Categories: Metro 24 Jam

Ironi Nasib Buruh Rekanan RS PTPN IV Laras, Bekerja Tanpa APD dan Ditempatkan di Ruangan Eks Kamar Mayat

Sejumlah rekanan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV, dinilai masih mengabaikan kewajiban mereka yang telah diatur dalam kontrak pekerjaan, terutama penggunaan alat pelindung diri (APD) dan fasilitas tempat tinggal bagi Buruh Harian Lepas (BHL).

Hal itu ditemukan dalam pengerjaan Rumah Sakit PTPN IV Kebun Laras. Para pekerja sama sekali tidak pernah mengenakan APD, sesuai dengan standar Kesehatan & Keselamatan Kerja (K3).

Ironisnya, para pekerja–yang seluruhnya berasal dari luar daerah Kabupaten Simalungun–ditempatkan dan harus beristirahat di ruangan eks kamar mayat selama proses pelaksanaan pembangunan/rehab gedung IGD Rumah Sakit Laras.

Pantauan di lokasi, para buruh dimaksud memang bekerja tanpa APD saat melakukan pekerjaan rehabilitas gedung IGD RS Laras.

Salah seorang pekerja yang ditemui membenarkan bahwa tidak memiliki barak.

“Kami seharusnya sudah selesai dan serah terima, Senin (28/12/2020). Tapi karena belum selesai maka waktu pengerjaan diperpanjang,” katanya.

Pria paruh baya itu juga mengakui, bahwa selama bekerja tinggal dan istirahat di eks Ruang Pemulasaraan Jenazah RS Laras.

“Iya, bekas kamar mayat. Kamar mayatnya dipindah, kami bersebelahan. Jadi kami masak dan lauk beli di warung,” katanya.

Sementara itu, menurut sumber Metro24jam.com, dalam kontrak pengerjaan rehabilitasi gedung IGD tersebut sebenarnya sudah dianggarkan dana untuk tempat tinggal sementara para pekerja mandah.

Seorang warga yang menaruh prihatin dan peduli buruh pun mendesak agar pimpinan di Kantor Direktur (Kandir) PTPN IV Medan, mengambil sikap dengan mem-blacklist para rekanan yang membandel.

“Ini pekerja tidak memiliki base camp. Harusnya ada tempat tinggal dan tempat istirahat mereka selama proses pelaksanaan pembangunan/rehab berlangsung,” kata Saragih (63), warga Kecamatan Bandar Huluan, yang ditemui di pelataran parkir RS Laras PTPN IV Senin (28/12/2020) siang.

“Kamar mandi dan WC pekerja juga harus dibuat sebagus mungkin dan terjaga kebersihannya, agar tukang bangunan dapat membersihkan badan dan istirahat nyaman setelah bekerja, bukan tinggal dan istirahat di bekas kamar mayat,” ketusnya.

Ia mengatakan, penempatan para pekerja di eks kamar mayat sangat tidak layak. Karena sampai saat ini, pihak rekanan juga terkesan abai dengan Sistem Manajemen Kesehatan Kerja (SMK3) serta Prokes.

“Di mana rasa kemanusiaannya? Harga bedeng (base camp) yang layak itupun tak seberapa dengan nilai proyek, kalau kita lihat fakta anggaran proyek rehab ini,” ketusnya.

Terpisah, seorang pemilik toko bangunan sekaligus perusahaan konstruksi di Kota Pematang Siantar mengatakan bahwa dia selalu membangunkan base camp kepada para pekerjanya.

“Saya kalau ada proyek, tetap bikin bedeng itu. Paling anggarannya di angka Rp 5 juta sampai Rp 6 juta saja,” katanya.

“Contoh, untuk bedeng ukuran 12 meter persegi, dibutuhkan paling tidak 24 lembar triplek 6 mm, 30 batang kayu broti ukuran 4 meter dan atap seng 25 meter persegi. Itu membangunnya kan tukang juga tanpa biaya tambahan,” kata dia.

Sementara itu pimpinan Rumah Sakit Laras, Dr Tatik Sulistiani, juga sangat sulit ditemui dengan berbagai alasan yang disebut petugas piket.

Saat coba ditemui Metro24jam.com, Senin (28/12/2020), seorang petugas sekuriti mengatakan bahwa pimpinannya itu sedang tidak berada di tempat.

“Manajer tugas luar daerah, kalau tidak salah pesannya tugas luar ke Padang (Sumatera Barat),” katanya.

Ia kemudian menyarankan Metro24jam.com agar meminta konfirmasi melalui Unit Kebun Laras PT Perkebunan Nusantara IV.

Terkait penempatan para pekerja di ruang eks kamar mayat tersebut, rekanan PTPN IV bernama Ishak, ketika dikonfirmasi kembali, Senin (28/12/2020) sore, tidak memberikan jawaban. Pesan yang dikirimkan melalui WhatsApp terlihat dibaca. (*)

BACA JUGA:
Rehab Gedung UGD RS Laras Terus Digenjot, Pelaksana: Tak Ada Pasien Terganggu, Pekerja Dilengkapi Alat Prokes, Tapi Tak Dipakai

Recent Posts

Lagi Cas HP, Tabung Gas Diduga Bocor, Kios di Jalan Perjuangan Meledak, Pemilik Dilarikan ke RS

Satu ledakan hebat, Jum'at (16/4/2021) sekira pukul 23.00 Wib, sontak membuat warga sekitar Jalan Perjuangan…

22 jam ago

Judi Dadu Putar di Dusun Batu Karang Kembali Buka, Bulan Ramadhan Makin Meriah

Pihak kepolisian bersama Forkopimda sedang gencar-gencarnya melakukan razia terhadap kegiatan yang dinilai tidak ada kaitan…

22 jam ago

Berawal dari Penangkapan di Sei Semayang, Reskrim Polsek Patumbak Ringkus Kurir Ganja dari Medan dan Madina

Personel Unit Reskrim Polsek Patumbak, meringkus 3 kurir ganja Jum'at (09/04/2021) lalu. Dari penangkapan tersebut,…

23 jam ago

Prosesi Lelang Jabatan Pemkab Deliserdang Selesai, Pansel Akan Kirim 3 Nama

Prosesi dan tahapan Seleksi Lelang Jabatan Eselon II Pemkab Deliserdang segera tuntas hari ini, Sabtu…

24 jam ago

Ironi di Bulan Ramadhan, Judi Togel di Simalungun Malah Makin Marak, Warga Buru ‘THR’ Bandar?

Sejumlah kegiatan sehari-hari masyarakat kini dibatasi lantaran pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Dampak kebijakan tersebut…

1 hari ago

Kapolres Batubara Bantu Jamaah Masjid

Memasuki bulan suci Ramadhan, Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis SH MH, menyalurkan bantuan di sejumlah…

2 hari ago