Categories: Metro 24 Jam

Protes Jenazah Wanita Dimandikan Petugas Pria RSUD Djasamen Saragih, Koaliasi Islam Siantar Demo di Lapangan Adam Malik

Persoalan jenazah perempuan yang dimandikan oleh empat petugas laki-laki RSUD Djasamen Saragih Kota Pematang Siantar terus berlanjut. Setelah sebelumnya didemo HMI, kali ini, massa tergabung dalam Koalisi Aksi Bela Islam Pematang Siantar berunjukrasa menuntut agar Direktur RSUD Djasamen Saragih dicopot.

Massa yang diperkirakan hampir mencapai 1000 orang, gabungan dari berbagai elemen masyarakat Islam dan Ormas Islam seperti BKPRMI, Keluarga Besar Alwashliyah dan lainnya berkumpul di Lapangan Haji Adam Malik, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, pada Senin (5/10/2020) sekira pukul 08.30 Wib.

Peserta aksi yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dewasa memenuhi Lapangan Haji Adam Malik sambil membawa beberapa spanduk yang berisikan tuntutan antara lain, pencopotan Direktur RSUD Djasamen Saragih.

Massa meminta pihak berwajib agar menegakkan hukum seadil-adilnya atas kasus jenazah perempuan yang dimandikan oleh empat petugas laki-laki RSUD Dr Djasamen Saragih.

“Tindakan memandikan jenazah wanita yang dilakukan empat petugas laki-laki, RSUD Djasamen Saragih Pematang Siantar telah mencederai hak azasi manusia dan bertentangan dengan syariat Islam,” kata Ustad Muhammad Sya’ban Siregar LC selaku koordinator aksi dalam orasinya.

Sya’ban Siregar dan ribuan massa meminta Direktur dan Wakil Direktur RSUD Djasamen Saragih segera dicopot karena tidak menjalankan tugasnya dengan baik.

“Melakukan proses hukum kepada empat petugas RSUD Dr Djsamen Saragih yang memandikan jenazah seorang wanita bukan muhrimnya dan menuntut Pemerintah Kota Pematang Siantar meminta maaf kepada umat Islam khususnya dan masyarakat Kota Pematangsiantar,” serunya.

Walikota Hefriansyah bersama Kapolres AKBP Boy Sutan Binanga Siregar serta anggota DPRD Kota Pematang Siantar Andika Prayogi Sinaga, terlihat hadir di tengah massa untuk memberikan penjelasan.

Hefriansyah mengatakan, bahwa dia baru pulang dari kunjungan ke daerah beberapa hari lalu.

“Baru hari Jum’at saya pulang ke Siantar dan baru hari ini saya masuk kantor.  Langsung saya panggil kepala BKD untuk memproses tuntutan sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku terhadap Direktur RSUD dr Djasamen Saragih,” katanya kepada peserta aksi.

“Kebetulan, beliau itu Pelaksana Tugas (Plt), jadi saya mudah melakukan tindakan. Saya akan memberhentikan sementara Direksi RSUD dan sesuai regulasi yang ada, maka [mereka] akan diperiksa Inspektorat. Itu kapasitas saya. Saya berbicara di sini bukan hanya pelecehan, tetapi berbicara hak asasi manusia, ini sudah menjadi catatan saya sebelum aksi ini bergulir,” imbuhnya.

Hefriansyah juga menegaskan, bahwa peristiwa ini jangan sampai terulang kembali, termasuk kepada pemeluk agama lainnya,

“Saya selaku pribadi dan atasan mereka, serta selaku Kepala Pemerintah Kota Siantar, meminta maaf kepada umat Islam di Pematang Siantar dan kepada keluarga besar abang kami Fauzi Munte kami meminta maaf, karena manusia tidak luput dari kesalahan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Pematangsiantar, AKBP Boy Sutan Binanga Siregar dalam aksi itu menjelaskan telah membentuk tim dan memanggil yang bersangkutan.

“Sudah kita panggil satu per satu yang memandikan jenazah itu untuk diperiksa. Kami telah melaksanakan gelar perkara di Polda Sumatra Utara. Artinya, Kapolda meminta untuk tidak main-main dengan kasus ini, instruksi ini sudah jelas akan menjadi penyelidikan khusus,” katanya.

Saat ini, lanjut Kapolres Boy, kasus tersebut sudah naik ke tingkat penyidikan.
“Saya memohon kepada saudara ku semua untuk tetap berdoa agar kasus ini cepat segera selesai,” harapnya.

Sedangkan anggota dewan, Andika Prayogi Sinaga meminta kepada Koalisi Bela Islam agar tetap berdoa dan mengawal proses hukum kasus ini.

Melalui Komisi I DPRD Kota Pematangsiantar yang saat ini dipimpinnya, Andika berjanji akan memantau proses pemeriksaan yang dilakukan oleh Inspektorat Pemko Pematangsiantar.

Pantauan di lokasi, aksi ini mendapat pengawalan ketat dari personel Polres Pematang Siantar.

Diketahui, kasus ini sudah ditangani Polres Pematang Siantar atas laporan Fauzi Munte –warga Serbelawan Kabupaten Simalungun–yang tidak terima istrinya bernama Zakia (50), seorang guru Agama Islam, dimandikan oleh 4 petugas laki-laki di RSUD Dr Djasamen Saragih. (age)

BACA JUGA:
Jenazah Wanita Dimandikan 4 Pria, HMI Siantar Tuntut Dirut RSUD Dr Djasamen Saragih Dicopot dan Diproses Hukum

Recent Posts

Ketua Fraksi PAN DPRD Deliserdang: Lelang Jabatan Harus Profesional, Peringkat 1 Harus Jadi Kadis

Ketua Fraksi PAN DPRD, Bayu Sumantri Agung, mengkritik proses Lelang Jabatan Eselon II yang digelar…

1 jam ago

Gegara Dituduh Curi Beras, Ponakan Tikam Bude Pakai Gunting, Warga Jalan Ade Irma Geger!

Warga seputaran Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Martoba, Siantar Utara digegerkan aksi penikaman yang dilakukan…

1 jam ago

Soal Tambang Batu di Siregar Aek Nalas, KPH Balige: Itu APL, Ketua DPRD Toba: Harus Disikapi dengan Bijak

Lokasi penambangan liar galian C batu padas di Huta Holbung, Desa Siregar Aek Nalas, Kecamatan…

2 jam ago

Ditangkap Polisi dan Positif Narkoba, Kades Pulo Tagor Baru Hanya Direhabilitasi

Oknum Kepala Desa Pulo Tagor Baru, Kecamatan Galang, Deliserdang, yang terjerat kasus narkoba akhirnya bisa…

3 jam ago

Duduk-duduk di Kawasan TPU, Pemuda 18 Tahun Tewas Tertimpa Tembok Rubuh

Seorang pemuda tewas lantaran tertimpa tembok rubuh di kawasan TPU, Jalan Medan, Lingkungan I, Kelurahan…

4 jam ago

Digrebek Polisi, Pengedar Sabu Kampung Banjar Tunjuk Temannya

Satuan Reserse Narkoba Polres Pematang Siantar kembali melakukan penggrebekan di Kelurahan (Kampung) Banjar, Siantar Barat,…

4 jam ago