Categories: Metro 24 Jam

PTPN IV Kebun Gunung Bayu Dituding ‘Tutup Mata’ Terhadap Pasokan Material Ilegal

Hasil penambangan Galian C diduga ilegal, berupa batu padas dan pasir dari aliran Sungai Bah Bolon, Kabupaten Simalungun, ditengarai mengalir ke sejumlah perusahaan swasta maupun Badan Usaha Milik Negara seperti PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV.

Dugaan itu berdasarkan fakta pada proyek pengerasan dan peningkatan jalan produksi PTPN IV Gunung Bayu, Kecamatan Bosar Maligas. Rekanan PTPN IV sebagai pelaksana pekerjaan diduga telah memasok material batu padas yang diduga berasal dari penambangan ilegal.

Ironisnya, PTPN IV Gunung Bayu sebagai pengawas, seakan ‘tutup mata’ dengan tidak memberikan tindakan terhadap rekanan nakal.

“Selain tidak sesuai SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja)-nya, batu padas ini bercampur lumpur. Diduga hasil penambangan Galian C ilegal di bantaran Sungai Bah Bolon, Simalungun,” sebut sumber yang ditemui di seputaran jalan produksi menuju PKS Gunung Bayu, Sabtu (26/12/2020) siang.

“Black list aja rekanan nakal ini. Pengawas, dalam hal ini PTPN IV Kebun Gunung Bayu, harus tegas dan betul-betul mengawasi. Bila perlu jangan dibayar klaimnya,” imbuh pria yang biasa disapa Pak Damanik.

Dia menambahkan, jika indikasi proyek pengerasan dan peningkatan jalan produksi di PTPN IV Gunung Bayu, menggunakan material dari penambangan ilegal, maka kontraktor (rekanan) maupun penerima atau pembeli, bisa sama-sama dipidana.

Menurutnya, pihak Kebun Gunung Bayu sebagai pengawas sebelum menyerahkan SPMK, melalui asisten teknik seharusnya mengecek sumber pasokan bahan baku, apakah memilik izin atau ilegal.

“Jangan sampai proyek PTPN IV menerima pasokan bahan baku dari tambang ilegal. Aparat penegak hukum sudah selayaknya melakukan penyelidikan dugaan pelanggaran pidana penambangan ilegal tersebut,” katanya.

Material batu padas bercampur lumpur yang akan digunakan dalam pengerasan jalan produksi di PTPN Gunung Bayu. (file/metro24jam.com)

Berdasarkan UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dalam Pasal 161, setiap orang yang menampung/pembeli, pengangkutan, pengolahan ilegal dapat dipidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

“Selain itu, apabila ada indikasi suatu proyek pembangunan menggunakan material dari penambangan tidak berizin, maka kontraktornya juga bisa dipidana,” kata Edy, seorang mahasiswa Fakultas Hukum di salah satu universitas di Pematang Siantar.

Terpisah mewakili Rekanan PTPN IV, bermarga Situmeang mengatakan surat izin dari tangkahan sudah ada.

“Soal izin bisa dipertanyakan ke pihak batu padas, atau kepihak tangkahan. Bisa juga, tanya kepihak batu yang masukkan. Dan, aku sudah tanya soal izin kepada Bang Jaya, kalau surat izin dari tangkahan pasti ada,” katanya.

Pria yang disebut pelaksana lapangan pengerjaan proyek pengerasan dan peningkatan jalan produksi PTPN IV unit Gunung Bayu ini menjelaskan batu padas yang hendak dihaparkan saat ini sebanyak 170 ton. Namun enggan menjelaskan nama perusahaan Rekanan PTPN IV, tempatnya bekerja.

“Batu masuk sekitar 170 ton. Soal perusahaan, aku gak ada hak ngasih itu,” katanya melalui aplikasi WhatsApp.

Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo SIK ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Rahcmat Ari Bowo hingga saat ini belum menjawab pesan konfirmasi yang dikirimkan Metro24jam.com. (age)

BACA JUGA:
Material Pengerasan Jalan Produksi di PTPN IV Kebun Gunung Bayu Tak Penuhi Standar

Recent Posts

Ketua Fraksi PAN DPRD Deliserdang: Lelang Jabatan Harus Profesional, Peringkat 1 Harus Jadi Kadis

Ketua Fraksi PAN DPRD, Bayu Sumantri Agung, mengkritik proses Lelang Jabatan Eselon II yang digelar…

2 jam ago

Gegara Dituduh Curi Beras, Ponakan Tikam Bude Pakai Gunting, Warga Jalan Ade Irma Geger!

Warga seputaran Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Martoba, Siantar Utara digegerkan aksi penikaman yang dilakukan…

3 jam ago

Soal Tambang Batu di Siregar Aek Nalas, KPH Balige: Itu APL, Ketua DPRD Toba: Harus Disikapi dengan Bijak

Lokasi penambangan liar galian C batu padas di Huta Holbung, Desa Siregar Aek Nalas, Kecamatan…

3 jam ago

Ditangkap Polisi dan Positif Narkoba, Kades Pulo Tagor Baru Hanya Direhabilitasi

Oknum Kepala Desa Pulo Tagor Baru, Kecamatan Galang, Deliserdang, yang terjerat kasus narkoba akhirnya bisa…

4 jam ago

Duduk-duduk di Kawasan TPU, Pemuda 18 Tahun Tewas Tertimpa Tembok Rubuh

Seorang pemuda tewas lantaran tertimpa tembok rubuh di kawasan TPU, Jalan Medan, Lingkungan I, Kelurahan…

5 jam ago

Digrebek Polisi, Pengedar Sabu Kampung Banjar Tunjuk Temannya

Satuan Reserse Narkoba Polres Pematang Siantar kembali melakukan penggrebekan di Kelurahan (Kampung) Banjar, Siantar Barat,…

5 jam ago