Categories: Metro 24 Jam

Terima KK Gratis, Nur Hayadi Bantah Pernah Diminta Biaya Rp1,5 Juta, Katanya Disuruh

Setelah sempat tertahan selama hampir tujuh bulan, Nur Hayadi (35), warga miskin di Huta V, Nagori Wonorejo, Kecamatan Pematang Bandar, Simalungun akhirnya menerima Kartu Keluarga (KK) dari Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Dokumen kependudukan itu diserahkan staf Pangulu Nagori Wonorejo bernama Sami, disaksikan dan disaksikan Suwadi (LPMN), pemuka agama Sunardi serta Gamot (Kepala Dusun) Huta IV, Nagori Wonorejo, Sriganto.

Seiring dengan penyerahan dokumen kependudukan tersebut, ayah 3 anak itu kembali menulis 2 lembar Surat Pernyataan yang dibubuhi meterai Rp6.000, Rabu (4/11/2020) kemarin.

Isi surat pertama dengan tulisan tangan berbunyi:

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Nurhayadi
Umur : 35 Tahun
Pekerjaan tidak tetap
Agama : Islam
Alamat: Wonorejo

Dengan ini menyatakan bahwa saya telah menerima dokumen kartu keluarga (KK), saya dari Kaur Pemerintahan Nagori Wonorejo secara gratis tanpa ada kutipan apapun.

Demikianlah surat pernyataan ini saya perbuat dengan sebenarnya dalam keadaan sehat, waras, tampa ada paksaan dari pihak manapun untuk dapat dipergunakan.”

Uniknya, pada surat kedua Nurhayadi membantah sendiri pernyataan yang sebelumnya pernah ditulisnya.

Pria yang sebelumnya berprofesi sebagai pedagang cendol ini mengaku menulis surat pertamanya tersebut atas suruhan orang lain.

Berikut bunyi isi surat kedua yang diketik dengan komputer:

Saya yang bertanda tangan di bawah ini

Nama : Nurhayadi
Umur : 35 Tahun
Agama: Islam
Pekerjaan tidak tetap

Adapun disini saya menyatakan bahwa Surat Pernyataan yang saya tulis dan saya tanda tangani pada tanggal 03-11-2020 terkait dengan pengurusan Kartu Keluarga adalah atas Suruhan dari Bapak WH Butar-butar.

Yang mana saya tidak mengerti apa maksud dan tujuan bapak WH Butar-butar menyuruh saya membuat surat pernyataan itu. Semua kata-kata yang saya tulis pada surat pernyataan tanggal 03-11-2020 adalah murni arahan dan bahasa dari bapak WH Butar-butar .

Demikian surat pernyataan ini saya perbuat dengan sebenarnya tampa dengan keadaan sehat jasmani dan rohani serta dengan pemikiran yang waras tanpa ada paksaan dari pihak manapun.”

Camat Pematang Bandar, Juraini Purba, ketika dikonfirmasi melalui Pangulu Nagori Wonorejo, Sukesno membenarkan pihaknya telah menyerahkan Kartu Keluarga milik Nurhayadi tersebut.

Meski begitu, Sukesno enggan memberikan penjelasan lebih rinci.

“Sudah pak. Sudah diserahkan langsung oleh Kaur Pemerintahan,” katanya singkat dan berdalih dirinya masih menghadiri undangan acara Paguyuban di desanya.

Terpisah, Sami Kaur Pemerintahan Wonorejo Kecamatan Pematang Bandar, yang dituding sebagai oknum yang meminta biaya pengurusan dokumen Kartu Keluarga (KK) Rp 1,500.000 ketika dikonfirmasi enggan memberikan penjelasan.

“Konfir ke saudara Nurhayadi aja pak. Saya kira sudah jelas itu pak dengan pernyataan Nurhayadi yang tidak di kutip sepeserpun,” katanya via WhatsApp.

Sementara itu, Nurhayadi sendiri sampai saat ini tidak dapat ditemui dan tiba tiba menghilang tidak diketahui keberadaannya. Bahkan nomor kontak bapak 3 warga Wonorejo tersebut sampai saat ini tidak dapat dihubungi.

Sebelumnya, Nurhayadi mengaku telah dipaksa membayar biaya Rp1,5 juta untuk mendapatkan Kartu Keluarga yang rencananya akan digunakan untuk mengurus dokumen kependudukan lainnya.

Pengakuan itu ia tuliskan dalam sepucuk Surat Pernyataan dengan tulisan tangannya sendiri, Selasa (3/11/2020).

Di akhir surat tersebut Nurhayadi mengatakan, bahwa ia menulis pernyataan itu tanpa dipengaruhi oleh siapa pun. (*)

BACA JUGA:
Ironi Nasib Nur Hayadi, Warga Miskin di Pematang Bandar, Urus Adminduk Agar Dapat Bantuan, Malah ‘Dipalak’ Rp1,5 Juta

Recent Posts

Tak Tahan Pisah Ranjang, Pria Ini Tikami Istri Lantaran Tolak Ajakan Rujuk

Suasana di Jalan Stella Raya, Kelurahan Simpang Selayang, Medan Tuntungan, mendadak heboh, Sabtu (17/04/2021) sore,…

13 jam ago

Sat Reskrim Polres Toba dan Dinas Kehutanan Galian C Ilegal di Siregar Aek Nalas

Personel Satuan Reserse Kriminal Polres Toba didampingi dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara memeriksa lokasi penambangan…

13 jam ago

Lagi Cas HP, Tabung Gas Diduga Bocor, Kios di Jalan Perjuangan Meledak, Pemilik Dilarikan ke RS

Satu ledakan hebat, Jum'at (16/4/2021) sekira pukul 23.00 Wib, sontak membuat warga sekitar Jalan Perjuangan…

2 hari ago

Judi Dadu Putar di Dusun Batu Karang Kembali Buka, Bulan Ramadhan Makin Meriah

Pihak kepolisian bersama Forkopimda sedang gencar-gencarnya melakukan razia terhadap kegiatan yang dinilai tidak ada kaitan…

2 hari ago

Berawal dari Penangkapan di Sei Semayang, Reskrim Polsek Patumbak Ringkus Kurir Ganja dari Medan dan Madina

Personel Unit Reskrim Polsek Patumbak, meringkus 3 kurir ganja Jum'at (09/04/2021) lalu. Dari penangkapan tersebut,…

2 hari ago

Prosesi Lelang Jabatan Pemkab Deliserdang Selesai, Pansel Akan Kirim 3 Nama

Prosesi dan tahapan Seleksi Lelang Jabatan Eselon II Pemkab Deliserdang segera tuntas hari ini, Sabtu…

2 hari ago