Selasa, 27 Juli 2021 | 09.12 WIB
Banner Advertnative
Metro24Jam>News>Jadi Tersangka Korupsi, Mantan Pimpinan Bank Sumut KCP Galang Ditahan Kejati

Jadi Tersangka Korupsi, Mantan Pimpinan Bank Sumut KCP Galang Ditahan Kejati

Reporter : Reza D | Rabu, 21 Juli 2021 - 20:56 WIB

IMG-108160

Tersangka, LG (baju merah) saat dibawa jaksa. (ist/metro24jam.com)

AdvertNative 160×600

MEDAN, metro24jam.com – Setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kredit macet, LG (61), Mantan Pimpinan Bank Sumut Kantor Cabang Pembantu (KCP) Galang, ditahan Tim Jaksa Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut), Rabu (21/7/2021).

“Penahanan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor: Print-11/L.2/Fd.1/07/2021 tanggal 21 Juli 2021 atas nama tersangka LG selaku mantan Pimpinan Bank Sumut KCP Galang,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, kepada wartawan.

Menurut Sumanggar, alasan penahanan karena tersangka LG dikhawatirkan akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan mengulangi korupsi sebagaimana Pasal 21 KUHAP.

“Penahanan dilakukan selama 20 hari terhitung mulai tanggal 21 Juli 2021 sampai 9 Agustus 2021. Saat ini, tersangka LG dititipkan di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Poldasu,” cetusnya.

Sebelumnya, mantan Wakil Pimpinan PT Bank Sumut KCP Galang, R (40) warga Bandar Labuhan Dusun I Desa Bangun Rejo Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang dan debitur, SL (43) warga Dusun III Desa Pulau Tagor Kecamatan Serba Jadi Kabupaten Deli Serdang, juga ditahan pada Kamis (3/6/2021).

Sumanggar menjelaskan, kasus ini berawal sejak tahun 2013, SL mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Pemilikan Property Sumut Sejahtera (KPP SS) dan Kredit Angsuran Lainnya (KAL) pada PT Bank Sumut Kantor Cabang Pembantu Galang Kabupaten Deli Serdang.

Selain menggunakan nama sendiri, SL juga menggunakan/meminjam nama orang lain yang terdiri dari keluarga teman dan karyawan pada usaha ternak ayam, rumah makan serta lainnya.

Untuk memuluskan proses pengajuan dan pencairan dana dari PT Bank Sumut KCP Galang, SL menggunakan nama orang lain dengan iming-iming tertentu sehingga para pemohon memberikan KTP.

Berkas permohonan untuk kelengkapan administrasi menggunakan sarana perjanjian kredit bekerjasama dengan Pimpinan/Wakil Pimpinan yang menjadi Komite Pemutus Kredit pada PT Bank Sumut KCP Galang.

“Pimpinan dan Wakil Pimpinan mengintervensi sehingga satu persatu berkas permohonan disetujui oleh PT Bank Sumut KCP Galang tanpa dilakukan proses analisa kredit sesuai ketentuan pemberian kredit KUR, KPR dan KAL yang berlaku pada PT Bank Sumut,” jelasnya.

Sumanggar melanjutkan, untuk proses kelengkapan administrasi pengajuan dan pencairan dana kredit, SL mengajak satu persatu calon debitur yang namanya digunakan sebagai pemohon mendatangi PT Bank Sumut KCP Galang untuk menandatangani berkas permohonan kredit. Selanjutnya, permohonan kredit satu persatu dikabulkan.

Di mana slip pencairan telah ditandatangani para debitur yang namanya dipinjam, namun faktanya yang menggunakan dana pencairan kredit adalah SL sendiri. SL akhirnya membangun beberapa perumahan yang berlokasi antara lain Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Deli Serdang.

Namun sejak tahun 2014, kredit yang diajukan SL tersebut mulai bermasalah. Untuk menutupi cicilan kredit dan memperoleh dana kredit kembali, SL bekerjasama dengan LG selaku Pimpinan PT Bank Sumut KCP Galang dan R selaku Wakil Pimpinan. SL kembali mengajukan kredit dengan tetap menggunakan nama orang lain.

“Sehingga sejak tahun 2013 sampai tahun 2015, SL memperoleh sekitar 127 perjanjian kredit dengan total sekitar Rp 35.775.000.000. Saat ini, yang dalam kondisi macet total sekitar Rp 31.692.690.986,” pungkas mantan Kasi Pidum Kejari Binjai itu.

Berdasarkan penghitungan oleh auditor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumut, kredit macet itu menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 35.153.000.000.

Perbuatan para tersangka diatur dan diancam dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

KOMENTAR ANDA
AdvertNative Bottom Desktop
MGID Smart Widget
Berita Lainnya
2 Pria Ini Curi Komputer dari Kantor Dinas ESDM Siantar, Pas Ditangkap, Tusuk Polisi!

2 Pria Ini Curi Komputer dari Kantor Dinas ESDM Siantar, Pas Ditangkap, Tusuk Polisi!

Dua pria pelaku pembongkaran Kantor Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah 3 di Jalan Rakutta Sembiring, Kelurahan Nagapita, Kecamatan ...
Fakta Baru Kasus Jual Beli Jabatan di Pemko Tanjungbalai, Uang Rp1,5M Untuk Penghentian Penyidikan Ternyata Ide Oknum Pengacara

Fakta Baru Kasus Jual Beli Jabatan di Pemko Tanjungbalai, Uang Rp1,5M Untuk Penghentian Penyidikan Ternyata Ide Oknum Pengacara

Kasus dugaan korupsi jual beli jabatan di Pemerintahan Kota Tanjungbalai yang melibatkan Walikota Non Aktif Muhammad Syahrial kini mengungkap fakta ...
Korupsi Pembangunan Jembatan Penghubung, Mantan Kades dan Bendahara Desa Salabuan Divonis 4 Tahun Penjara

Korupsi Pembangunan Jembatan Penghubung, Mantan Kades dan Bendahara Desa Salabuan Divonis 4 Tahun Penjara

Mantan Kepala Desa Salabulan, Lebih Tarigan dan Bendahara Desa, Fransiskus Valentino dijatuhi vonis masing-masing 4 tahun penjara serta denda Rp200 ...
Peringati HAN 2021, Kemenkum HAM Sumut Berikan Remisi 23 Andikpas

Peringati HAN 2021, Kemenkum HAM Sumut Berikan Remisi 23 Andikpas

Sedikitnya, 23 Anak Didik Pemasyarakatan (Andikpas) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tanjung Gusta Medan mendapat remisi dari ...
Dibuang Ayahnya ke Teras Rumah Warga, Bayi Hasil Hubungan Gelap Ini Dijemput Neneknya

Dibuang Ayahnya ke Teras Rumah Warga, Bayi Hasil Hubungan Gelap Ini Dijemput Neneknya

Warga Dusun II, Desa Pagar Merbau I, Kecamatan Pagar Merbau, Deliserdang, dibikin heboh dengan temuan sesosok bayi berjenis kelami perempuan, ...
Anggi Maisarah Mengajak Pemuda Terlibat Di Sahabat Pantau KTR

Anggi Maisarah Mengajak Pemuda Terlibat Di Sahabat Pantau KTR

Berbicara tentang bahaya rokok, mungkin sebahagian orang menganggap bukanlah isu yang populer. Terlebih, jumlah perokok di Indonesia begitu tingginya, termasuk ...
MGID

Loading…


Awie
Horas Laundry
AdvertNative 320 x 200