Categories: Metro 24 Jam

Korupsi Pembangunan Jembatan Penghubung, Mantan Kades dan Bendahara Desa Salabuan Divonis 4 Tahun Penjara

Mantan Kepala Desa Salabulan, Lebih Tarigan dan Bendahara Desa, Fransiskus Valentino dijatuhi vonis masing-masing 4 tahun penjara serta denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan yang dipimpin Mohammad Yusafrihadi Girsang menilai, keduanya terbukti melakukan korupsi dana pembangunan jembatan yang menghubungkan Dusun II dan Dusun III Desa Salabulan,Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang.

“Menjatuhkan hukuman pidana kepada kedua terdakwa masing-masing selama 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan,” ujar Hakim Ketua Yusafrihadi Girsang dalam sidang virtual di Ruang Cakra VIII Pengadilan Tipikor Medan, Senin (26/7/2021).

Selain itu, terdakwa Lebih Tarigan juga dihukum untuk membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp187 juta. Apabila terdakwa Lebih Tarigan tidak sanggup membayar uang pengganti dan harta bendanya tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan.

“Sedangkan terdakwa Fransiskus Valentino, dikenakan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 55 juta subsider 1 tahun 6 bulan penjara,” tandas hakim Girsang.

Kedua terdakwa dinyatakan terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Resky Pradhana Romli kepada kedua terdakwa masing-masing selama 4 tahun 10 bulan penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Diketahui, perkara ini berawal ketika warga mengusulkan agar Desa Salabulan dibangun jembatan untuk menghubungkan antar dusun dengan panjang 12 meter dan lebar 3 meter. 

Namun, pembangunan sempat tertunda hingga tahun 2019 karena ada bencana longsor pada Desember 2017.

Sehingga jembatan tersebut tidak bisa dipergunakan. Saat ingin mengadukan masalah tersebut, Kantor Desa Salabulan malah tutup selama setahun.
Alhasil, meski rancangan dan pelaksanaan ada, akan tetapi pekerjaan tidak siap sehingga menimbulkan kerugian negara.

Recent Posts

Begini Cara Aliansi Pemuda Perdagangan Atasi Kejenuhan di Masa Pandemi

Aliansi Pemuda Perdagangan (APP) memperindah kampung halaman mereka dengan melakukan pengecatan warna-warni di seputar jembatan…

4 jam ago

Video Pungli Pedagang Viral di Medsos, Oknum Ketua OKP Ini Dijemput Polisi

Meski polisi telah berkali-kali viral melakukan penindakan terhadap aksi pungli, sepertinya para pelaku tak kunjung…

5 jam ago

Didakwa Jadi Kurir Sabu 20 Kg, Pria Asa Tanjung Morawa Terancam Hukuman Mati

Aditya Warma alias Adit (23) diadili secara virtual di Ruang Cakra IX Pengadilan Negeri (PN)…

10 jam ago

Puskesmas Diusulkan Sebagai KPA, Ini Jawaban Para Kapus di Siantar…

Komisi 1 DPRD Siantar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan seluruh Kepala Puskesmas, Kamis (23/9/2021).…

10 jam ago

Bentrok OKP di Galang, Polisi Sudah Tetapkan 5 Tersangka, 1 Diserahkan ke Polresta Deliserdang

Pasca bentrok 2 kelompok OKP di Desa Kelapa Satu, Kecamatan Galang Kabupaten Deliserdang pada Selasa…

12 jam ago

Tertabrak Motor di Jalinsum Lubukpakam, Warga Pasar Melintang Dilarikan ke RS

Partogi Adat Simarmata (60), warga Dusun IX, Kelapa Tinggi, Desa Pasar Melintang, Kecamatan Lubukpakam, Deliserdang…

13 jam ago