Sabtu, 27 Februari 2021 | 17.20 WIB
Banner Advertnative
Metro24Jam>News>2 Pegawai PT Agung Beton Persada Utama Ditahan, Diduga Lalai Akibatkan Kecelakaan Kerja

2 Pegawai PT Agung Beton Persada Utama Ditahan, Diduga Lalai Akibatkan Kecelakaan Kerja

Reporter : Firman Zega | Selasa, 15 Desember 2020 - 20:33 WIB

IMG-102851

Kedua tersangka diamankan di Mapolres Pematang Siantar. (ist/metro24jam.com)

AdvertNative 160×600

SIANTAR, metro24jam.com – Tepat 7 bulan setelah peristiwa yang mengakibatkan rekan kerjanya cacat seumur hidup, 2 pegawai PT Agung Beton Persada Utama akhirnya ditangkap atuan Reskrim Polres Pematang Siantar.

Kasat Reskrim AKP Edi Sukamto ketika dikonfirmasi melalui Kanit 1 Jatanras Ipda Wilson Panjaitan mengatakan, kedua tersangka adalah Martua Marolop Aruan (28) dan Andi Lesmana (23)

Keduanya ditahan berdasarkan pengaduan Serda Lili Ginting–warga Komplek Asrama Rindam, Kelurahan Setia Negara, Siantar Sitalasari–pada Selasa (29/9/2020) lalu. Ia merasa keberatan terhadap perusahaan yang dianggap tidak menjalankan prosedur keselamatan kerja sehingga putranya, Teguh Syahputra Ginting (18), mengalami kecelakaan kerja.

Teguh harus kehilangan tangan kirinya setelah tergilas mesin saat bekerja membersihkan belting conveyor di Bagian Produksi PT Agung Beton Persada Utama pada 15 April 2020 lalu.

Ipda Wilson Panjaitan menjelaskan, Martua Marolop Aruan yang menjabat sebagai Kepala Produksi perusahaan saat itu diamankan dari Sigura-gura, Asahan. Sedangkan Andi Lesmana diamankan dari Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai.

“Jadi kedua pelaku ini kami amankan dari rumahnya masing-masing. Keduanya dijerat Pasal 360 KUHP, karena akibat kelalaiannya menyebabkan orang luka berat. Ancaman hukumannya penjara selama-lamanya 5 tahun,” kata jelas Wilson di ruang kerjanya, Selasa (15/12/2020) sekira jam 13.00 Wib.

Informasi dihimpun Metro24jam.com, peristiwa itu terjadi saat Teguh Syahputra Ginting sedang bekerja di perusahaan Ready Mix Concrete atau cor beton itu pada 15 April 2020 lalu, sekira pukul 11.15 Wib.

Teguh yang merupakan pekerja di bagian mesin produksi cor beton yang sudah menandatangani kontrak selama 6 tahun untuk perusahaan tersebut.

Insiden yang nyaris mengakibatkan Teguh kehilangan nyawa itu terjadi saat ia membersihkan belting conveyor mesin produksi. Saat itulah, tiba-tiba mesin menyala sehingga tangannya langsung tergulung pada belting conveyor.

Kepada wartawan sebelumnya, Teguh mengatakan, bahwa belting conveyor tersebut dibersihkan setiap saat lantaran kondisinya yang sudah tidak layak pakai. Jika tidak dibersihkan, maka akan mempengaruhi produksi.

Teguh Syahputra Ginting (kanan). (ist/metro24jam.com)

“Membersihkan itu juga sebenarnya bukan tugas kami. Itu tugas orang bengkel. Memang, waktu kami kerja pengawasnya Martua Marolop Aruan menyuruh kami membersihkan kalau belting udah jorok. Jadi kami inisiatif sendiri,” sebut Teguh kepada awak media ketika itu.

Usai kecelakaan kerja tersebut, Teguh dibawa orangtuanya, Serda Lili Ginting ke RS Vita Insani mendapatkan perawatan. Tak lama kemudian, ia dirujuk ke RS Murni Teguh Medan karena tangannya harus diamputasi.

Setelah menjalani operasi dan dirawat sekitar dua minggu di sana, Teguh akhirnya diizinkan pulang ke rumah, namun tanpa lengan kirinya.

Dalam pengaduannya, Serda Lili merasa keberatan karena perusahaan dinilai lalai dalam menjalankan SOP, serta mengabaikan tanggungjawab terhadap putranya yang kehilangan lengan kiri.

Hingga lima bulan peristiwa tersebut berlalu, pihak perusahaan disebut hanya bersedia memberikan santunan sejumlah Rp10 juta kepada Teguh yang sudah tidak bisa bekerja lagi. (*)

KOMENTAR ANDA
AdvertNative Bottom Desktop
MGID Smart Widget
Berita Lainnya
Sempat Berhenti Setelah Didemo Warga, Tambang Pasir Simponi Kembali Beroperasi

Sempat Berhenti Setelah Didemo Warga, Tambang Pasir Simponi Kembali Beroperasi

Penambangan pasir di Simponi, Kelurahan Perdagangan 1, Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun, kembali beroperasi selama sebulan terakhir. Sebelumnya, operasional penambangan pasir ...
Ditembak Tetangga Pakai Senapan Angin, IRT di Paya Bakong Dilarikan ke RS

Ditembak Tetangga Pakai Senapan Angin, IRT di Paya Bakong Dilarikan ke RS

Rohani (33), seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Desa Alue Lhok, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara terpaksa dilarikan ke ...
MTQ VII Tingkat Kecamatan Siantar Marimbun Usai, Pematang Marihat Juara Umum

MTQ VII Tingkat Kecamatan Siantar Marimbun Usai, Pematang Marihat Juara Umum

Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) VII Tahun 2021 tingkat Kecamatan Siantar Marimbun ditutup Camat Siantar Marimbun Jan Ericson Purba SSTP MSi, ...
Dua Ruko Papan Bunga di Jalan T Amir Hamzah Terbakar, 1 Orang Tewas Terpanggang

Dua Ruko Papan Bunga di Jalan T Amir Hamzah Terbakar, 1 Orang Tewas Terpanggang

Dua ruko usaha papan bunga di Jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Sei Agul, Medan Barat, dilahap Si Jago Merah, Jum'at ...
Anggota DPRD Deliserdang Ronaldta Tarigan Meninggal Dunia Usai Ikuti Raker di Berastagi

Anggota DPRD Deliserdang Ronaldta Tarigan Meninggal Dunia Usai Ikuti Raker di Berastagi

Anggota DPRD Deliserdang, Ronaldta Tarigan meninggal dunia, di Rumah Sakit Columbia Asia, Jum'at (26/2/2021). Anggota Komisi IV DPRD Deliserdang itu ...
PT TPL Bantu Pembangunan Kamar Mandi di SDN 091470 Sibaganding

PT TPL Bantu Pembangunan Kamar Mandi di SDN 091470 Sibaganding

Mendukung lingkungan pendidikan yang bersih dan berkualitas, PT Toba Pulp Lestari (TPL) Tbk membangun kamar mandi di SD Negeri 091470 ...
MGID

Loading…


Awie
Jawa Elektrik
AdvertNative 320 x 200