Categories: Metro 24 Jam

Di Masa Pandemi Covid-19, Siswa di SDN 091470 Sibaganding Masih Dikutip Biaya Rp20/Bulan

Sejumlah orangtua dari pelajar SD Negeri 091470 Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun, merasa keberatan dengan kebijakan yang dilakukan sekolah teresbut saat ini.

Para orangtua tersebut resah, karena sekolah yang dipimpin Juneti Marpaung tersebut masih mengutip biaya tambahan sebesar Rp20.000 per bulan dari tiap siswa di masa pandemi Covid-19 ini.

Pengutipan uang dengan alasan sudah disepakati oleh Komite Sekolah untuk membantu gaji honor dan operator di SD tersebut.

Hal itu disampaikan salah satu orangtua siswa bernisial TS di Sibaganding.

“Sebelum Covid-19, memang ada rapat dibuat Komite dan disepakati dikutip dari siswa Rp20.000 per bulan untuk membantu gaji honor. Sekarang ini kan anak-anak terpaksa belajar di rumah, namun kutipan terus berjalan. Kami orangtua siswa keberatan lah, apalagi ekonomi sekarang sangat sulit,” katanya saat disambangi di kediamannya, Kamis (12/11/2020).

Kepala SD Negeri 091470 Sibaganding Juneti Marpaung saat dikonfirmasi membernarkan adanya pengutipan tersebut.

“Itu hasil keputusan orangtua siswa bersama Komite, bukan kutipan oleh pihak sekolah. Uang yang dikutip Rp20.000 per bulan itu untuk membayar gaji 3 orang dan satu operator,” paparnya.

Juneti Marpaung juga menjelaskan bahwa yang melakukan pengutipan dari uang dari siswa adalah oknum guru honorer di sekolah tersebut.

“Yang meminta uang dari siswa adalah honor kita. Uang Rp20.000 per bulan dari satu Kepala Keluarga (KK), bukan per siswa, kemudian dibagi untuk 4 orang guru honor dan operator,” urainya.

Terpisah, Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Girsip, Ramsyah Sirait, saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan belum mengetahui adanya kutipan dimaksud.

Ia berjanji akan segera dilakukan pemanggilan kepada kepala sekolah dan Komite.

“Saya belum tau ada kutipan itu. Sesuai aturan, kepala sekolah tidak dibenarkan melakukan kutipan terhadap siswa. Meski demikian, kita akan panggil oknum kepala sekolah dan Komite. Apalagi di masa pendemi ini, pemerintah telah membantu anak siswa untuk pulsa,” jelas Ramsyah.

Ia menambahkan, jika pun memang ada kutipan hasil kesepakatan, yang berhak mengelola dana adalah Komite Sekolah, bukan pihak sekolah.

“Tidak dibenarkan kepala sekolah dan jika orangtua merasa keberatan tidak bisa dipaksakan,” tandas Ramsyah. (*)

Recent Posts

Lagi Cas HP, Tabung Gas Diduga Bocor, Kios di Jalan Perjuangan Meledak, Pemilik Dilarikan ke RS

Satu ledakan hebat, Jum'at (16/4/2021) sekira pukul 23.00 Wib, sontak membuat warga sekitar Jalan Perjuangan…

22 jam ago

Judi Dadu Putar di Dusun Batu Karang Kembali Buka, Bulan Ramadhan Makin Meriah

Pihak kepolisian bersama Forkopimda sedang gencar-gencarnya melakukan razia terhadap kegiatan yang dinilai tidak ada kaitan…

22 jam ago

Berawal dari Penangkapan di Sei Semayang, Reskrim Polsek Patumbak Ringkus Kurir Ganja dari Medan dan Madina

Personel Unit Reskrim Polsek Patumbak, meringkus 3 kurir ganja Jum'at (09/04/2021) lalu. Dari penangkapan tersebut,…

23 jam ago

Prosesi Lelang Jabatan Pemkab Deliserdang Selesai, Pansel Akan Kirim 3 Nama

Prosesi dan tahapan Seleksi Lelang Jabatan Eselon II Pemkab Deliserdang segera tuntas hari ini, Sabtu…

23 jam ago

Ironi di Bulan Ramadhan, Judi Togel di Simalungun Malah Makin Marak, Warga Buru ‘THR’ Bandar?

Sejumlah kegiatan sehari-hari masyarakat kini dibatasi lantaran pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Dampak kebijakan tersebut…

24 jam ago

Kapolres Batubara Bantu Jamaah Masjid

Memasuki bulan suci Ramadhan, Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis SH MH, menyalurkan bantuan di sejumlah…

2 hari ago