Categories: Metro 24 Jam

2 Hari Harimau Mengaum di Bukit Senyum, Warga Huta Baru Urung Geger

Warga Huta Baru Urung, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun, digegerkan suara auman harimau selama 2 hari berturut-turut. Sang Raja Rimba diduga masih berkeliaran di seputaran Hutan Lindung Bukit Senyum, Nagori Huta Urung.

Menurut M Bakkara (54), seorang warga setempat, mereka mendengar auman harimau liar tersebut pada Jum’at (29/1/2021) dan Sabtu (30/1/2021) lalu.
Peristiwa itu pun membuat warga yang umumnya petani merasa khawatir saat bekerja di ladang mereka.

“Juma’t dan Sabtu lalu itu kami dengar harimau mengaum di Bukit Senyum, selama satu jam, kira-kira pukul 16.00 Wib. Jadi kita sepakat melaporkan ke pihak PT TPL (Toba Pulp Lestari) dan Kehutanan,” ungkap Bakkara saat ditemui di sekitar pemukiman warga, Selasa (2/2/2021).

Setelah menerima pengaduan warga, pihak PT TPL kemudian meneruskannya ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, sekaligus membentuk tim untuk mencari jejak harimau liar tersebut.

Tim TPL kemudian menyisir jejak harimau tersebut di seputaran Hutan Lindung Bukit Senyum.

“Mudah-mudahan harimau itu bisa ditangkap, supaya masyarakat merasa nyaman bertani, dan tidak dibayang-bayangi ketakutan,” harap Bakkara.

Informasi yang diperoleh, tim pencari jejak satwa liar melibatkan Kepala BKSDA Sumut DR Ir Hotmauli Sianturi, Kepala P3 KSDA Sumut Amenson SP, Kabid KSDA Wilayah II Pematang Siantar, Seno Pramudita SHut ME, Kasi Wilayah III Kisaran Alfianto Luat Siregar SHut MT MPP, Tim ANCC Aek Nauli dan Perwakilan Adi Asmono SHut.

Sementara itu, perwakilan PT TPL Aek Nauli Alexsander mengatakan, pihaknya mengetahui adanya satwa liar alias harimau di kawasan Bukit Senyum setelah menerima pengaduan dari warga sekitar.

“Kita menerima laporan dari Pak Rudi Hutagalung bahwa ada auman harimau di seputar Bukit Senyum. Kemudian kita laporkan ke pihak BBKSDA Sumut, dan ditindaklanjuti ke lokasi satwa liar dilindungi itu,” ungkapnya,

Sementara itu, Manager Fiber Enviro PT TPL, Mangasi Sianipar menjelaskan bahwa perusahaan dalam mejalankan sisi kewajiban konservasi keberadaan satwa liar telah melakukan beberapa hal.

Adanya areal zona lindung di mana regulasi menyebutkan ketersediaan 10% dari hutan produksi. Dan telah dilakukan perusahaan dengan menyediakan 20% areal sebagai kawasan lindung.

“Perusahaan juga melakukan sosialisasi larangan membuat jerat melalui papan pengumuman terkait konservasi di titik-titik area konsesi yang dilalui masyarakat serta bekerjasama dengan instansi terkait,” sebut Mangasi Sianipar saat dihubungi melalui selulernya.

Ia juga menjelaskan, PT TPL juga selama ini sudah bekerjasama dengan BKSDA Sumut dalam pelatihan dan survey okupansi harimau Sumatera serta menempatkan sejumlah kamera di berbagai tempat.

Terpisah, perwakilan BKSDA Adi Asmono menjelaskan, pihaknya langsung menanggapi laporan tersebut dan melakukan patroli di sekitar lokasi untuk menyisir jejak harimau Sumatera,

“Ketika kita cek ke lokasi auman, ditemukan ada tali jerat milik warga dipinggiran hutan antara batas lahan TPL. Jerat itu untuk menangkap babi hutan bukan harimau. Selain itu, juga kita temukan jejak harimau Sumatera di pinggiran sungai di sekitar lokasi,” ujarnya.

Adi menjelaskan, penyisiran jejak harimau tersebut telah dilakukan sejak Sabtu (30/1/2021) kemarin dan akan berlangsung hingg Jum’at (5/2/2021) mendatang.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap satwa liar.

“Masyarakat petani juga kita sarankan supaya jangan memasang jerat di seputaran Bukit Senyum, karena bisa menimbulkan kepunahan satwa liar. Kita juga meminta masyarakat agar tetap waspada dengan keberadaan Harimau liar,” pungkasnya. (*)

Recent Posts

Ketua Fraksi PAN DPRD Deliserdang: Lelang Jabatan Harus Profesional, Peringkat 1 Harus Jadi Kadis

Ketua Fraksi PAN DPRD, Bayu Sumantri Agung, mengkritik proses Lelang Jabatan Eselon II yang digelar…

1 jam ago

Gegara Dituduh Curi Beras, Ponakan Tikam Bude Pakai Gunting, Warga Jalan Ade Irma Geger!

Warga seputaran Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Martoba, Siantar Utara digegerkan aksi penikaman yang dilakukan…

2 jam ago

Soal Tambang Batu di Siregar Aek Nalas, KPH Balige: Itu APL, Ketua DPRD Toba: Harus Disikapi dengan Bijak

Lokasi penambangan liar galian C batu padas di Huta Holbung, Desa Siregar Aek Nalas, Kecamatan…

2 jam ago

Ditangkap Polisi dan Positif Narkoba, Kades Pulo Tagor Baru Hanya Direhabilitasi

Oknum Kepala Desa Pulo Tagor Baru, Kecamatan Galang, Deliserdang, yang terjerat kasus narkoba akhirnya bisa…

3 jam ago

Duduk-duduk di Kawasan TPU, Pemuda 18 Tahun Tewas Tertimpa Tembok Rubuh

Seorang pemuda tewas lantaran tertimpa tembok rubuh di kawasan TPU, Jalan Medan, Lingkungan I, Kelurahan…

4 jam ago

Digrebek Polisi, Pengedar Sabu Kampung Banjar Tunjuk Temannya

Satuan Reserse Narkoba Polres Pematang Siantar kembali melakukan penggrebekan di Kelurahan (Kampung) Banjar, Siantar Barat,…

4 jam ago