Categories: Metro 24 Jam

Begal ART, 2 Residivis Asal Simpang Selayang Ditembak, Penadah Ikut Ditangkap

Kurang dari 12 jam melakukan perampokan terhadap seorang asisten rumah tangga, 2 residivis diringkus personel Unit Reskrim Polsek Delitua, Minggu (18/10/2020) dinihari.

Mereka adalah, Muhammad Suranta (33) dan Tomi Bastanta Ginting (34), masing-masing warga Jalan Bunga Pancur Siwah, Gang Kenanga dan Jalan Jamin Ginting KM 11.5, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan.

Kedua tersangka terpaksa ditembak di bagian kaki karena berupaya melarikan diri saat pencarian barang bukti.

Selain itu, polisi juga meringkus Didik Kusworo (53), warga Jalan Eka Surya, Gang Eka Surya, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, yang menjadi penadah hasil rampokan kedua pelaku berikut sepedamotor milik korban.

Kapolsek Delitua AKP Zulkifli Harahap melalui Kanit Reskrim Iptu Martua Manik mengatakan, penangkapan dilakukan setelah pihaknya menerima pengaduan Sri Aminah (32), warga Jalan Lizardi Putra, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, yang menjadi korban dalam perampokan kedua begal tersebut.

Peristiwa itu terjadi saat Sri Aminah bersama temanya Mela Ritonga melintas di Jalan Seroja VII, hendak menuju Pajak Melati untuk membeli bakso, Sabtu (17/10/2020) malam sekira pukul 19.30 Wib,

Saat itu tiba-tiba Tomi Bastanta dan Muhammad Suranta keluar dari semak-semak lalu mengejutkan Sri Aminah sambil mengejar. Akibatnya, wanita itu kehilangan kendali atas sepedamotornya sehingga terjatuh ke pinggir jalan.

Seiring dengan itu, Tomi dan Suranta menghampiri kedua wanita tersebut dengan membawa sepotong broti lalu menyuruh keduanya diam.

“Korban ketakutan dan sempat mencabut kunci sepedamotornya lalu lari sembari meminta tolong. Namun tidak ada warga mendengar dan melintas pada saat itu,” katanya.

Setelah kedua wanita itu lari, Tomi dan Suranta berhasil menyalakan mesin sepedamotor lalu kabur ke arah Kafe Roda.

Selanjutnya, Sri Aminah didampingi temannya membuat pengaduan ke Polsek Delitua.

Menerima pengaduan Sri Aminah, personel Unit Reskrim Delitua dipimpin Iptu Martua Manik langsung melakukan cek dan olah TKP.

“Dari keterangan saksi-saksi dan ciri-ciri yang disebutkan korban serta hasil penyelidikan, pelaku berhasil kita identifikasi, yaitu Tomi Bastanta Giting dan Muhammad Suranta,” jelasnya.

Polisi kemudian mencari keberadaan kedua pria itu hingga Minggu (18/10/2020) dinihari sekira pukul 03.00 Wib, Tomi diketahui berada di sebuah warung kopi di belakang Hotel Murai, Jalan Setia Budi, Kelurahan Simpang Selayang.

Tak mau kehilangan buruan, tim Unit Reskrim Polsek Delitua segera bergerak ke Hotel Murai dan langsung menangkap Tomi Bastanta Ginting.

“Dari hasil interogasi, tersangka Tomi Bastanta Ginting mengakui telah merampas sepedamotor tersebut bersama temannya Muhammad Suranta dengan cara Sembunyi di semak-semak pinggir jalan,” jelas Martua Manik.

Kepada polisi, Tomi akhirnya mengatakan bahwa Muhammad Suranta sedang berada di Hotel Cemara Jalan Jamin Ginting. Sekira pukul 03.20 Wib, personel Unit Reskrim Polsek Delitua akhirnya meringkus Muhammad Suranta di Hotel Cemara.

“Dari keterangan tersangka Muhammad Suranta, sepedamotor telah dijual kepada Didik Kusworo di kawasan Medan Johor seharga Rp2.550.000. Kita langsung melakukan pengembangan mencari penadah ini,” urainya.

Sekira pukul 04.30 Wib, polisi berhasil menemukan alamat Didik Kusworo dan langsung menggrebek kediaman pria itu di Jalan Eka Surya, Gang Eka Surya No 53, Kelurahan Gedung Johor.

“Waktu kita grebek, sepedamotor Honda Soopy milik korban sudah tanpa plat nomor polisi. Ketika diinterogasi, tersangka Didik Kusworo mengaku telah membeli sepedamotor curian itu dari Muhammad Suranta seharga Rp2.550.000,” jelas mantan Kasat Reskrim Polres Nias itu.

Selanjutnya, petugas kembali melakukan pengembangan untuk mencari plat nomor polisi sepedamotor yang sudah dibuang.

“Pada saat pencarian barang bukti, kedua tersangka melakukàn perlawànàn untuk melarikan diri, sehingga terpaksa diberi tindakan tegas dan terukur karena tidak mengindahkan tembakan peringatan,” tegasnya.

Selanjutnya, polisi memboyong Tomi Bastantan dan Muhammad Suranta ke RS Bayangkara Polda Sumut untuk mendapatkan perawatan terhadap luka tembak tersebut.

“Kedua tersangka ini adalah residivis. Muhammad Suranta sudah pernah dihukum selama 2 tahun 6 bulan di Lapas Tanjung Gusta dalam kasus Curanmor. Sementara tersangka Tomi Bastanta Ginting dihukum 6 bulan dalam kasus penganiayaan,” pungkasnya.

Kepada petugas, keduanya Muhammad Suranta mengaku bahwa uang hasil penjualan sepedamotor tersebut sudah habis digunakan untuk bermain judi tembak ikan.

Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti 1 unit sepedamotor Hond Scoopy warna cream coklat, BA 2949 AES, milik korban dan sepotong broti yang digunakan pelaku saat beraksi. (tim)

Recent Posts

Panglong Kayu Marzul di Desa Bakaran Batu Ludes Dilahap Api, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Panglong pembuatan kusen dan pintu milik Marzul Efendi (39), di Gang Setia Budi Ujung, Dusun…

3 jam ago

5 Ruko di Jalan Rahmadsyah Terbakar, Seorang Wanita Lansia Tewas Terpanggang

Api melahap 5 unit ruko di Jalan Rahmadsyah, Kota Matsum I, Kecamatan Medan Area, Rabu…

3 jam ago

Tak Ada Izin, Penginapan di Desa Patumbak 1 Ini Tetap Beroperasi dan Jadi Tempat Maksiat

Di depan pintu masuknya terpampang nama 'Valentino'. Menurut warga setempat bangunan tersebut merupakan sebuah penginapan…

4 jam ago

Kapolda Sumut, Gubernur dan Pangdam I/BB Pimpin Penataan KJA di Danau Toba

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, memimpin penataan Keramba Jaring Apung (KJA),…

4 jam ago

Jajaran Polres Toba dan Masyarakat Deklarasi Tolak Narkoba

Kapolres AKBP Akala Fikta Jaya didampingi Kasat Resnarkoba AKP Firman Peranginangin dan sejumlah Pejabat Utama…

20 jam ago

Panitia Pembangunan Masjid Al Falah Siantar Harapkan Infaq Dermawan

Masjid Al Falah, Jalan Pane, Kelurahan Karo, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematang Siantar saat ini…

21 jam ago