Categories: Metro 24 Jam

Gajah Liar Betina Sedang Bunting Ditemukan Mati di Bener Meriah, Diduga Ini Penyebabnya!

Seekor gajah liar Sumatera berjenis kelamin betina ditemukan mati di Dusun Timbang Rasa, Desa Blang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah. Gajah betina tersebut juga diketahui sedang bunting atau mengandung.

Temuan tersebut berawal saat tim gabungan yang terdiri dari masyarakat, TNI/Polri, Camat, dan CRU DAS Peusangan melakukan penanganan konflik gajah melalui penggiringan di Desa Blang Rakal dan Desa Negeri Antara, Selasa (12/01/2021).

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Agus Arianto, mengatakan, dalam perjalanan penelusuran jejak kelompok gajah liar tersebut pada pukul 09:00 WIB, tim menemukan seekor individu gajah betina yang sudah mati di samping alur sungai yang berada di sekitar kebun masyarakat Desa Blang Rakal.

Pada hari yang sama, kata Agus, tim dokter hewan dari BKSDA Aceh dan PKSL Unsyiah bergerak dari Banda Aceh menuju lokasi kejadian untuk melakukan nekropsi atau bedah bangkai guna mencari tahu penyebab kematiannya. Besoknya, tim dokter dan Kepolisian melakukan olah TKP disertai nekropsi.

“Setelah melakukan koordinasi dengan Kepolisian dan Kepala Desa, tim dokter hewan, dan CRU DAA Peusangan bersama Polres Bener Meriah dan Polsek melakukan olah TKP serta nekropsi terhadap temuan bangkai gajah tersebut. Disaksikan pula oleh Muspika Blang Rakal,” kata Agus, Kamis (14/01/2021).

Dari hasil olah TKP, lanjut Agus, ditemukan adanya milik warga berjarak sekitar seratus meter dari lokasi temuan bangkai yang diduga telah dirusak kawanan gajah liar. Ditemukan juga sisa pupuk tercecer di dalam dan luar gubuk. Disebutkan,

Sedangkan dari hasil nekropsi, kata Agus, diperoleh hasil bahwa gajah betina ini berusia sekitar sepuluh tahun dalam kondisi bunting, tidak ditemukan adanya bekas kekerasan fisik baik luka tembak, sayat, tusuk dan bakar, terlihat perubahan pada usus hemoragi, jantung hancur, dan lidah membiru.

“Berdasarkan hasil nekropsi yang dilakukan secara Makroskopis, dugaan sementara kematian gajah akibat keracunan pupuk. Guna mengetahui kepastian penyebab kematiannya, sampel organ berupa hati, limpa, paru-paru, usus, isi lambung, lidah, dan feses akan dikirim ke Pusat Laboratorium Forensik untuk dilakukan uji toksicologi,” tukas Agus.

BKSDA Aceh juga akan terus berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Resort Bener Meriah untuk mengetahui ada tidaknya unsur pidana terkait dengan penyebab kematian gajah liar tersebut. (*)

Recent Posts

Berhasil Curi Honda Supra, 2 Pria Ini Lebaran di Sel Polisi Plus Masing-masing Sebutir Peluru

Dua orang pria terpaksa dilumpuhkan tekab Polsek Medan Baru. Pasalnya, kedua sohib itu nekat melawan…

7 jam ago

Benda Mirip Mortir Ditemukan di Hatonduhan

Huta VIII, Nagori Tangga Batu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun mendadak ramai, Selasa (13/4/2021) sekira pukul…

8 jam ago

Polisi Jaga Ketat Pencairan Dana UMKM di Pematang Siantar

Personel Sat Sabhara Polres Pematang Siantar, melakukan penjagaan dan pengawasan ketat pencairan dana Usaha Menengah…

8 jam ago

Kades Pulo Tagor Baru Ditangkap Kasus Sabu, Sekdes dan Bandahara Desa Datang Menjenguk

Sat Resnarkoba Polresta Deliserdang menangkap Kepala Desa Pulo Tagor Baru, Kecamatan Galang, Salimuddin dari kediamannya,…

13 jam ago

Panglong Kayu Marzul di Desa Bakaran Batu Ludes Dilahap Api, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Panglong pembuatan kusen dan pintu milik Marzul Efendi (39), di Gang Setia Budi Ujung, Dusun…

17 jam ago

5 Ruko di Jalan Rahmadsyah Terbakar, Seorang Wanita Lansia Tewas Terpanggang

Api melahap 5 unit ruko di Jalan Rahmadsyah, Kota Matsum I, Kecamatan Medan Area, Rabu…

17 jam ago