Categories: Metro 24 Jam

Aksi Tolak UU Omnibus Law, Ribuan Massa di Siantar Unjukrasa di Tengah Hujan

Seribuan orang dari Badan Eksekutif Mahasiswa Pematang Siantar dan masyarakat yang menamakan diri sebagai massa Gerakan Rakyat Melawan (Gerilyawan) berunjukrasa menolak pengesahan UU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, Kamis (8/10/2020) sekira pukul 10.30 Wib.

Aksi unjukrasa di depan gedung DPRD Kota Pematang Siantar, Jalan H Adam Malik, Kelurahan Proklamasi, Siantar Barat itu pun berakhir ricuh ketika massa bentrok dengan polisi saat berupaya masuk ke gedung DPRD yang dikunci.

Massa Gerilyawan mulai bertindak anarkis dengan melempar botol air minum ke arah personel kepolisian yang melakukan pengamanan pagar betis di depan gerbang pintu masuk gedung DPRD Pematangsiantar.

Pantauan di lokasi, Kasat Shabara Polres Pematang Siantar AKP Muri Yasnal meminta massa agar tidak bertindak anarkis dan menyampaikan tuntutannya dengan sopan.

Imbauan itu disambut massa dengan terus berorasi sambil meneriakkan yel-yel mengejek anggota DPRD Pematang Siantar.

Dalam orasinya, massa menilai ada beberapa poin yang menjadi landasan penolakan terbitnya UU Cipta Lapangan Kerja, antara lain, berkurangnya waktu istirahat dan cuti, bentuk pengupahan bersadarkan hasil satuan dan waktu, berkurangnya uang penggantian hak, dihapusnya ketentuan sanksi pidana bagi perusahaan.

Selain itu, mereka juga menolak semakin besarnya peluang perusahaan untuk melakukan PHK dan Outsourcing, satuan perjanjian kerja waktu dihapus, waktu kerja lembur diperpanjang, memperbesar kemungkinan perusahaan mempekerjakan tenaga asing, semakin mudahnya perusahaan dalam pengurusan Amdal sehingga berpotensi memperbesar kerusakan lingkungan hidup.

Berdasarkan analisa tersebut, massa meminta agar pemerintah membatalkan UU Omnibus Law, mosi tidak percaya, mengesahkan RUU PKS dan mendesak aparat menghentikan represifitas terhadap demonstran.

Setelah berjam-jam menyampaikan orasinya, tak seorang pun anggota maupun perwakilan dari DPRD Pematangsiantar yang hadir menanggapi tuntutan dari massa.

Alhasil massa dari Gerilyawan mulai bertindak anarkis menerobos paksa masuk ke dalam gedung DPRD Pematangsiantar dengan mendorong pintu gerbang gedung DPRD yang terkunci dijaga ketat pihak kepolisian.

Aksi protes ini membuat arus lalu lintas sepanjang Jalan H Adam Malik lumpuh total dan terpaksa ditutup. (Zeg)

Recent Posts

Ketua Fraksi PAN DPRD Deliserdang: Lelang Jabatan Harus Profesional, Peringkat 1 Harus Jadi Kadis

Ketua Fraksi PAN DPRD, Bayu Sumantri Agung, mengkritik proses Lelang Jabatan Eselon II yang digelar…

1 jam ago

Gegara Dituduh Curi Beras, Ponakan Tikam Bude Pakai Gunting, Warga Jalan Ade Irma Geger!

Warga seputaran Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Martoba, Siantar Utara digegerkan aksi penikaman yang dilakukan…

2 jam ago

Soal Tambang Batu di Siregar Aek Nalas, KPH Balige: Itu APL, Ketua DPRD Toba: Harus Disikapi dengan Bijak

Lokasi penambangan liar galian C batu padas di Huta Holbung, Desa Siregar Aek Nalas, Kecamatan…

2 jam ago

Ditangkap Polisi dan Positif Narkoba, Kades Pulo Tagor Baru Hanya Direhabilitasi

Oknum Kepala Desa Pulo Tagor Baru, Kecamatan Galang, Deliserdang, yang terjerat kasus narkoba akhirnya bisa…

3 jam ago

Duduk-duduk di Kawasan TPU, Pemuda 18 Tahun Tewas Tertimpa Tembok Rubuh

Seorang pemuda tewas lantaran tertimpa tembok rubuh di kawasan TPU, Jalan Medan, Lingkungan I, Kelurahan…

4 jam ago

Digrebek Polisi, Pengedar Sabu Kampung Banjar Tunjuk Temannya

Satuan Reserse Narkoba Polres Pematang Siantar kembali melakukan penggrebekan di Kelurahan (Kampung) Banjar, Siantar Barat,…

4 jam ago