Categories: Metro 24 Jam

Peredaran Sabu Marak di Serbelawan, Modus Transaksi ‘Salam Tempel’

Peredaran sabu-sabu yang mirip kacang goreng di wilayah Serbelawan Kecamatan Dolok Batu Nanggar membuat masyarakat setempat mendesak pihak kepolisian agar lebih agresif melakukan penindakan.

Menurut seorang warga Serbelawan, peredaran narkoba masih subur kawasan itu.

“Rata-rata pengedar narkoba ini menyasar remaja usia produktif. Awalnya [pemakai] hanya coba-coba, lama-lama pasti ketagihan,” katanya.

Buntut dari ketagihan narkoba, para pecandu biasanya akan melakukan kejahatan seperti pencurian untuk mendapatkan uang membeli barang haram itu. Tak jarang, para remaja akhirnya putus sekolah.

“Sistemnya ‘salam tempel’ di situ, seperti si KN, dia ‘main’ di Jalan Karya Bakti Komplek SMP Serbelawan. Kemudian ada lagi mantan residivis, yang main di bengkel sepedamotor di Jalan Merdeka. Mereka (pengedar dan pemakai-red), kalau ketemu cuma salam tempel aja, langsung pergi,” sebut pria yang ditemui di seputaran komplek RGS, Kamis (31/12/2020) siang.

Ia pun menuding bahwa kedua pengedar yang disebutkan tersebut, mendapat semacam jaminan perlindungan dari sang bandar besar sehingga tidak pernah ditindak oleh pihak berwajib.

“Karena sampai sekarang ini, mereka ini masih bebas menjual dan mengedarkan sabu-sabu di Serbelawan ini,” ketusnya.

Sementara itu, Ruslan Purba selaku orangtua serta Penasehat Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPC) Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat), Kecamatan Huta Bayu Raja, Simalungun menyesalkan sejumlah keluarga merasa aib jika ada anak-anak mereka yang mengalami ketergantungan narkoba.

“Akibatnya, keluarga pecandu enggan melapor sehingga berdampak pada penanganannya. Ini bukan aib, tetapi harus dilaporkan, sehingga bisa diatasi dengan baik,” kata dia.

Ruslan menambahkan, prinsip para keluarga yang coba menutupi adanya salah satu anggota keluarga mereka ketergantungan narkoba menjadi potensi yang menyebabkan maraknya penggunaan narkotika di masyarakat.

“Di mana seharusnya, sesuai peraturan dan UU, kita tidak usah khawatir, kalau mereka, atau anak-anak ini memang adalah pemakai atau pecandu, jika dilaporkan justru akan rehabilitasi,” kata Ruslan Purba kepara Metro24jam.com, Kamis (31/12/2020).

Faktor lain penyebab maraknya peredaran narkoba adalah rasa ingin tahu dari anak-anak muda untuk mencoba obat-obatan terlarang tersebut.

Untuk mencegah hal tersebut, Ruslan menilai pentingnya orangtua mengawasi keluarga mereka dan lingkungan sekitar agar tidak terjerumus.

“Ini tentu tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat saja. Maka perlu keterlibatan para orangtua, tokoh-tokoh, baik tokoh muda, tokoh agama dan masyarakat yang lain. Terutama oknum korup harus disingkirkan, ada kemungkinan anak bangsa terbebas dari peredaran narkoba,” tandasnya.

Ia meminta aparat di lapangan agar jeli melihat kondisi terduga kepemilikan narkoba yang ditangkap. Karena, menurut Ruslan, para bandar narkoba saat ini sangat cerdik untuk mengelabui petugas.

“Kalau tertangkap, mereka (bandar), berupaya agar statusnya hanya pecandu,” terangnya.

Mantan anggota DPRD Simalungun ini juga mengutarakan keprihatinannya terhadap sistem penegakan hukum yang belum mampu menimbulkan efek jera bagi para pengedar narkoba.

Sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun meringkus 2 penyalahguna sabu-sabu bernama Desmon alias Bades (49) dan dan Minardi alias Nardi (50), Selasa (29/12/2020) sekira pukul 11.00 Wib.

Keduanya diketahui beralamat di Jalan Cempaka, Nagori Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Simalungun dan Jalan Bola Kaki, Kelurahan Banjar, Kota Pematang Siantar,

Kasubag Humas Polres Simalungun AKP Lukman Hakim Sembiring mengatakan, dari tangan kedua pria yang ditangkap di Jalan Ulakma Sinaga, Nagori Rambung Merah itu ditemukan barang bukti 1 paket sabu-sabu seberat 0,38 gram (bruto), alat isap sabu dan henphone. (age)

Recent Posts

Ketua Fraksi PAN DPRD Deliserdang: Lelang Jabatan Harus Profesional, Peringkat 1 Harus Jadi Kadis

Ketua Fraksi PAN DPRD, Bayu Sumantri Agung, mengkritik proses Lelang Jabatan Eselon II yang digelar…

2 jam ago

Gegara Dituduh Curi Beras, Ponakan Tikam Bude Pakai Gunting, Warga Jalan Ade Irma Geger!

Warga seputaran Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Martoba, Siantar Utara digegerkan aksi penikaman yang dilakukan…

3 jam ago

Soal Tambang Batu di Siregar Aek Nalas, KPH Balige: Itu APL, Ketua DPRD Toba: Harus Disikapi dengan Bijak

Lokasi penambangan liar galian C batu padas di Huta Holbung, Desa Siregar Aek Nalas, Kecamatan…

3 jam ago

Ditangkap Polisi dan Positif Narkoba, Kades Pulo Tagor Baru Hanya Direhabilitasi

Oknum Kepala Desa Pulo Tagor Baru, Kecamatan Galang, Deliserdang, yang terjerat kasus narkoba akhirnya bisa…

4 jam ago

Duduk-duduk di Kawasan TPU, Pemuda 18 Tahun Tewas Tertimpa Tembok Rubuh

Seorang pemuda tewas lantaran tertimpa tembok rubuh di kawasan TPU, Jalan Medan, Lingkungan I, Kelurahan…

5 jam ago

Digrebek Polisi, Pengedar Sabu Kampung Banjar Tunjuk Temannya

Satuan Reserse Narkoba Polres Pematang Siantar kembali melakukan penggrebekan di Kelurahan (Kampung) Banjar, Siantar Barat,…

5 jam ago