Kamis, 29 Oktober 2020 | 18.08 WIB
MGID BANNER
Metro24Jam>News>Polisi Selidiki Dugaan Pencabulan Honorer SLTA Sergai, Korban Datangi Kanwil Depag Sumut

Polisi Selidiki Dugaan Pencabulan Honorer SLTA Sergai, Korban Datangi Kanwil Depag Sumut

Rabu, 14 Oktober 2020 - 23:15 WIB

IMG-100706

Perwakilan P2TP2A Sergai, Irwan SH (kiri), YE dan suaminya FZ saat mendatangi Kantor Kanwil Depag Sumut. (Adi/metro24jam.com)

Loading...

MEDAN, metro24jam.com – Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oknum kepala sekolah salah satu SLTA di Desa Sarang Giting, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, terhadap honorer YE.

Kasubag Humas Polres Sergai, AKP Sofian saat dikonfirmasi via WhatsApp, Rabu (7/10/2020) mengatakan, Unit PPA Polres Serdang Bedagai disebut sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

“Kita sudah konfirmasi dengan Kanit PPA, [kasusnya] masih tahap lidik. Belum ditingkatkan ke tahap sidik. Berarti belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Sampai saat ini sudah 6 orang saksi kita periksa,” katanya.

Sementara itu, YE saat dikonfirmasi ulang mengaku telah mendatangi Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Lalang, (28/9/2020) lalu.

Ia datang didampingi suaminya dan perwakilan dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Serdang Bedagai, Irwan SH.

“Kami mau melaporkan bahwasanya telah terjadi pelecehan yang saya alami di sekolah. Dan saya mengadu, meminta bantuan, meminta arahan kepada Kakanwil. Biar dia merasakan apa yang saya rasakan bahwa telah terjadi kezoliman yang saya alami selama ini di sana. Mudah-mudahan Kakanwil bisa membantu kami ada titik terang dari masalah,” sebut YE didampingi suaminya FZ, Senin (28/9/2020) lalu.

Pasutri itu berharap, Kanwil Kemenag bisa memberikan tindakan dan sanksi tegas terhadap oknum kepala sekolah FN.

Menurut YE, sejumlah guru yang awalnya bersedia menjadi saksi dalam kasus tersebut diduga mendapat intimidasi dari oknum kepala sekolah, sehingga memberikan keterangan berbeda di kepolisian.

“Guru-guru itu pun takut memberikan keterangan, karena posisi dia masih kepala sekolah. Di bawah tekanan, kerja dengan dia itu dibawah tekanan. Takut mungkin mereka itu, masih mikir, ah dia itu kepala [sekolah], nanti bagaimana,” ucapnya sembari menitikkan air mata.

Sementara itu, perwakilan P2TP2A Kabupaten Sergai, Irwan SH saat dikonfirmasi membenarkan kedatangannya mendampingi YE ke Kanwil Kemenag untuk menindaklanjuti laporan tentang laporan dugaan pencabulan tersebut.

“Jadi kita kemari berkoordinasi dengan Kepala [Dinas], agar proses ini dilanjutkan dan yang bersangkutan diberi sanksi administrasi berupa penonaktifan agar proses perkara ini berjalan. Jangan ada intimidasi ataupun intervensi dari kepala sekolah terhadap saksi-saksi atau guru-guru, staf, pegawai yang ada di sekolah,” ungkapnya, Senin (28/9/2020).

Irwan mengungkapkan, pihaknya akan menyurati Polres Sergai agar serius dalam menangani perkara tersebut. Ia juga menegaskan, pihaknya akan terus mendampingi YE hingga perkara ini berlanjut ke persidangan.

“Ya, Kami dari¬†P2TP2A Serdang Bedagai tetap eksis memperjuangkan, terutama terhadap korban-korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. Karena ini korbannya perempuan, jadi kami wajib untuk memberikan pembelaan, pendampingan sampai di pengadilan nanti,” jelasnya.

Namun, kedatangan YE dan suaminya FZ serta Irwan SH saat itu belum membuahkan hasil, karena Kakanwil Kemenag Sumut, tidak berada di tempat.

Informasi terakhir yang diperoleh, Rabu (7/10/2020) YE dan FZ kembali mendatangi kantor tersebut.

Namun menurut FZ, pihak Kanwil Kemenag belum memberikan respons terhadap pengaduan mereka, meskipun pihak P2TP2A Sergai telah melayangkan surat ke kantor tersebut.

“Iya bang, kami datang ke Kanwil. Tapi kami nggak diizinkan masuk menemui Kabag TU. Surat yang dari P2TP2A udah masuk dari tanggal 2 kemarin. Tapi belum ada proses. Bahkan tadi salah satu staff TU bilang kepada staff umum bahwasannya bilang aja lagi di proses,” ungkap FZ, Rabu (7/10/2020).

Terpisah, Humas Kanwil Kemenag Sumut M Darwis saat dikonfirmasi terkait hal itu menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu proses hukum yang dilakukan kepolisian.

“Kasus sudah dilaporkan ke pihak kepolisian oleh yang bersangkutan. Kemenag Sumut menunggu proses hukum yang sedang dilakukan oleh kepolisian,” jelasnya, Rabu (14/10/2020).

