat sudah meminta melalui surat pernyataan agar penangkaran itu dihentikan.

“Usaha ini juga tidak ada pengawasannya dan sangat mengganggu ketenangan warga,” ucapnya.

Menurut warga tersebut, meski sebagian meyakini sarang dari liur burung walet memiliki manfaat kesehatan bagi orang yang mengkonsumsinya, namun hingga saat ini, belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan itu.

“Tapi yang jelas dampaknya bagi lingkungan. Apakah pengusaha penangkaran sarang burung walet ini memikirkannya? Atau mereka sengaja pura-pura tidak tahu,” ketusnya lagi.

Untuk itu, warga setempat sangat berharap agar Pemkab Simalungun segera menertibkan dengan mengeluarkan aturan yang jelas dan tegas bagi pengusaha penangkaran burung walet.

Terpisah, Camat Gunung Maligas, Jurist Lushaben Saragih, sampai saat ini belum berhasil dikonfirmasi.

Ketika dikonfirmasi melalui Sekcam Nurliati Purba, ia mengatakan, Camat Gunung Maligas menghadiri rapat melalui Zoom di kantor pangulu. (*)

KOMENTAR ANDA
AdvertNative Bottom Desktop
MGID Smart Widget
Berita Lainnya
Begini Cara Aliansi Pemuda Perdagangan Atasi Kejenuhan di Masa Pandemi

Begini Cara Aliansi Pemuda Perdagangan Atasi Kejenuhan di Masa Pandemi

Aliansi Pemuda Perdagangan (APP) memperindah kampung halaman mereka dengan melakukan pengecatan warna-warni di seputar jembatan pengubung dengan Kabupaten Batubara, Kamis ...
Video Pungli Pedagang Viral di Medsos, Oknum Ketua OKP Ini Dijemput Polisi

Video Pungli Pedagang Viral di Medsos, Oknum Ketua OKP Ini Dijemput Polisi

Meski polisi telah berkali-kali viral melakukan penindakan terhadap aksi pungli, sepertinya para pelaku tak kunjung jera. Hal yang sama juga ...
Didakwa Jadi Kurir Sabu 20 Kg, Pria Asa Tanjung Morawa Terancam Hukuman Mati

Didakwa Jadi Kurir Sabu 20 Kg, Pria Asa Tanjung Morawa Terancam Hukuman Mati

Aditya Warma alias Adit (23) diadili secara virtual di Ruang Cakra IX Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (23/9/2021). Warga Jalan ...
Puskesmas Diusulkan Sebagai KPA, Ini Jawaban Para Kapus di Siantar…

Puskesmas Diusulkan Sebagai KPA, Ini Jawaban Para Kapus di Siantar…

Komisi 1 DPRD Siantar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan seluruh Kepala Puskesmas, Kamis (23/9/2021). Dalam rapat tersebut, tercetus kembali ...
Bentrok OKP di Galang, Polisi Sudah Tetapkan 5 Tersangka, 1 Diserahkan ke Polresta Deliserdang

Bentrok OKP di Galang, Polisi Sudah Tetapkan 5 Tersangka, 1 Diserahkan ke Polresta Deliserdang

Pasca bentrok 2 kelompok OKP di Desa Kelapa Satu, Kecamatan Galang Kabupaten Deliserdang pada Selasa (17/8/2021) sekira pukul 21.00 Wib, ...
Tertabrak Motor di Jalinsum Lubukpakam, Warga Pasar Melintang Dilarikan ke RS

Tertabrak Motor di Jalinsum Lubukpakam, Warga Pasar Melintang Dilarikan ke RS

Partogi Adat Simarmata (60), warga Dusun IX, Kelapa Tinggi, Desa Pasar Melintang, Kecamatan Lubukpakam, Deliserdang terluka setelah mengalami kecelakaan, Kamis ...
MGID

Loading…


Awie
Horas Laundry
AdvertNative 320 x 200