Categories: Metro 24 Jam

Bupati Toba Terbitkan Surat Edaran Larangan Pesta, Objek Wisata Ditutup

Bupati Toba Ir Poltak Sitorus melarang warganya terlibat dalam kerumunan khususnya yang akan melakukan kegiatan pesta dan ibadah. Hal itu juga berlakukan bagi pengusaha restoran, cafe dan penjual makanan hanya dapat melayani pembeli sampai pukul 20.00 Wib.

Hal itu tertuang dalam surat edaran Bupati Toba Nomor: 440/1530/Satgas/Covid-19/2021 Tentang Pembatasan Sementara Kegiatan Masyarakat akibat Pandemi Covid-19, mulai tanggal 18-31 Mei 2021.

“Tadi dalam rapat kita semuanya harus tegas, supaya benar-benar diaktifkan. karena kami sampaikan bahwa mungkin juga sekaligus semua poin-poin yang ada di surat edaran kami ini,” katanya saat ditemui usai rapat di Kantor Bupati Toba, Senin (17/5/2021).

Ia melanjutkan, bahwa selama liburan, petugas dari Pemkab Toba akan terus memonitor pertumbuhan atau penyebaran Covid-19.

“Jadi, kemarin itu kita lihat dua hari tanggal 13 kita monitor dan kemudian tanggal 14 sampai sekarang kita yang terkena di data yang masuk ke kita sudah ada 104 orang tersebar di 12 kecamatan,” katanya.

Untuk itu, Pemkab Toba, sambungnya, akan menindaklanjuti secara serius.

“Kita sangat serius menangani. Kita bikin surat edaran itu untuk tidak melakukan atau mengadakan kegiatan-kegiatan yang mengundang kerumunan termasuk pesta, gereja kita minta sampai tanggal 31 Mei. supaya semuanya kegiatan seperti pernikahan supaya jangan dulu dilaksanakan,” tegasnya.

“Kalau pasar kita kontrol, kita tetap di situ turunkan Sat Pol-PP supaya jaga jarak, cuci tangan terus pakai masker. Karena apa ya, kita masih perlu hidup ya. Masyarakat perlu makanan untuk mereka dalam kehidupan sehari-hari dan mereka bisa dapatkan itu di pasar, jadi kita masih ada toleransi, cuma tetap jaga kesehatan,” imbuh Bupati Poltak Sitorus.

Untuk acara adat, ia berharap agar masyarakat bisa melakukan penundaan pada saat ini.

“Saya katakan itu sekali lagi, ini demi kita semua. Demi anak-anak kita, keluarga kita masa depan kita.Apa gunanya kita berpesta kalau nanti akhirnya menangis? Jangan sampai terjadi seperti itu,” tandasnya.

“Inilah kita harapkan bisa segera kita laksanakan. Kita kerjakan apa yang bisa kita lakukan kita lakukan ini bukan main-main. Dulu, satu orang yang kena, saya ingat itu, sekarang sudah 104 orang. Sekali lagi, jangan main-main lagi, Corona itu benar ada dan benar resiko yang sangat tinggi kita tidak mau terjadi seperti di India,” pintanya.

Ia menambahkan, bahwa tempat wisata juga akan ditutup terutama yang berkaitan dengan wahana air.

“Kiranya masyarakat saling membantu bergotong-royong bagaimana nenek moyang kita dulu saling membantu di desa. Gotong royong hal yang sama juga bisa kita lakukan. Jangan dibebankan hanya kepada pemerintah, ini untuk penyelesaian konflik harus kita gotong-royong,” pungkasnya. (*)

Recent Posts

Golkar Siantar Laporkan Pemilik Akun Murni Purba

Sejumlah pengurus Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Pematang Siantar melaporkan pemilik akun Facebook, Murni Purba,…

17 jam ago

Emosi Disebut Monyet dan Jomblo, Pria Ini Tikam Leher Teman Kerja, Tewas!

Pria bernama Zulkarnain ini ditangkap personel Unit Reskrim Polsek Sunggal lantaran telah membunuh rekan kerjanya,…

17 jam ago

3 Hari Pipa PDAM Pecah, Lalulintas di Jalinsum Tanjung Morawa Macet

Pipa PDAM di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di samping Rumah Makan Wong Rame, Kecamatan…

18 jam ago

Siap-siap Pesta Sabu Oknum Pengacara di Siantar dan Rekannya Ditangkap, 1 Lagi Pengedar Ganja

Seorang oknum pengancara ditangkap oleh personel Satuan Reserse Narkoba Polres Pematang Siantar, Sabtu (19/6/2021) kemarin.…

23 jam ago

Kelurahan Lubukpakam III Gelar Vaksinasi Massal

Kelurahan Lubukpakam III, Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang menggelar vaksinasi massal, Senin (21/6/2021). Kegiatan dilaksanakan di…

1 hari ago

Camat Patumbak Tinjau Kondisi Kerusakan di Jalan Pertahanan

Camat Patumbak, Drs Syahdin Setia Budi Pane didampingi Sekcam Muhammad Kennedy Tarigan SIP MSi dan…

1 hari ago