Categories: Metro 24 Jam

Wartawan Dipaksa Hapus Rekaman Foto Demo, PFI Medan Sesalkan Tindakan Aparat

Unjukrasa menolak pengesahan Undang-undang Ciptaker (Omnibus Law) bergulir di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Kota Medan, Kamis (8/10/2020).

Aksi penolakan UU baru inipun dinilai telah dinodai ulah sejumlah oknum aparat yang diduga mengintimidasi dan mengintervensi jurnalis yang melakukan peliputan.

Hal itu terjadi pada Raden Armand, reporter Indozone.id yang saat itu sedang mengabadikan momen demonstrasi.

Sesaat setelah mengabadikan tindak kekerasan yang dilakukan oknum aparat terhadap demonstran, ia malah dipaksa menghapus foto-foto dari kameranya.

Armand mengatakan, awalnya ia meliput di seputaran DPRD Sumut sekitar jam 15.30 Wib dan saat itu ia memakai tanda pengenal pers, helm dan mematuhi protokol kesehatan.

Ketika demo berlangsung ricuh, Armand melihat ada pendemo yang ditarik paksa seperti buronan. Di situ demonstran tersebut dipukuli oleh oknum berpakaian seragam PDH.

Armand memudian mengabadikan momen tersebut dengan kameranya. Namun, usai memotret, tiba-tiba ia ditarik oleh seorang pria oknum berpakaian sipil yang diduga adalah aparat.

“Lalu oknum tersebut mengatakan, ‘Saya gak mau foto itu ada, saya mau foto itu dihapus’,” kata Armand.

Ia kemudian mengaku ditarik sampai ke dekat gedung DPRD Medan dan di sana sudah ada setidaknya 5 oknum yang mengelilingi Armand lalu memaksanya hapus rekaman foto tersebut.

“Mereka juga berusaha menarik kamera saya. Jadi, karena sudah dikepung, saya terpaksa menunjukkan hasil jepretan dan beberapa hasil jepretan dihapus. Setelah itu mereka pergi,” ungkapnya.

Menanggapi peristiwa itu, Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Medan, Rahmad Suryadi mengatakan, kejadian seperti ini bukan kali ini saja terjadi. Bahkan sudah beberapa kali menimpa anggota PFI Medan, termasuk Raden Armand yang merupakan anggota PFI.

Rahmad berharap, oknum aparat lebih bertanggung jawab dalam bertugas dan tidak melakukan tindakan represif terhadap siapapun, terlebih pada jurnalis yang sedang menjalankan tugas.

“Seharusnya oknum aparat sudah memahami bahwa kerja-kerja jurnalis dilindungi oleh Undang-undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers dan tidak ada pembenaran untuk mengintimidasi jurnalis yang bertugas. Mudah-mudahan kejadian serupa tidak terulang lagi,” sebut Rahmad dalam keterangan persnya.

Bersamaan dengan itu, PFI Medan juga mengeluarkan pernyataan sikap sebagai berikut:

1. Menyesalkan tindakan oknum aparat yang mengintimidasi dan menghalang-halangi kerja-kerja jurnalis saat melakukan peliputan demonstrasi menolak Omnibus Law di DPRD Sumut, Kamis (8/10/2020) sore.

2. Mengimbau aparat penegak hukum agar memahami mekanisme kerja-kerja jurnalis yang dilindungi oleh Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dimana saat kejadian korban sudah mengenakan ID Pers namun malah diminta untuk menghapus foto-foto kekerasan oknum aparat terhadap pendemo di kamera fotografer.

3. Meminta kepada oknum pelaku intimidasi bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa anggota PFI Medan, Raden Armand reporter Indozone.id.

4. Meminta kepada semua pihak, termasuk kepolisian untuk menghormati kerja jurnalis dan kebebasan pers agar tidak terulang kejadian serupa di masa yang akan datang. (Lana)

Recent Posts

Tak Tahan Pisah Ranjang, Pria Ini Tikami Istri Lantaran Tolak Ajakan Rujuk

Suasana di Jalan Stella Raya, Kelurahan Simpang Selayang, Medan Tuntungan, mendadak heboh, Sabtu (17/04/2021) sore,…

14 jam ago

Sat Reskrim Polres Toba dan Dinas Kehutanan Galian C Ilegal di Siregar Aek Nalas

Personel Satuan Reserse Kriminal Polres Toba didampingi dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara memeriksa lokasi penambangan…

14 jam ago

Lagi Cas HP, Tabung Gas Diduga Bocor, Kios di Jalan Perjuangan Meledak, Pemilik Dilarikan ke RS

Satu ledakan hebat, Jum'at (16/4/2021) sekira pukul 23.00 Wib, sontak membuat warga sekitar Jalan Perjuangan…

2 hari ago

Judi Dadu Putar di Dusun Batu Karang Kembali Buka, Bulan Ramadhan Makin Meriah

Pihak kepolisian bersama Forkopimda sedang gencar-gencarnya melakukan razia terhadap kegiatan yang dinilai tidak ada kaitan…

2 hari ago

Berawal dari Penangkapan di Sei Semayang, Reskrim Polsek Patumbak Ringkus Kurir Ganja dari Medan dan Madina

Personel Unit Reskrim Polsek Patumbak, meringkus 3 kurir ganja Jum'at (09/04/2021) lalu. Dari penangkapan tersebut,…

2 hari ago

Prosesi Lelang Jabatan Pemkab Deliserdang Selesai, Pansel Akan Kirim 3 Nama

Prosesi dan tahapan Seleksi Lelang Jabatan Eselon II Pemkab Deliserdang segera tuntas hari ini, Sabtu…

2 hari ago