Categories: Metro 24 Jam

Baru Belajar Buat Uang Palsu, Coba Beli HP, Pria Ini Diboyong ke Mapolsek Patumbak

Coba membeli handphone menggunakan uang palsu, nasib Bobby Hartanto alias Bobby, warga Jalan Delitua, Gang Sei Deli, Kelurahan Suka Makmur, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang, berakhir di sel Polsek Patumbak.

Pria 34 tahun ini ditangkap pemilik handphone yang sempat dibelinya menggunakan uang palsu di Jalan Garu VI, Kelurahan Harjosari I, Kexamatan Medan Amplas, Rabu (25/11/2020) lalu.

Bobby kemudian digiring ke Mapolsek Patumbak untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza didampingi Kanit Reskrim, Iptu Philip Antonio Purba saat pemaparan, Selasa (1/12/2020) mengatakan, perbuatan Bobby terungkap ketika seorang pria menjual handphone merk Vivo Y17 melalui salah satu aplikasi online, seharga Rp1.750.000.

“Kemudian pelaku menawarnya menjadi Rp1.700.000. Mereka berdua lalu sepakat bertemu di Jalan Garu VI, Gang Merbuk,” jelas Kompol Arfin.

Setelah bertemu di sana, Bobby kemudian membayar handphone sejumlah Rp1.700.000 dengan uang pecahan Rp100.000.

“Namun, setelah menerima uang dari tersangka, korban merasa curiga dan memanggil temannya untuk memeriksa uang tersebut,” ujar Arfin.

Setelah diperiksa, ternyata uang yang digunakan Bobby untuk membayar handphone ternyata palsu.

Korban dan teman-temannya kemudian memboyong Bobby berikut 19 lembar uang palsu pecahan Rp100.000 ke Mapolsek Patumbak.

Mendapat laporan tersebut, polisi mengamankan Bobby dan kemudian melakukan pengembangan kasus.

“Keesokan harinya kami langsung melakukan pengembangan ke rumah tersangka dan kembali mengamankan 17 lembar uang palsu pecahan Rp.100.000,” ungkap Arfin.

Selain 36 lembar uang palsu pecahan Rp100.000, dari rumah Bobby, polisi juga menyita satu unit printer merk Canon type MG2570 S, penggaris besi, pisau cutter, 5 botol tinta printer, satu rim kertas ukuran A4, 5 buah spit berisi tinta printer dan cartridge printer Canon, sebagai barang bukti.

“Tersangka kita jerat pasal 26 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) Jo Pasal 36 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) UU RI Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 50.000.000.000,” tegas Arfin.

Sementara itu, ketika ditanya awak media di Mapolsek Patumbak, Bobby mengaku belajar membuat uang palsu dari YouTube.

“Belajar dari YouTube. Saya menggunakan uang palsu itu untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya. (*)

Recent Posts

Tak Terima Jenazah Harus Dimakamkan Secara Covid-19, Keluarga Duka di Siantar Pajang Poster Ini

Jalan Ade Irma Suryani Nasution Kelurahan Melayu Kecamatan Siantar Siantar Utara Kota Pematangsiantar, Selasa (20/4/2021)…

10 jam ago

Ribuan Ikan Mati Mendadak di Pantai Batubara, Diduga Keracunan Limbah

Puluhan ribu ikan ditemukan mati terkapar di Pantai Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara,…

10 jam ago

Mega Pro Kontra Vixion di Jalan Sangnaualuh, Pensiunan PNS Patah Kaki

Seorang laki-laki lanjut usia terkapar dengan darah berceceran, setelah mengalami kecelakaan di Jalan Sangnaualuh, Kelurahan…

14 jam ago

BBPSU Gelar Kegiatan Penguatan Kebahasaan Bagi Penegak Hukum di Pematang Siantar

Balai Bahasa Provinsi Sumatra Utara (BBPSU) menggelar kegiatan Penguatan Kebahasaan Bagi Penegak Hukum di Kota…

15 jam ago

Anggota DPRD Sumut Minta Polda Selidiki Dalang Galian C Ilegal di Aek Nalas Siregar

Anggota DPRD Sumatera Utara Viktor Silaen, meminta pihak Polda Sumatera Utara agar secepatnya mengungkap dalang…

1 hari ago

Mortir Temuan Warga di Hatonduhan Diledakkan, Kapolsek: 5 Kali Lebih Dahsyat dari Sebelumnya

Tim Gegana Brimob Polda Sumatra Utara meledakan mortir temuan warga di Huta VIII Buntu Uluan…

1 hari ago