Categories: Metro 24 Jam

Warga Tergugat Blokir Jalan, Eksekusi Lahan di Parapat View Ditunda

Puluhan warga di Parapat View, Huta Lumban Tonga-tonga, Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon memblokir jalan ketika jurusita PN Simalungun dengan pengawalan pihak kepolisian datang untuk mengeksekusi lahan mereka, Jum’at (19/02/2021).

Jurusita Pengganti Sabarman Saragih mengatakan, sita eksekusi dilaksanakan Sesuai surat Relaas Pemberitahuan No: 12/Pdt.Eks/2018/PN. Simalungun, Jo Nomor 45/Pdt/G/2016/PN Simalungun, Jo No: 159/Pdt/2017/PT. Medan, Jo No: 75K/Pdt/2018, akan dilaksanakan eksekusi sejumlah rumah warga di seputar objek perkara.

Sekedar informasi, kedua belah pihak yang berperkara dalam sengketa tersebut adalah Pengugat Sahat Sinaga dkk dengan tergugat Bagian Nainggolan dkk.

Akibat adanya penolakan dari pihak warga tergugat, dan untuk menghindari kerumunan massa di masa pandemi Covid-19, Sabarman mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi kembali dengan pimpinan PN Simalungun untuk menjadwal ulang sita eksekusi lahan kediaman warga di Parapat View.

“Untuk sementara waktu, kita tunda dulu aksi eksekusi lahan di perumahan warga Parapat View. Kejadian hari ini kita akan laporkan ke Pimpinan agar dapat mengatur ulang jadwal eksekusi.” tegas Sabarman di lokasi, usai berdialog dengan sejumlah warga tergugat di Lingkungan IV, Lumban Tonga-tonga, Parapat View.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Simalungun Kompol Surya mengatakan, untuk pengamanan eksekusi lahan tersebut, pihaknya telah mengerahkan 100 personel.

“Mengingat masa pandemi Covid-19, eksekusi ditunda dulu, kita tunggu instruksi dari PN Simalungun. Personel yang diturunkan sekitar 100 orang,” katanya.

Masih di lokasi, warga bermarga Manurung dan Sijabat yang menjadi tergugat, mengatakan, mereka sengaja memblokir jalan untuk menolak sita eksekusi lahan di Huta Lumban Tonga-tonga.

“Kami menolak rumah kami dieksekusi, karena objek perkaranya tidak jelas. Di dalam putusan PN dinyatakan bidang tanah seluas 1,5 hektar, tapi mau dieksekusi menjadi 4 hektar, itu lah dasar kami menolak,” jelas Manurung.

Ia mengatakan, awal perkara objek tanah digelar sejak 2016 silam, di mana warga yang tergugat telah memiliki Surat Keterangan Tanah (SKT) dan sertifikat.

“Semua rumah warga di objek perkara telah memiliki SKT dan Sertifikat, dan tanah yang kami kuasai atas dasar jual beli dari pemilik tanah awal. Meski pun terjadi eksekusi, kami minta ikut turun BPN ke objek perkara,” imbuhnya.

Pantauan di lokasi, puluhan warga memblokir jalan ke lokasi objek perkara tanah di Parapat View. Mereka memasang spanduk berisi penolakan terhadap pelaksanaan eksekusi PN Simalungun.

Setelah warga terlihat berdialog dengan Jurusita PN Simalungun dan Polri. Warga membubarkan diri setelah pelaksanaan sita eksekusi dinyatakan ditunda untuk sementara waktu. (*)

Recent Posts

Lagi Cas HP, Tabung Gas Diduga Bocor, Kios di Jalan Perjuangan Meledak, Pemilik Dilarikan ke RS

Satu ledakan hebat, Jum'at (16/4/2021) sekira pukul 23.00 Wib, sontak membuat warga sekitar Jalan Perjuangan…

23 jam ago

Judi Dadu Putar di Dusun Batu Karang Kembali Buka, Bulan Ramadhan Makin Meriah

Pihak kepolisian bersama Forkopimda sedang gencar-gencarnya melakukan razia terhadap kegiatan yang dinilai tidak ada kaitan…

24 jam ago

Berawal dari Penangkapan di Sei Semayang, Reskrim Polsek Patumbak Ringkus Kurir Ganja dari Medan dan Madina

Personel Unit Reskrim Polsek Patumbak, meringkus 3 kurir ganja Jum'at (09/04/2021) lalu. Dari penangkapan tersebut,…

1 hari ago

Prosesi Lelang Jabatan Pemkab Deliserdang Selesai, Pansel Akan Kirim 3 Nama

Prosesi dan tahapan Seleksi Lelang Jabatan Eselon II Pemkab Deliserdang segera tuntas hari ini, Sabtu…

1 hari ago

Ironi di Bulan Ramadhan, Judi Togel di Simalungun Malah Makin Marak, Warga Buru ‘THR’ Bandar?

Sejumlah kegiatan sehari-hari masyarakat kini dibatasi lantaran pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Dampak kebijakan tersebut…

1 hari ago

Kapolres Batubara Bantu Jamaah Masjid

Memasuki bulan suci Ramadhan, Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis SH MH, menyalurkan bantuan di sejumlah…

2 hari ago