Categories: Metro 24 Jam

Fakta Baru Kasus Jual Beli Jabatan di Pemko Tanjungbalai, Uang Rp1,5M Untuk Penghentian Penyidikan Ternyata Ide Oknum Pengacara

Kasus dugaan korupsi jual beli jabatan di Pemerintahan Kota Tanjungbalai yang melibatkan Walikota Non Aktif Muhammad Syahrial kini mengungkap fakta baru.

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (26/7/2021), uang suap sebesar Rp1,5 miliar untuk menghentikan penyidikan tersebut ternyata merupakan ide dari oknum pengacara bernama Maskur Husain (tersangka lain).

Hal itu dibeberkan oknum penyidik Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Stepanus Robinson Pattuju saat menjadi saksi dengan terdakwa Muhamad Syahrial, di Ruang Cakra IV Pengadilan Tipikor Medan.

“Uang Rp1,5 miliar untuk pengurusan perkara jual beli jabatan merupakan ide dari Maskur Husain,” sebut Stepanus dihadapan Hakim Ketua, As’ad Rahim Lubis.

Karena hal itu, Stepanus sering berkomunikasi dengan terdakwa lewat aplikasi Signal.

“Apa jawaban terdakwa diteruskan kepada Maskur Husain. Termasuk angka Rp1,5 miliar yang diiyakan terdakwa,” ucap Stepanus.

Dia membenarkan bahwa meminta agar terdakwa mentransfer uang secara bertahap kepada saudara teman perempuannya bernama Riefka Amalia.

Untuk mengurus perkara tersebut, Stepanus mengakui mendapatkan komisi sebesar Rp200 juta dari Maskur Husain.

“Saya pernah bertemu langsung dengan terdakwa di Kota Pematang Siantar. Di salah satu warung mie, saya menerima uang cash (kontan) Rp 210 juta dari terdakwa,” ucap Stepanus.

Dalam sidang pemeriksaan yang berlangsung lebih 2 jam itu, beberapa poin berkaitan dengan nama Wakil Ketua DPR RI, M Azis Syamsudin sebagaimana dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dibantah Stepanus.

Di antaranya poin tentang Stepanus diperkenalkan Azis kepada terdakwa di rumah dinas (rumdin), Jalan Denpasar Raya, Kuningan, Kota Jakarta Selatan.
“Pertanyaan itu berulang kali dipertanyakan kepada saya oleh penyidik KPK. Tapi setelah saya ingat-ingat lagi, saya diperkenal dengan terdakwa oleh Dedi, ajudan pak Syamsuddin,” bantah Stepanus.

“Di 2 BAP saudara yakni sama-sama bulan April 2021 pada tanggal 22 dan 27 ada jeda. Bagaimana bisa saudara kemudian membantah keterangan yang sama menyebutkan bahwa saudara M Azis Syamsudin lah yang memperkenalkan saudara dengan terdakwa di rumah dinas ?” Cecar salah satu anggota tim JPU, Budhi Sarumpaet.

“Saya ditangkap tanggal 21 April.2021. Waktu itu tertekan, stres, Yang Mulia. Karena bolak balik itu saja yang ditanyakan,” timpal Stepanus.

Bantahan selanjutnya mengenai keterangan Stepanus di poin 40 BAP mengenai pesan teks maupun percakapan langsung via Signal.

Saat itu, Azis mengatakan kepada Stepanus: ‘Apa yang bisa dibantu, dibantu lah’. Majelis hakim pun menimpali agar tim JPU menghadirkan penyidik yang memeriksa Stepanus (verbal lisan) pada persidangan selanjutnya.

Sedangkan keterangan lain seperti BAP poin 42, pesan teks agar Syahrial tidak dijadikan tersangka oleh penyidik KPK, Stepanus membenarkan. Hingga berita ini ditulis, M Azis Syamsudin masih memberikan keterangan di persidangan. (*)

Recent Posts

Begini Cara Aliansi Pemuda Perdagangan Atasi Kejenuhan di Masa Pandemi

Aliansi Pemuda Perdagangan (APP) memperindah kampung halaman mereka dengan melakukan pengecatan warna-warni di seputar jembatan…

4 jam ago

Video Pungli Pedagang Viral di Medsos, Oknum Ketua OKP Ini Dijemput Polisi

Meski polisi telah berkali-kali viral melakukan penindakan terhadap aksi pungli, sepertinya para pelaku tak kunjung…

5 jam ago

Didakwa Jadi Kurir Sabu 20 Kg, Pria Asa Tanjung Morawa Terancam Hukuman Mati

Aditya Warma alias Adit (23) diadili secara virtual di Ruang Cakra IX Pengadilan Negeri (PN)…

10 jam ago

Puskesmas Diusulkan Sebagai KPA, Ini Jawaban Para Kapus di Siantar…

Komisi 1 DPRD Siantar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan seluruh Kepala Puskesmas, Kamis (23/9/2021).…

10 jam ago

Bentrok OKP di Galang, Polisi Sudah Tetapkan 5 Tersangka, 1 Diserahkan ke Polresta Deliserdang

Pasca bentrok 2 kelompok OKP di Desa Kelapa Satu, Kecamatan Galang Kabupaten Deliserdang pada Selasa…

12 jam ago

Tertabrak Motor di Jalinsum Lubukpakam, Warga Pasar Melintang Dilarikan ke RS

Partogi Adat Simarmata (60), warga Dusun IX, Kelapa Tinggi, Desa Pasar Melintang, Kecamatan Lubukpakam, Deliserdang…

12 jam ago