Jumat, 29 Oktober 2021 | 00.30 WIB
Regal Springs
Banner Advertnative
Metro24Jam>News>Agrowisata Kebun Teh PTPN IV Sidamanik, Dimanfaatkan Oknum Tertentu Untuk Usaha Ilegal?

Agrowisata Kebun Teh PTPN IV Sidamanik, Dimanfaatkan Oknum Tertentu Untuk Usaha Ilegal?

Reporter : Agus Suhendra | Sabtu, 22 Mei 2021 - 16:08 WIB

IMG-107017

Lahan PTPN IV Sidamanik yang digunakan sebagai lokasi parkir dan berjualan. (Suhendra/metro24jam.com)

AdvertNative 160×600

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Perkebunan Teh PTPN IV Sidamanik di Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, selain sebagai unit produksi dan heritage perkebunan, juga memiliki potensi agrowisata cukup besar.

Karena bentangan alam tanaman teh yang sangat menarik serta asri untuk menjadi daerah tujuan wisata.

Destinasi wisata ini juga memiliki air terjun Bah Biak, instalasi pompa air dan perumahan staf yang dibangun semasa kolonial Belanda, dapat dijadikan guest house.

Wisatawan juga akan tertarik dengan bagaimana proses budidaya dan pengolahan teh di sana. Berdasarkan informasi, produksi teh hitam dan hijau PTPN IV Sidamanik mencapai sekitar 5000 ton lebih.

Namun, denganluas areal Hak Guna Usaha (HGU) yang diperkirakan mencapai 6.300 hektare lebih, sebagian lahan HGU tersebut diduga telah dimanfaatkan oknum-oknum tertentu sebagai usaha ilegal.

Hal itu terlihat pada sejumlah lapak parkir kendaraan di sana, di mana sejumlah oknum mengutip restribusi untuk kepentingan kroni dan kelompoknya.

Menurut seorang pemerhati, tindakan tersebut, selain dapat merusak masa  pertumbuhan dan mempersingkat usia  tanaman teh, dikutip dari Undang-Undang pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960, (HGU), artinya hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai dalam waktu tertentu oleh pemerintah (negara).

“Yang digunakan seperti untuk usaha perkebunan, pertanian, perikanan atau pun peternakan. Tidak ada butir-butir dalam UUPA disebutkan bahwa HGU bisa digunakan untuk lapak parkir kendaraan bermotor. Mirisnya lokasi kegiatan ilegal yang telah berlangsung lama tersebut tak jauh dari kantor Camat dan aparat penegak hukum setempat,” sebutnya.

Ia meminta kepada yang membidangi urusan perizinan menyoroti adanya indikasi kegiatan ilegal di lahan PTPN IV Kebun Teh Sidamanik ini.

Menurutnya, kegiatan yang diduga tanpa izin tersebut akan menyebabkan kerugian kepada BUMN itu sendiri, sementara hasilnya tidak akan sampai ke kas Pemkab sebagai Penghasilan Asli Daerah (PAD).

“Aparat penegak hukum bersama manajemen PTPN IV Sidamanik, dan instansi terkait harus melakukan penertiban dan penindakan secara rutin, karena berdampak langsung terhadap kerusakan hamparan tanaman teh, yang dicadangkan sebagai heritage perkebunan dan agrowisata besar,” ujarnya.

Ia meminta semua pihak harus peduli dan jangan tutup mata terhadap aksi illegal tersebut. Karena menurutnya, areal tanaman teh banyak dijadikan tempat lokasi berwisata saat ini dan sudah masuk dalam wilayah pengembangan heritage perkebunan dan agrowisata besar untuk jangka panjang.

“Penertiban kegiatan ilegal ini jangan main-main. Jika memang ada indikasi illegal. Selain ada pidananya juga diharapkan agar APH aktif melakukan patroli dan pengawasan,” sebutnya.

Beberapa kasus dugaan pemerasan dan perampasan handphone milik pasangan muda-mudi memadu kasih di lokasi tanaman teh, juga pernah terjadi di sana.

“Kutipan secara masif setiap pemilik kendaraan mulai dari Rp5.000, yang hendak melintas ke kawasan objek wisata air tersebut,” sebutnya.

Selain itu, menurut informasi yang diperoleh, pedagang gorengan maupun lainnya, juga tak luput dari kutipan, dengan dalih uang kebersihan sampah mulai Rp10.000 per hari bahkan lebih.

“Tergantung hasil penjualan para pedagang, terutama di hari hari besar keagamaan. Informasi yang beredar, ada oknum-oknum tertentu melalui seorang pengusaha rental alat musik yang melakukan pengutipan restribusi ilegal bermain di belakang usaha ilegal itu,” katanya.

