Categories: Metro 24 Jam

6 Hari Dirawat, Elang Brontok Peliharaan Warga Kembali Terbang Bebas

Seekor burung jenis Elang Brontok, akhirnya kembali terbang bebas setelah sebelumnya sempat dipelihara. Satwa dilindungi ini dilepasliarkan oleh petugas Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Lhokseumawe BKSDA Aceh dan Resor 11 KSDA Aceh Utara.

Staf Resor 11 KSDA Aceh Utara, Nurdin, menyebutkan elang brontok dalam kondisi masih liar tersebut dilepaskan di kawasan hutan setempat, Senin (11/01/2021).

Pihaknya menerima serahan burung ini dari salah seorang warga Kota Lhokseumawe.

“Elang tersebut sudah enam hari dirawat di SKW I Lhokseumawe setelah sebelumnya kami evakuasi yang diserahkan oleh salah seorang warga yang ada di Lhokseumawe. Maka, Tim mengambil langkah untuk melepaskan kembali ke alam liar dengan alasan Elang jenis ini sudah layak untuk dilepaskan,” ujar Nurdin kepada Metro24jam.com.

Sementara itu, Kasi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe BKSDA Aceh, Kamaruddzaman, menyebutkan pihaknya memberikan apresiasi kepada tim yang bertugas dan upaya masyarakat yang ikut membantu dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati melalui penyerahan secara sukarela terhadap jenis satwa liar yang dilindungi.

Seksi Konservasi Wilayah I juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memelihara jenis tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi berdasar peraturan yang berlaku dan apabila menjumpai adanya satwa liar dilindungi yang dipelihara ataupun terluka dapat segera menghubungi Balai KSDA Aceh.

Dijelaskan, elang brontok merupakan jenis satwa liar dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.20/Menlhk/Setjen/Kum,1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar Yang Dilindungi.

Jenis burung Changeable Hawk-eagle atau Crested Hawk-eagle ini dalam bahasa Inggris memiliki status Least Concern/beresiko rendah berdasarkan The IUCN Red List of Threatened Species.

Populasi dari Elang Brontok juga mengalami penurunan akibat deforestasi yang semakin marak terjadi dan peningkatan kerusakan atau gangguan akibat manusia. (*)

Recent Posts

Kades Pulo Tagor Baru Ditangkap Kasus Sabu, Sekdes dan Bandahara Desa Datang Menjenguk

Sat Resnarkoba Polresta Deliserdang menangkap Kepala Desa Pulo Tagor Baru, Kecamatan Galang, Salimuddin dari kediamannya,…

53 detik ago

Panglong Kayu Marzul di Desa Bakaran Batu Ludes Dilahap Api, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Panglong pembuatan kusen dan pintu milik Marzul Efendi (39), di Gang Setia Budi Ujung, Dusun…

4 jam ago

5 Ruko di Jalan Rahmadsyah Terbakar, Seorang Wanita Lansia Tewas Terpanggang

Api melahap 5 unit ruko di Jalan Rahmadsyah, Kota Matsum I, Kecamatan Medan Area, Rabu…

5 jam ago

Tak Ada Izin, Penginapan di Desa Patumbak 1 Ini Tetap Beroperasi dan Jadi Tempat Maksiat

Di depan pintu masuknya terpampang nama 'Valentino'. Menurut warga setempat bangunan tersebut merupakan sebuah penginapan…

5 jam ago

Kapolda Sumut, Gubernur dan Pangdam I/BB Pimpin Penataan KJA di Danau Toba

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, memimpin penataan Keramba Jaring Apung (KJA),…

5 jam ago

Jajaran Polres Toba dan Masyarakat Deklarasi Tolak Narkoba

Kapolres AKBP Akala Fikta Jaya didampingi Kasat Resnarkoba AKP Firman Peranginangin dan sejumlah Pejabat Utama…

21 jam ago