Categories: Metro 24 Jam

Dikonfirmasi Soal Dana Covid-19 dan Tagihan Air di Kantor Camat Girsip, Direktur RSU Parapat Enggan Temui Wartawan

Direktur UGD RSU Parapat, dr Elisabet, dinilai tidak kooperatif dengan para jurnalis yang meminta informasi. Hal itu terjadi saat sejumlah awak media hendak mengonfirmasi terkait pengunaan dana Covid-19, Selasa (1/12/2020).

Beralasan masih sibuk kerja dan kedatangan tamu, dr Elisabet tidak bersedia memberikan keterangan ketika coba dikonfirmasi awak media terkait dana Covid-19 serta tunggakan tagihan PDAM di Kantor Camat Girsang Sipangan Bolon (Girsip)–yang sempat dipakai UPT RSU Parapat untuk penangangan Covid-19.

Namun, berselang beberapa waktu, kepada Metro24jam.com melalui WhatsAppnya, dr Elisabet meminta agar hal itu ditanyakan kepada bawahannya.

“Siang pak Saya mohon maaf. Saya bukannya mengelak, memang banyak sekali pekerjaan saya. Jadi saya mohon pengertiannya. Bapak bisa ketemu anggota saya. Mereka juga ngerti. Kalau untuk dana Covid kami sudah diperiksa sama BPK. Untuk air di kantor camat sudah diselesaikan, bukan karena Covid, air menunggak. Dari Januari, air di mess sudah tdk dibayar lagi. Terima kasih,” jelas dr Elisabet melalui pesan WhatsApp.

Selanjutnya, Kepala Tata Usaha RSU Parapat, L Marpaung, menghubungi kru Metro24jam.com dan mengatakan bahwa tagihan tunggakan air di Kantor Camat Girsang Sipangan Bolon sudah dibayar.

“Kami tak ada menunggak air PAM ito, sudah kami bayar. Kami di situ sejak bulan April – Juni, jadi tak betul kami menunggak [tagihan] air,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Girsang Sipangan Bolon, Eva Suryati Uliyarta, membenarkan bahwa meteran air di Kantor Kecamatan Girsip sudah dicopot. Saat itu yang menempati kantor tersebut adalah pihak RSU Parapat untuk penanganan Covid-19.

“Benar diputus meteran airnya, waktu itu kita berkantor di Pantai Bebas, karena di kantor kecamatan Jalan Bukit Barisan sempat digunakan UPT Dinas Kesehatan untuk penanganan Covid-19 dan mereka tidak membayar tunggakan air, sebab itu lah diputus,” sebut Eva lewat telepon selulernya.

Kepala UPT PDAM Tirtalihou Unit Parapat, Krismas Silalahi, ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah mencabut meteran air di kantor Camat Girsang Sipangan Bolon akibat tunggakan selama 17 bulan belum dibayar, terhitung Juni 2019 hingga Oktober 2020.

“Pihak kantor Kecamatan Girsip menunggak rekening air selama 17 bulan. Sesuai aturan, kalau sudah lewat batas waktu pembayaran yang telah ditetapkan setiap tanggal 20, meteran air tersebut akan dicabut. Ini sesuai dengan aturan yang berlaku untuk semua orang,” ungkap Krismas.

Ia mengatakan, apabila pihak kecamatan sudah membayar tunggakan tersebut, pihaknya akan memasang kembali meteran air.

“Denda tunggakan rekening air kantor Kecamatan Girsip sebesar Rp19.150.000. Sanksi pemutusan langsung dilakukan oleh petugas PDAM Tirtalihou dari Pematang Raya, sekitar awal Oktober 2020,” tandasnya.

Sementara itu, menanggapi keengganan dr Elisabet memberikan penjelasan kepada wartawan, salah satu tokoh masyarakat Girsang Sipangan Bolon, Krisman Sagala SH mengatakan, oknum Direktur RSU Parapat dinilai tidak memahami UU Pers Nomor 40/1999 tentang kebebasan pers mencari informasi.

“Kebebasan pers adalah hak yang diberikan oleh konstitusi atau perlindungan hukum untuk mempublikasikan berita tanpa adanya campur tangan atau sensor dari pemerintah,” kata Krisman, Selasa (1/12/2020).

Melalui pers, masyarakat akan dapat mengetahui berbagai peristiwa, termasuk kinerja pemerintah, sehingga muncul mekanisme check and balance, kontrol terhadap kekuasaan, maupun masyarakat sendiri.

“Karena itu, media dapat dijuluki sebagai pilar keempat demokrasi, melengkapi eksekutif, legeslatif dan yudikatif. Kebebasan pers pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas demokrasi. Kalau hal itu tidak dilakukan oleh direktur, maka ada indikasi penggelapan informasi,”

Mantan jurnalis itu juga meminta agar Bupati Simalungun DR JR Saragih, Sekretaris Daerah Mixnon Simamora dan Kepala Dinas Kesehatan Simalungun agar memberikan sanksi terhadap oknum Direktur RSU Parapat.

“Kalau Direktur RSU Parapat mengelak dikonfirmasi wartawan, berarti ada apa? Kenapa takut jika benar. Kepada Bupati, Sekda dan Kadis Kesehatan, agar memberikan sanksi tegaslah, bila perlu dicopot saja,” tandas Segala. (*)

Recent Posts

Berhasil Curi Honda Supra, 2 Pria Ini Lebaran di Sel Polisi Plus Masing-masing Sebutir Peluru

Dua orang pria terpaksa dilumpuhkan tekab Polsek Medan Baru. Pasalnya, kedua sohib itu nekat melawan…

8 jam ago

Benda Mirip Mortir Ditemukan di Hatonduhan

Huta VIII, Nagori Tangga Batu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun mendadak ramai, Selasa (13/4/2021) sekira pukul…

9 jam ago

Polisi Jaga Ketat Pencairan Dana UMKM di Pematang Siantar

Personel Sat Sabhara Polres Pematang Siantar, melakukan penjagaan dan pengawasan ketat pencairan dana Usaha Menengah…

9 jam ago

Kades Pulo Tagor Baru Ditangkap Kasus Sabu, Sekdes dan Bandahara Desa Datang Menjenguk

Sat Resnarkoba Polresta Deliserdang menangkap Kepala Desa Pulo Tagor Baru, Kecamatan Galang, Salimuddin dari kediamannya,…

13 jam ago

Panglong Kayu Marzul di Desa Bakaran Batu Ludes Dilahap Api, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Panglong pembuatan kusen dan pintu milik Marzul Efendi (39), di Gang Setia Budi Ujung, Dusun…

17 jam ago

5 Ruko di Jalan Rahmadsyah Terbakar, Seorang Wanita Lansia Tewas Terpanggang

Api melahap 5 unit ruko di Jalan Rahmadsyah, Kota Matsum I, Kecamatan Medan Area, Rabu…

18 jam ago