Disinggung apakah ada langkah atau tindakan yang akan dilakukan pihak kemenag selain menunggu proses hukum, Darwis mengatakan bahwa pihaknya menghormati proses hukum.

Soal FN Minta Maaf Bukan Seusai Rapat Guru

Sementara itu, YE mengklarifikasi pemberitaan sebelumnya yang menyebutkan FN meminta maaf kepadanya seusai rapat di ruang kepala sekolah.

“Buka setelah rapat. Waktu itu saya dipanggil Pak AD, kami ke ruangan, di situ ada Pak Kepala Sekolah. Kami cerita masalah buku. Selesai itu Pak AD keluar dan disuruh memanggil Ibu AT,” urainya.

Kedatangan AT, menurut YE diduga sudah direncanakan sebelumnya oleh FN. Pasalnya, begitu duduk di hadapan kepala sekolah, AT terlihat memegang hanphone dan merekam pembicaraan FN dan YE.

“Pas Ibu AT masuk, dia pegang HP dan langsung merekam. Setelah itu Pak Kepala itu langsung ngomong, ‘Apa pernah saya masuk ke perpustakaan?’. Saya langsung jawab pernah,” katanya.

“Terus saya bilang, ‘Apa maksud kalian merekam ini? Kenapa kalian buat ini?’ Tapi mereka tidak menjawab. Terus saya merasa mereka itu merencanakan sesuatu untuk saya. Jadi saat itu tidak rapat guru-guru,” beber YE.

Setelah AT keluar dari ruangan tersebut, FN pun meminta maaf kepada YE.

“Ibu AT disuruhnya keluar ruangan. Jadi kami di situ berdua, terus saya tanya, apa maksud bapak merekam ini? Bapak mau membersihkan, mensucikan diri?,” lanjut YE.

Saat itulah, FN mengaku khilaf dan memohon maaf dengan mengatakan bersedia sujud jika YE memintanya.

“Karena guru-guru udah curiga, baru dia minta maaf sama saya. Katanya ini kehilafan, dia minta maaf bahwasanya dia udah banyak dosa sama saya, diperlakukannya saya seperti itu,” tegas YE.

“Dia minta maaf itu saya tidak terima. Terus dia bilang, ‘Sujud pun aku kalau bisa kau maafkan ku lakukan lah’. Mohon-mohon dia sampai dibilangnya, ‘pukul aku, bunuh aku, kalau itu bisa buat kau puas. Apapun kau minta pasti ku lakukan. Berapapun kau mau ku kasi’,” beber YE sambil terus berlinang air mata. (adi)

BACA JUGA:
Oknum Kepsek di Dolok Masihul Dituding Coba Cabuli Guru Honorer Sudah Bersuami

KOMENTAR ANDA
MGID Smart Widget
Berita Lainnya
Bawa Sabu ke Warnet, Pemuda Batang Kuis Ini Ditangkap Polisi

Bawa Sabu ke Warnet, Pemuda Batang Kuis Ini Ditangkap Polisi

Seorang pemuda ditangkap polisi dari salah satu warnet di Simpang Muntik, Dusun V, Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Deliserdang, Rabu ...
Ngebut, Avanza Hantam Truk di Purbasari, Sopir Tewas, 2 Personel TNI Asal Riau Luka Parah

Ngebut, Avanza Hantam Truk di Purbasari, Sopir Tewas, 2 Personel TNI Asal Riau Luka Parah

Warga di kawasan jalan lintas Siantar - Medan, tepatnya di KM 10-11, Nagori Purbasari, Kecamatan Tapian Dolok, Simalungun, dikagetkan dengan ...
3 Sepedamotor Tabrakan di Komplek KIM Star Tanjung Morawa, Seorang Wanita Pekerja Tewas

3 Sepedamotor Tabrakan di Komplek KIM Star Tanjung Morawa, Seorang Wanita Pekerja Tewas

Seorang wanita pekerja tewas dan 3 lainnya mengalami luka-luka pada kecelakaan lalu lintas di Jalan Pelita Raya, kawasan KIM Star, ...
Cari Utangan Tak Dapat, Pria Ini Akhirnya Menjambret, Pas Lari Ditabrak Mobil, Gol Lah!

Cari Utangan Tak Dapat, Pria Ini Akhirnya Menjambret, Pas Lari Ditabrak Mobil, Gol Lah!

Gelap mata tak dapat pinjaman, Budi Pratama (33), warga Gang Amal Dusun IV, Desa Buntu Bedimbar, akhirnya gelap mata ketika ...
H Anton Achmad Saragih Berharap Kerjasama PPKS Marihat Jika Terpilih Jadi Bupati

H Anton Achmad Saragih Berharap Kerjasama PPKS Marihat Jika Terpilih Jadi Bupati

H Anton Achmad Saragih mengunjungi Kantor Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Marihat di Jalan Pematang Siantar-Tanah Jawa KM 5, Nagori ...
Presiden Jokowi Tinjau Lahan Food Estate di Humbahas

Presiden Jokowi Tinjau Lahan Food Estate di Humbahas

Presiden RI Ir Jokowi Widodo melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke kawasan lahan pengembangan lumbung pangan (Food Estate) di Desa Ria-Ria, ...
MGID

Loading…


Awie
Jawa Elektrik
Crypto Tab