Categories: Metro 24 Jam

Perampok Unik di Cot Girek, Dikasih Rp50 Juta, Tapi Hanya Diambil Rp20 Juta

Kejadian yang dialami dua karyawan wanita dari PT Permodalan Nasional Madani PNM (Persero), yang berkantor di Lhoksukon, Aceh Utara, terbilang cukup unik.

Kedua wanita bernama Mutmainnah (22) dan Rahma Dewi (22)–masing-masing warga Desa Blang Pala, Kecamatan Banda Baro serta Desa Alue Euntok, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara–itu mengaku menjadi korban perampokan, Selasa (10/11/2020) siang.

Perampokan ini menjadi aneh karena saat peristiwa itu terjadi, kedua wanita tersebut membawa Rp50 juta uang milik perusahaan. Namun, para perampok ‘berbaik hati’ dengan mengembalikan Rp30 juta.

Saat ini kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Cot Girek Polres Aceh Utara dan masih dalam penyelidikan.

Informasi diperoleh, peristiwa yang berlangsung singkat itu terjadi saat keduanya mengendarai sepedamotor melintasi areal perkebunan sawit tepatnya di Desa Alue Seumambu, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara.

Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto melalui Kapolsek Cot Girek, Ipda Suherman membenarkan adanya pengaduan tersebut.

Saat itu, kedua korban mengaku sedang membawa uang milik perusahaan tempat mereka bekerja sebanyak Rp50 juta.

“Korban mengaku, saat sedang melintas di areal kebun sawit itu, tiba-tiba dikejutkan oleh pelaku yang keluar dari balik pohon sawit hingga korban terjatuh,” kata Suherman, Kamis (12/11/2020).

Begitu keduanya terjatuh, pelaku yang memakai helm dan membawa senjata tajam sejenis celurit meminta korban untuk menaiki kembali motor dan pelaku ikut membonceng dan meminta korban berjalan ke tengah perkebunan.

Di tengah kebun sawit, pelaku meminta korban mematikan handphone mereka. Pria itu kemudian meminta Mutmainnah memasukkan uang Rp50 juta yang dibawa ke dalam satu kantong plastik.

“Dari uang Rp 50 juta ini, pelaku kemudian hanya mengambil Rp 20 juta saja, sisanya dikembalikan pada korban,” ungkap Kapolsek.

Saat membuat pengaduan ke polisi, kedua wanita itu mengatakan, bahwa pelaku sempat mengaku bahwa ia adalah suruhan dari saingan pimpinan tempat para korban bekerja.

“Pelaku diminta untuk membunuh kedua korban, namun hanya mengambil uang saja lalu menyuruh kedua korban pergi,” tandas Suherman. (*)

Recent Posts

Ketua Fraksi PAN DPRD Deliserdang: Lelang Jabatan Harus Profesional, Peringkat 1 Harus Jadi Kadis

Ketua Fraksi PAN DPRD, Bayu Sumantri Agung, mengkritik proses Lelang Jabatan Eselon II yang digelar…

21 menit ago

Gegara Dituduh Curi Beras, Ponakan Tikam Bude Pakai Gunting, Warga Jalan Ade Irma Geger!

Warga seputaran Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Martoba, Siantar Utara digegerkan aksi penikaman yang dilakukan…

38 menit ago

Soal Tambang Batu di Siregar Aek Nalas, KPH Balige: Itu APL, Ketua DPRD Toba: Harus Disikapi dengan Bijak

Lokasi penambangan liar galian C batu padas di Huta Holbung, Desa Siregar Aek Nalas, Kecamatan…

1 jam ago

Ditangkap Polisi dan Positif Narkoba, Kades Pulo Tagor Baru Hanya Direhabilitasi

Oknum Kepala Desa Pulo Tagor Baru, Kecamatan Galang, Deliserdang, yang terjerat kasus narkoba akhirnya bisa…

2 jam ago

Duduk-duduk di Kawasan TPU, Pemuda 18 Tahun Tewas Tertimpa Tembok Rubuh

Seorang pemuda tewas lantaran tertimpa tembok rubuh di kawasan TPU, Jalan Medan, Lingkungan I, Kelurahan…

3 jam ago

Digrebek Polisi, Pengedar Sabu Kampung Banjar Tunjuk Temannya

Satuan Reserse Narkoba Polres Pematang Siantar kembali melakukan penggrebekan di Kelurahan (Kampung) Banjar, Siantar Barat,…

3 jam ago