Metro24jam.com coba mengonfirmasi pihak yang melakukan usaha parkir kendaraan bermotor maupun kutipan kepada pedagang di HGU PTPN IV Sidamanik, namun tidak ada yang mengaku bertanggung jawab.

Hal serupa juga terjadi ketika Metro24jam.com coba mengonfirmasi Camat Sidamanik. Menurut keterangan KTU  Kantor Camat, Faber Saragih, Camat Juliana Simarmata tidak dapat ditemui.

“Camat di ruangan tidak bisa diganggu, masih melakukan persiapan berkas-berkas untuk laporan Bupati baru ke Raya,” katanya (Kamis 2021).

Terpisah, Kapolsek Sidamanik AKP Elly Nababan ketika dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Aiptu Rio Siahaan mengatakan belum menerima adanya laporan korban kutipan diduga ilegal tersebut.

“Belum ada laporan masuk, biar kita tangkap. Dimana itu. Siapa korbannya, siapa yang mengutip? Belum tau kita. Soalnya baru 2 minggu saya jadi Kanit di sini,” sebutnya saat ditemui di Mapolsek Sidamanik, Rabu (19/5/2021) sore.

Manajer Kebun Teh, Hwin Dwi Putra ketika dikonfirmasi melalui Asisten SDM Rafi mengatakan, usaha yang dilakukan oknum-oknum dimaksud selama ini, di HGU PTPN IV Sidamanik tidak memiliki izin.

“Nggak ada izin dari kami (PTPN IV Sidamanik). Sudah ditindak, sudah diingatkan ke masing-masing pelapak diingatkan setiap waktu. Patroli, mutar-mutar daerah situ dan kita tidak ada pembiaran. Terimakasih,” katanya melalui pesan Aplikasi WhatsApp Rabu (19/5/2021) malam. (*)

KOMENTAR ANDA
AdvertNative Bottom Desktop
MGID Smart Widget
Berita Lainnya
Rumah Sekaligus Bengkel Sepedamotor di Jalan Bakaran Batu Lubukpakam Terbakar

Rumah Sekaligus Bengkel Sepedamotor di Jalan Bakaran Batu Lubukpakam Terbakar

Rumah salah seorang warga di Jalan Bakaran Batu, Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang ludes terbakar, Kamis (28/10/2021) sekira pukul 18.00 ...
Pelaku Pemerkosaan di Aceh Utara Diciduk Polisi, Korban Diancam Rekaman Mesum Akan Disebarkan

Pelaku Pemerkosaan di Aceh Utara Diciduk Polisi, Korban Diancam Rekaman Mesum Akan Disebarkan

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Aceh Utara, meringkus 2 pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur. Kedua tersangka, masing-masing SY ...
Oknum Perangkat Nagori Bandar Siantar Disebut Bantu Urus Identitas Palsu DPO Kasus Curanmor

Oknum Perangkat Nagori Bandar Siantar Disebut Bantu Urus Identitas Palsu DPO Kasus Curanmor

Penyebab kematian seorang terduga pelaku pencurian sepedamotor yang sempat dipertanyakan, menyeret banyak pihak dan menyisakan banyak cerita bagi warga Nagori ...
Sarang Narkoba di Kelurahan Banjar dan Karo Digrebek, 3 Pengedar Sabu dan Ganja Diciduk

Sarang Narkoba di Kelurahan Banjar dan Karo Digrebek, 3 Pengedar Sabu dan Ganja Diciduk

Selama 2 hari 'mengendap' melakukan penyelidikan, personel Satuan Reserse Narkoba Polres Pematang Siantar menggerebek 'sarang narkoba' di Kelurahan (Kampung) Banjar ...
Polisi Lhokseumawe Ringkus 3 Pengedar Sabu-sabu, Lebih 2 Kilogram Disita

Polisi Lhokseumawe Ringkus 3 Pengedar Sabu-sabu, Lebih 2 Kilogram Disita

Satuan Reserse Narkoba Polres Lhokseumawe berhasil meringkus tiga pengedar sabu dari Kecamatan Muara Batu dan Samudera selama 2 pekan terakhir. ...
Tugas Khusus BPJS Kesehatan dalam Penanganan Pandemi Covid-19

Tugas Khusus BPJS Kesehatan dalam Penanganan Pandemi Covid-19

BPJS Kesehatan menggelar kegiatan Media Workshop dan Anugerah Lomba Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan Tahun 2021. Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan ...
MGID

Loading…


Awie
Horas Laundry
AdvertNative 320 x 200