Rabu, 21 April 2021 | 09.17 WIB
Banner Advertnative
Metro24Jam>News>Bawa 1,3 Kg Sabu Dalam Hak Sepatu, 2 Wanita Asal Bireuen Ditangkap di KNIA

Bawa 1,3 Kg Sabu Dalam Hak Sepatu, 2 Wanita Asal Bireuen Ditangkap di KNIA

Reporter : Fani Ardana | Selasa, 6 April 2021 - 11:56 WIB

IMG-106058

Sabu ditemukan dalam hak sepatu. Insert: Kedua tersangka. (ist/metro24jam.com)

AdvertNative 160×600

DELISERDANG, metro24jam.com – Hanya berselang sehari, percobaan penyelundupan sabu-sabu oleh calon penumpang pesawat kembali terjadi di Kuala Namu International Airport (KNIA).

Jika sebelumnya, petugas pengamanan Bandar berhasil meringkus 2 pria asal Palembang, kali ini para bandar narkoba coba menyelundupkan sabu-sabu seberat 1,3 kilogram melalui 2 wanita asal Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Selasa (6/4/2021).

Kedua wanita tersebut diketahui bernama Rahma Dania (32) dan Irnawati (29)–masing-masing berlamat di Bugak Mesjid, Kecamatan Jangka dan Paya Meuneng, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen–merupakan

Petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Kuala Namu (KNIA) mengamankan 2 wanita calon penumpang pesawat Lion Air tujuan Surabaya itu saat akan melewati Security Check Point (SCP) di lantai II Bandara.

“Kejadiannya pagi pukul 06.10 WIB. Kedua wanita membawa narkotika jenis sabu-sabu seberat 1,3 kilogram. Mereka simpan di dalam sandal yang sudah dimodifikasi,” kata Plt Branch Communication & Legal, Paulina H A Simbolon saat dikonfirmasi wartawan.

Kedua wanita yang rencananya akan take off dengan pesawat Lion Air pukul 06.30 WIB itu dicurigai petugas ketika melewati pemeriksaan X-Ray di SCP lantai 2.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan manual dan akhirnya menemukan sabu-sabu di dalam hak sandal yang dipakai oleh kedua wanita tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan di Bandara, petugas Avsec kemudian berkoordinasi dengan ke Dit Resnarkoba Polda Sumut.

“Mereka sudah diserahkan kepada personel Polda Sumut yang tiba di Bandara Kuala Namu. Selanjutnya, dibawa ke Polda Sumut untuk pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Paulina. (*)

KOMENTAR ANDA
AdvertNative Bottom Desktop
MGID Smart Widget
Berita Lainnya
Tak Terima Jenazah Harus Dimakamkan Secara Covid-19, Keluarga Duka di Siantar Pajang Poster Ini

Tak Terima Jenazah Harus Dimakamkan Secara Covid-19, Keluarga Duka di Siantar Pajang Poster Ini

Jalan Ade Irma Suryani Nasution Kelurahan Melayu Kecamatan Siantar Siantar Utara Kota Pematangsiantar, Selasa (20/4/2021) siang mendadak ramai. Seorang warga ...
Ribuan Ikan Mati Mendadak di Pantai Batubara, Diduga Keracunan Limbah

Ribuan Ikan Mati Mendadak di Pantai Batubara, Diduga Keracunan Limbah

Puluhan ribu ikan ditemukan mati terkapar di Pantai Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara, sejak Selasa (20/4/2021). Penampakan tersebut ...
Mega Pro Kontra Vixion di Jalan Sangnaualuh, Pensiunan PNS Patah Kaki

Mega Pro Kontra Vixion di Jalan Sangnaualuh, Pensiunan PNS Patah Kaki

Seorang laki-laki lanjut usia terkapar dengan darah berceceran, setelah mengalami kecelakaan di Jalan Sangnaualuh, Kelurahan Siopat Suhu, Siantar Timur, Selasa ...
BBPSU Gelar Kegiatan Penguatan Kebahasaan Bagi Penegak Hukum di Pematang Siantar

BBPSU Gelar Kegiatan Penguatan Kebahasaan Bagi Penegak Hukum di Pematang Siantar

Balai Bahasa Provinsi Sumatra Utara (BBPSU) menggelar kegiatan Penguatan Kebahasaan Bagi Penegak Hukum di Kota Pematang Siantar selama 2 hari, ...
Anggota DPRD Sumut Minta Polda Selidiki Dalang Galian C Ilegal di Aek Nalas Siregar

Anggota DPRD Sumut Minta Polda Selidiki Dalang Galian C Ilegal di Aek Nalas Siregar

Anggota DPRD Sumatera Utara Viktor Silaen, meminta pihak Polda Sumatera Utara agar secepatnya mengungkap dalang tambang batu ilegal di ...
Mortir Temuan Warga di Hatonduhan Diledakkan, Kapolsek: 5 Kali Lebih Dahsyat dari Sebelumnya

Mortir Temuan Warga di Hatonduhan Diledakkan, Kapolsek: 5 Kali Lebih Dahsyat dari Sebelumnya

Tim Gegana Brimob Polda Sumatra Utara meledakan mortir temuan warga di Huta VIII Buntu Uluan Saribu Laksa, Nagori Tangga Batu, ...
MGID

Loading…


Awie
Jawa Elektrik
AdvertNative 320 x 200