Categories: Metro 24 Jam

Pedagang Bertahan di Lokasi Eks Pasar Delitua, Retribusi Sampah Dianggap Jadi ‘Restu’ Camat

Sejumlah pedagang di Delitua masih bertahan berjualan di pasar lama, Jalan Stasiun Kereta Api, Kelurahan Delitua Induk, Kecamatan Delitua. Alhasil, kondisi di Jalan Stasiun KA hingga ke Jalan Besar Delitua tersebut seringkali terjadi kemacetan lalulintas.

Pemerintah Kabupaten Deliserdang sebenarnya sudah mengantisipasi hal tersebut dengan membangun pasar tradisional Deli Old Town, yang cukup megah, di Kelurahan Delitua Barat.

Tak tanggung-tanggung, menurut informasi yang diperoleh, pembangunan Pasar Tradisional Deli Tua Old Town tersebut menelan biaya hingga Rp30 miliar.

Ironisnya, sejumlah pedagang selalu saja menolak untuk direlokasi ke tempat megah itu dengan berbagai dalih. Salah satunya adalah, karena di tempat lama mereka tetap dikutip biaya retribusi sampah oleh pihak kecamatan.

Para pedagang seolah telah mendapat restu dari Camat Delitua Wakil Karokaro SE MSi, karena selama setahun terakhir mereka bertahan berjualan di sana, pihak kecamatan tetap mengutip biaya retribusi sampah.

“Tiap hari kan, semua pedagang ini dikutip uang sampah sama si Cahaya. Yang jual cabe-sayur Rp2.000, yang jual buah Rp5.000,” beber salah seorang pedagang kepada Metro24jam.com, sembari memperlihatkan karcis retribusi sampah atas nama Pemkab Deliserdang.

Sementara itu, wanita bernama Cahaya saat ditemui, tak menampik telah melakukan pengutipan yang disebutkan pedagang. Ia mengatakan, setelah melakukan pengutipan, uang tersebut langsung disetor kepada petugas kebersihan dari Kecamatan Delitua.

“Uang ini (kutipan) ku setor ke Ipno (petugas kebersihan-red) untuk dibagikan ke orang kerja sekitar Rp400.000 seminggu. Sudah lebih dari 3 bulan,” kata Cahaya, yang juga salah seorang pedagang di sana.

Terpisah, Kasi Trantib Kecamatan Delitua, Ganda Sihombing, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengaku tidak mengetahui perihal kutipan uang kebersihan terhadap para pedagang tersebut.

Namun ketika disinggung bahwa itu menjadi alasan para pedagang masih tetap bertahan di Pasar Delitua lama, di simpang Jalan Pamah, Kelurahan Delitua Induk, Kecamatan Delitua, Ganda mengatakan masih menunggu perintah camat.

“Kalau itu saya kurang tau lah. Cuma kalau untuk penertiban pedagang itu menunggu perintah Camat lah bang,” katanya. (*)

Recent Posts

Ketua Fraksi PAN DPRD Deliserdang: Lelang Jabatan Harus Profesional, Peringkat 1 Harus Jadi Kadis

Ketua Fraksi PAN DPRD, Bayu Sumantri Agung, mengkritik proses Lelang Jabatan Eselon II yang digelar…

1 jam ago

Gegara Dituduh Curi Beras, Ponakan Tikam Bude Pakai Gunting, Warga Jalan Ade Irma Geger!

Warga seputaran Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Martoba, Siantar Utara digegerkan aksi penikaman yang dilakukan…

1 jam ago

Soal Tambang Batu di Siregar Aek Nalas, KPH Balige: Itu APL, Ketua DPRD Toba: Harus Disikapi dengan Bijak

Lokasi penambangan liar galian C batu padas di Huta Holbung, Desa Siregar Aek Nalas, Kecamatan…

2 jam ago

Ditangkap Polisi dan Positif Narkoba, Kades Pulo Tagor Baru Hanya Direhabilitasi

Oknum Kepala Desa Pulo Tagor Baru, Kecamatan Galang, Deliserdang, yang terjerat kasus narkoba akhirnya bisa…

3 jam ago

Duduk-duduk di Kawasan TPU, Pemuda 18 Tahun Tewas Tertimpa Tembok Rubuh

Seorang pemuda tewas lantaran tertimpa tembok rubuh di kawasan TPU, Jalan Medan, Lingkungan I, Kelurahan…

4 jam ago

Digrebek Polisi, Pengedar Sabu Kampung Banjar Tunjuk Temannya

Satuan Reserse Narkoba Polres Pematang Siantar kembali melakukan penggrebekan di Kelurahan (Kampung) Banjar, Siantar Barat,…

4 jam ago