Categories: Metro 24 Jam

Aniaya Suami Keponakan, ASN Kantor Camat Siantar Barat Diboyong ke Kantor Polisi

Eko Handoko alias Eko (35), oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Camat Siantar Barat ditahan penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Pematang Siantar, karena diduga telah melakukan penganiayaan terhadap keponakannya sendiri.

Pria yang beralamat di Jalan Bakung, Kelurahan Simarito, Siantar Barat itu ditangkap polisi setelah diadukan Afandi, suami dari keponakannya, Minggu (25/10/2020) sekira pukul 17.30 Wib.

Ditemui di Kerabat Cafe milik orangtuanya, Jalan Melati, Siantar Barat, Senin (26/10/2020) siang, Afandi mengatakan, peristiwa penganiayaan itu terjadi, Minggu (25/10/2020), di kediaman Ek.

Kejadian bermula ketika Afandi dan istrinya Nazla Kavita (19) sedikit bertikai hanya gara-gara persoalan kecil. “Masalah ku sama istri ku itu sepelenya bang,” katanya.

Afandi melanjutkan, sekira 3 pekan lalu, dia dan Nazla baru saja merasakan kebahagian setelah kelahiran anak pertama mereka. Tak ada masalah saat itu. Semua bersuka cita menyambut kelahiran putra pertama mereka.

“Aku dan istri ku baru setahun menikah,” ujar Afandi.

Setelah sang anak lahir, Afandi dan Nazla pun membawanya ke rumah mereka di Jalan Patroli, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari.

Lalu, dua minggu berselang, persoalan muncul. Afandi yang sedang berada di cafe milik orangtuanya itu terlambat mengantar makan siang kepada Nazla dan putrinya.

Masalah sepele itu, menurut Afandi, menjadi pemicu keributan. “Tiba-tiba, istri ku dijemput dari rumah kami. Dibawa ke rumah pamannya itu. Yang jemput pun pamannya (Eko Handoko),” jelas Afandi.

Tak hanya pergi meninggalkan rumah, Nazla juga tidak permisi kepada sang suami. “Sudah seminggu ini lah istri ku itu di rumah pamannya,” ujarnya.

Rindu terhadap anak yang masih berusia 3 minggu serta istrinya, Afandi mendatangi kediaman Eko, Minggu sore, bersama kakaknya Mutia (28) serta sepupunya Dwi Pratiwi (30).

“Pas aku datang, dilarang masuk ke rumah. Pamannya itu yang larang. Dia bilang kalau aku nggak punya hak,” ucap Afandi.

Bahkan, kakak dan sepupunya itu sempat kena pukulan Eko ketika berupaya melerai pertengkaran tersebut. “Tapi, hanya aku saja yang buat laporan polisi,” ucap Afandi.

Cekcok antara kedua orang itu terus berlanjut, hingga akhirnya Eko melayangkan pukulan ke arah Afandi. “Jidat dan rahang ku dipukul, kaki dipijak, tangan ku dicakar,” ungkap Afandi.

Saat itu, pertikaian keduanya pun menjadi tontotan warga. “Sempat juga aku pukul dia. Tapi, sedikit saja kena wajahnya,” aku Afandi.

Keributan mereka dilerai warga setempat. Afandi kemudian menghubungi orangtuanya. Mengetahui kejadian itu orangtua Afandi datang ke rumah Eko. “Orangtua ku telepon polisi,” terang Afandi.

Tak lama berselang, personel Sat Reskrim Polres Pematang Siantar tiba di lokasi kejadian lalu mengamankan Eko.

Afandi pun berharap, apa yang dilakukan Eko kepadanya dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Siantar AKP Edi Sukamto membenarkan bahwa pihaknya sudah mengamankan Eko dan menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan tersebut.

Namun, menurut Edi, tindak pidana yang dilakukan Eko adalah penganiayaan ringan. Eko pun dijerat Pasal 352 KUHPidana.

Lantaran ancaman hukuman dalam kasus tindak pidana itu di bawah 5 tahun penjara, menurut Edi, Eko tidak wajib ditahan.

“Tapi, ini masih diproses. Masih dimintai keterangan saksi-saksi lagi. Dia masih di sini (Mapolres Siantar). Belum dipulangkan,” kata Edi.

Meski begitu, proses hukum terhadap Eko akan terus berlanjut jika tidak ada kesepakatan untuk berdamai. “Sampai sekarang memang belum ada berdamai,” ungkap Edi.

Terpisah, Camat Siantar Barat Arri Sembiring mengungkapkan, sejak pandemi Covid-19, Eko jarang masuk kantor. “Sejak [pandemi] Covid ini kan kita buat piket, tapi piketnya pun jarang dipenuhi,” kata Arri.

Selain jarang masuk kantor, Eko juga susah dihubungi. Akibat ketidakdisiplinan Eko tersenbut, jelas Arri, pihaknya sudah memutus Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) terhadap Eko.

“Kalau gaji pokok masih diterima. Kita juga masih menunggu sanksi disiplin ke dia,” pungkasnya. (zeg)

Recent Posts

Tak Tahan Pisah Ranjang, Pria Ini Tikami Istri Lantaran Tolak Ajakan Rujuk

Suasana di Jalan Stella Raya, Kelurahan Simpang Selayang, Medan Tuntungan, mendadak heboh, Sabtu (17/04/2021) sore,…

15 jam ago

Sat Reskrim Polres Toba dan Dinas Kehutanan Galian C Ilegal di Siregar Aek Nalas

Personel Satuan Reserse Kriminal Polres Toba didampingi dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara memeriksa lokasi penambangan…

15 jam ago

Lagi Cas HP, Tabung Gas Diduga Bocor, Kios di Jalan Perjuangan Meledak, Pemilik Dilarikan ke RS

Satu ledakan hebat, Jum'at (16/4/2021) sekira pukul 23.00 Wib, sontak membuat warga sekitar Jalan Perjuangan…

2 hari ago

Judi Dadu Putar di Dusun Batu Karang Kembali Buka, Bulan Ramadhan Makin Meriah

Pihak kepolisian bersama Forkopimda sedang gencar-gencarnya melakukan razia terhadap kegiatan yang dinilai tidak ada kaitan…

2 hari ago

Berawal dari Penangkapan di Sei Semayang, Reskrim Polsek Patumbak Ringkus Kurir Ganja dari Medan dan Madina

Personel Unit Reskrim Polsek Patumbak, meringkus 3 kurir ganja Jum'at (09/04/2021) lalu. Dari penangkapan tersebut,…

2 hari ago

Prosesi Lelang Jabatan Pemkab Deliserdang Selesai, Pansel Akan Kirim 3 Nama

Prosesi dan tahapan Seleksi Lelang Jabatan Eselon II Pemkab Deliserdang segera tuntas hari ini, Sabtu…

2 hari ago