Rabu, 21 April 2021 | 08.58 WIB
Banner Advertnative
Metro24Jam>News>Sempat Berhenti Setelah Didemo Warga, Tambang Pasir Simponi Kembali Beroperasi

Sempat Berhenti Setelah Didemo Warga, Tambang Pasir Simponi Kembali Beroperasi

Reporter : Agus Suhendra | Jumat, 26 Februari 2021 - 19:46 WIB

IMG-105012

Warga saat mendatangi tambang Galian C di Simponi, Kelurahan Perdagangan 1, Kecamatan Bandar. (Suhendra/metro24jam.com)

AdvertNative 160×600

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Penambangan pasir di Simponi, Kelurahan Perdagangan 1, Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun, kembali beroperasi selama sebulan terakhir.

Sebelumnya, operasional penambangan pasir milik pengusaha asal Batubara itu sempat dihentikan setelah sejumlah warga yang didominasi ibu rumah berunjukrasa ke lokasi, Senin (23/11/2020) lalu. Mereka meminta agar penambangan pasir tersebut segera ditutup.

Namun, setelah beberapa bulan berselang, tambang pasir tersebut kembali beroperasi yang membuat mayoritas warga setempat resah.

Diketahui, dalam aksi massa tersebut, warga sempat memblokir jalan dan memberhentikan sejumlah alat berat yang dioperasikan dalam penambangan.

“Kami khawatir jalan-jalan yang ada di lingkungan kami rusak dan tidak diperbaiki lagi oleh pengusaha pertambangan pasir itu. Warga resah dengan keberadaan penambangan pasir tersebut, karena mengganggu kesehatan serta merusak lingkungan,” kata seorang warga Simponi, Rabu (24/2/2021).

Warga pun meminta Forkopimcam setempat agar menindak tegas kegiatan penambangan pasir yang sudah berlangsung sejak tahun-tahun tersebut.

“Aktivitas penambangan ini kami yakini membawa dampak negatif terhadap masyarakat di Lingkungan Simponi. Antara lain, kerusakan jalan karena dilalui kendaraan tambang dan pergeseran Daerah Aliran Sungai (DAS) yang merupakan kawasan pemukiman padat penduduk,” katanya.

Efek lain dari penambangan, lanjut warga, adalah debu yang berterbangan serta pasir berserakan di sepanjang jalan Kelurahan Perdagangan 1.

“Kami merasa lega setelah penambangan pasir tersebut sempat berhenti. Tapi, tiba-tiba di Simponi ini beroperasi, pengusahanya sama,” gerutunya.

Hal senada juga diungkapkan warga lainnya, Lukman. Ia mengatakan, jika pasir terus dikeruk, kemungkinan akan menimbulkan bencana lain.

“Jika dikeruk terus, kita khawatir ada rongga bawah tanah dan itu pasti membahayakan pemukiman yang padat penduduk warga. Sekarang jalan sudah mulai rusak. Masak mau diperparah lagi,” katanya saat ditemui di Balai Karya Murni, Rabu (24/2/2021) siang.

Mahmuddin pengusaha pemilik usaha Galian C tersebut ketika dikonfirmasi mengatakan, tambang pasir Simponi yang dikelolanya sudah mendapat izin dari Dinas Pertambangan Provinsi Sumatera Utara.

“Kami sudah mengantongi izin itu. Izin lama tapi masih hidup (berlaku),” kata Mahmudin yang saat itu mengaku masih berada di Kota Medan.

Sementara itu, Camat Bandar Amon Carles Sitorus ketika dikonfirmasi melalui Sekcam Rosmardiah Purba, berjanji akan menindaklanjuti soal pengusaha tambang pasir di Lingkungan Simponi Kelurahan Perdagangan 1.

“Tambang pasir Simponi tersebut dipastikan tidak memiliki izin operasional, sebab sampai saat ini dia (Mahmudin) tidak pernah dapat memperlihatkan dokumen pertambangan dan kita sudah menyurati dinas terkait soal itu,” tandasnya.

Ia menambahkan, bahwa pihaknya sudah menerima laporan warga, terkait truk-truk pasir dimaksud.

“Kita juga sudah memberikan peringatan kepada pengusaha tambang dan sempat menghentikan truk-truk pengangkut pasir di jalan Kelurahan Perdagangan 1,” imbuhnya.

“Sudah kita tinjau saat gotong-royong ke lokasi itu, tidak boleh melakukan penambangan, sebelum memiliki izin dan dokumen-dokumen resmi,” tegasnya. (*)

BACA JUGA:
Diduga Beroperasi Secara Ilegal, Tambang Pasir Simponi Perdagangan Digeruduk Warga

KOMENTAR ANDA
AdvertNative Bottom Desktop
MGID Smart Widget
Berita Lainnya
Tak Terima Jenazah Harus Dimakamkan Secara Covid-19, Keluarga Duka di Siantar Pajang Poster Ini

Tak Terima Jenazah Harus Dimakamkan Secara Covid-19, Keluarga Duka di Siantar Pajang Poster Ini

Jalan Ade Irma Suryani Nasution Kelurahan Melayu Kecamatan Siantar Siantar Utara Kota Pematangsiantar, Selasa (20/4/2021) siang mendadak ramai. Seorang warga ...
Ribuan Ikan Mati Mendadak di Pantai Batubara, Diduga Keracunan Limbah

Ribuan Ikan Mati Mendadak di Pantai Batubara, Diduga Keracunan Limbah

Puluhan ribu ikan ditemukan mati terkapar di Pantai Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara, sejak Selasa (20/4/2021). Penampakan tersebut ...
Mega Pro Kontra Vixion di Jalan Sangnaualuh, Pensiunan PNS Patah Kaki

Mega Pro Kontra Vixion di Jalan Sangnaualuh, Pensiunan PNS Patah Kaki

Seorang laki-laki lanjut usia terkapar dengan darah berceceran, setelah mengalami kecelakaan di Jalan Sangnaualuh, Kelurahan Siopat Suhu, Siantar Timur, Selasa ...
BBPSU Gelar Kegiatan Penguatan Kebahasaan Bagi Penegak Hukum di Pematang Siantar

BBPSU Gelar Kegiatan Penguatan Kebahasaan Bagi Penegak Hukum di Pematang Siantar

Balai Bahasa Provinsi Sumatra Utara (BBPSU) menggelar kegiatan Penguatan Kebahasaan Bagi Penegak Hukum di Kota Pematang Siantar selama 2 hari, ...
Anggota DPRD Sumut Minta Polda Selidiki Dalang Galian C Ilegal di Aek Nalas Siregar

Anggota DPRD Sumut Minta Polda Selidiki Dalang Galian C Ilegal di Aek Nalas Siregar

Anggota DPRD Sumatera Utara Viktor Silaen, meminta pihak Polda Sumatera Utara agar secepatnya mengungkap dalang tambang batu ilegal di ...
Mortir Temuan Warga di Hatonduhan Diledakkan, Kapolsek: 5 Kali Lebih Dahsyat dari Sebelumnya

Mortir Temuan Warga di Hatonduhan Diledakkan, Kapolsek: 5 Kali Lebih Dahsyat dari Sebelumnya

Tim Gegana Brimob Polda Sumatra Utara meledakan mortir temuan warga di Huta VIII Buntu Uluan Saribu Laksa, Nagori Tangga Batu, ...
MGID

Loading…


Awie
Jawa Elektrik
AdvertNative 320 x 200