Kamis, 25 Februari 2021 | 01.15 WIB
Banner Advertnative
Metro24Jam>News>Warga Tergugat Blokir Jalan, Eksekusi Lahan di Parapat View Ditunda

Warga Tergugat Blokir Jalan, Eksekusi Lahan di Parapat View Ditunda

Reporter : Heryanto Silalahi | Jumat, 19 Februari 2021 - 17:01 WIB

IMG-104817

Aksi warga saat menolak rencana eksekusi oleh PN Simalungun. (Heryanto S/metro24jam.com)

AdvertNative 160×600

PARAPAT, metro24jam.com – Puluhan warga di Parapat View, Huta Lumban Tonga-tonga, Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon memblokir jalan ketika jurusita PN Simalungun dengan pengawalan pihak kepolisian datang untuk mengeksekusi lahan mereka, Jum’at (19/02/2021).

Jurusita Pengganti Sabarman Saragih mengatakan, sita eksekusi dilaksanakan Sesuai surat Relaas Pemberitahuan No: 12/Pdt.Eks/2018/PN. Simalungun, Jo Nomor 45/Pdt/G/2016/PN Simalungun, Jo No: 159/Pdt/2017/PT. Medan, Jo No: 75K/Pdt/2018, akan dilaksanakan eksekusi sejumlah rumah warga di seputar objek perkara.

Sekedar informasi, kedua belah pihak yang berperkara dalam sengketa tersebut adalah Pengugat Sahat Sinaga dkk dengan tergugat Bagian Nainggolan dkk.

Akibat adanya penolakan dari pihak warga tergugat, dan untuk menghindari kerumunan massa di masa pandemi Covid-19, Sabarman mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi kembali dengan pimpinan PN Simalungun untuk menjadwal ulang sita eksekusi lahan kediaman warga di Parapat View.

“Untuk sementara waktu, kita tunda dulu aksi eksekusi lahan di perumahan warga Parapat View. Kejadian hari ini kita akan laporkan ke Pimpinan agar dapat mengatur ulang jadwal eksekusi.” tegas Sabarman di lokasi, usai berdialog dengan sejumlah warga tergugat di Lingkungan IV, Lumban Tonga-tonga, Parapat View.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Simalungun Kompol Surya mengatakan, untuk pengamanan eksekusi lahan tersebut, pihaknya telah mengerahkan 100 personel.

“Mengingat masa pandemi Covid-19, eksekusi ditunda dulu, kita tunggu instruksi dari PN Simalungun. Personel yang diturunkan sekitar 100 orang,” katanya.

Masih di lokasi, warga bermarga Manurung dan Sijabat yang menjadi tergugat, mengatakan, mereka sengaja memblokir jalan untuk menolak sita eksekusi lahan di Huta Lumban Tonga-tonga.

“Kami menolak rumah kami dieksekusi, karena objek perkaranya tidak jelas. Di dalam putusan PN dinyatakan bidang tanah seluas 1,5 hektar, tapi mau dieksekusi menjadi 4 hektar, itu lah dasar kami menolak,” jelas Manurung.

Ia mengatakan, awal perkara objek tanah digelar sejak 2016 silam, di mana warga yang tergugat telah memiliki Surat Keterangan Tanah (SKT) dan sertifikat.

“Semua rumah warga di objek perkara telah memiliki SKT dan Sertifikat, dan tanah yang kami kuasai atas dasar jual beli dari pemilik tanah awal. Meski pun terjadi eksekusi, kami minta ikut turun BPN ke objek perkara,” imbuhnya.

Pantauan di lokasi, puluhan warga memblokir jalan ke lokasi objek perkara tanah di Parapat View. Mereka memasang spanduk berisi penolakan terhadap pelaksanaan eksekusi PN Simalungun.

Setelah warga terlihat berdialog dengan Jurusita PN Simalungun dan Polri. Warga membubarkan diri setelah pelaksanaan sita eksekusi dinyatakan ditunda untuk sementara waktu. (*)

KOMENTAR ANDA
AdvertNative Bottom Desktop
MGID Smart Widget
Berita Lainnya
Istri Meradang Minta Uang Susu Anak, Pria Ini Balas Pakai Gagang Sapu, Terpaksa Urusan Sama Polisi!

Istri Meradang Minta Uang Susu Anak, Pria Ini Balas Pakai Gagang Sapu, Terpaksa Urusan Sama Polisi!

Kalap tak punya uang untuk membeli susu anak, Eki Prayetno (38) tega memukul istrinya Marhama Lubis (39). Alhasil, pria yang ...
2 Pria Ini Jual Keyboard Curian ke Polisi, Bayarnya Pakai Borgol Lah!

2 Pria Ini Jual Keyboard Curian ke Polisi, Bayarnya Pakai Borgol Lah!

Sukses membobol kamar seorang mahasiswi, M Irvan (44) dan M Salem (36) sempat senang dan gembira. Bagaimana tidak? Dari kamar ...
Digrebek Polisi di Rumah, Pengedar Sabu Gang Seika Siantar Pasrah Diborgol

Digrebek Polisi di Rumah, Pengedar Sabu Gang Seika Siantar Pasrah Diborgol

Satuan Reserse Narkoba Polres Pematang Siantar menggrebek sebuah rumah di Jalan Hos Cokroaminoto Gg Seika, Kelurahan Baru, Siantar Utara, Minggu ...
Toko Andilo Balige Digrebek Polisi, 5 Pria Ini Terciduk Pesta Sabu

Toko Andilo Balige Digrebek Polisi, 5 Pria Ini Terciduk Pesta Sabu

Sat Resnarkoba Polres Toba menggrebek Toko Andilo, Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Balige, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Senin (22/02/2021) sekira pukul 15.30 ...
Heboh! Preman Tembaki Ruko di Tanjung Rejo Pakai Petasan, Diduga Gegara Tak Diberi Uang

Heboh! Preman Tembaki Ruko di Tanjung Rejo Pakai Petasan, Diduga Gegara Tak Diberi Uang

Warga di Jalan Setia Budi, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, tak jauh dari simpang Jalan Sei Serayu, dibikin heboh ...
Wakil Ketua DPRD Deliserdang Urus KTP dan BPJS Warga Sakit Dedi Indra Kesuma

Wakil Ketua DPRD Deliserdang Urus KTP dan BPJS Warga Sakit Dedi Indra Kesuma

Wakil Ketua DPRD Deliserdang H Nusantara Tarigan Silangit SE terus memantau perkembangan kesehatan Dedi Indra Kesuma (34), warga Dusun III ...
MGID

Loading…


Awie
Jawa Elektrik
AdvertNative 320 x 200