Categories: Metro 24 Jam

Sopir Ini Mengadu Dikeroyok di Jembatan Timbang Lima Puluh, Petugas Mengaku Hendak Ditabrak

Zakaria (59), warga Sei Bluru, Asahan, mendatangi Polsek Lima Puluh, Sabtu (3/10/2020) pagi, hendak membuat pengaduan bahwa dirinya telah menjadi korban penganiayaan.

Pria yang berprofesi sebagai supir truk itu mengaku telah dikeroyok sejumlah oknum yang bertugas di jembatan timbang Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara.

Kepada sejumlah awak media di Mapolsek Lima Puluh, Zakaria mengatakan peristiwa itu terjadi saat ia mengemudikan truk tanki BK 9508 VV, Jumlat (2/10/2020) pagi sekira pukul 08,30 Wib.

Saat itu dia hendak menuju ke Pabrik PKS Sei Mangkei, Simalungun untuk melakukan pengisian minyak Oline (minyak makan) yang kemudian rencananya akan dibawa ke Kwala Tanjung.

Saat melintasi jembatan timbang Lima Puluh, sejumlah petugas, diduga dari Dinas Perhubungan Batubara dan memakai rompi, menghadang kendaraan yang dikemudikannya.

“Karena truk yang ku bawa tak ada muatan, aku pun nggak mau masuk ke jembatan timbang. Ku dim (beri isyarat lampu) sama petugas biar minggir orang itu,” katanya.

Karena truk yang dikemudikan Zakaria tak berhenti, sejumlah petugas itu pun akhirnya terpasa menepi. “Tapi habis itu, truk saya dilempar mereka dengan batu,” aku Zakaria.

Gara-gara truknya dilempar batu, Zakaria pun merasa keberatan lalu menghentikan kendaraannya itu sekira 50 meter dari jembatan timbang Lima Puluh.

“Turun lah aku, ku bawa broti ganjal yang ada dalam truk,” katanya.

Sejumlah petugas jembatan timbang yang melihat Zakaria membawa broti
langsung mendatangi Zakaria sembari berlari.

Menurut Zakaria, saat itulah dia dikeroyok lalu diseret ke depan kantor jembatan timbang tersebut.

Keterangan Zakaria itu diamini seorang saksi bernama Junaidi Harahap, warga Dusun I, Desa Sumber Padi, Kecamatan Lima Puluh. Pria berusia 38 tahun itu mengatakan, ia melihat dengan jelas kejadian tersebut.

“Waktu itu aku pas minum kopi di depan RM Bina Ria (tak jauh dari jembatan timbang Lima Puluh. Ku tengok ada truk tangki tiba-tiba behenti lebih kurang 50 meter jaraknya dari jembatan timbang,” beber Junaidi.

Tak berapa lama kemudian, Junaidi mengaku melihat ada sekitar 10 orang oknum petugas jembatan timbang berlari menuju ke arah truk yang dikemudikan Zakaria.

Karena ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, Junaidi pun mendekat ke arah truk.

“Ku pikir ada kecelakaan. Rupanya supri tangki itu dikeroyok petugas jembatan timbang. Saya saksikan dengan mata kepala saya sendiri,” bebernya.

Akibat pengeroyokan tersebut, Zakaria mengalami lembam di bagian rusuk kiri, diduga lantaran diinjak sepatu.

Sementara pakaian dan celana yang dipakainya koyak serta berlumuran lumpur, diduga lantaran diseret oknum-oknum tesebut.

Kepala UPPKB Jembatan Timbang Lima Puluh, Bakhtaruddin, saat dikonfirmasi sejumlah awak media membantah anggotanya telah melakukan penganiayaan terhadap Zakaria.

“Tidak mungkin petugas melakukan pemukulan terhadap seorang supir, apalagi sampai memijak dan menyeret sampai bajunya koyak. Itu hanya rekayasa supir itu saja,” katanya.

Dijelaskannya, petugas Jembatan Timbang Lima Puluh melaksanakan tugas untuk mengawasi angkutan barang dan mengarahkan pengemudi kenderaan agar masuk melakukan kroscek penimbangan.

“Tuduhan itu semuanya tidak benar! Sebaliknya, pengemudi truk tangki itulah yang mau menabrak petugas kami. Mereka mau lanjut kita juga siap mau lanjut, biar hukum yang membuktikan nantinya,” tantang Bakhtaruddin.

Kapolsek Limapuluh Iptu Rusdy ketika dikonfirmasi melalui Kanit Reksrim Ipda A Sitorus membenarkan adanya pengaduan Zakaria.

“Iya benar, supir sudah membuat pengaduan. Dari pihak Jembatan Timbang Lima Puluh juga membuat pengaduan atas tuduhan supir Zakaria hendak menabrak mereka,” katanya. (Taufik)

Recent Posts

Ketua Fraksi PAN DPRD Deliserdang: Lelang Jabatan Harus Profesional, Peringkat 1 Harus Jadi Kadis

Ketua Fraksi PAN DPRD, Bayu Sumantri Agung, mengkritik proses Lelang Jabatan Eselon II yang digelar…

40 menit ago

Gegara Dituduh Curi Beras, Ponakan Tikam Bude Pakai Gunting, Warga Jalan Ade Irma Geger!

Warga seputaran Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Martoba, Siantar Utara digegerkan aksi penikaman yang dilakukan…

57 menit ago

Soal Tambang Batu di Siregar Aek Nalas, KPH Balige: Itu APL, Ketua DPRD Toba: Harus Disikapi dengan Bijak

Lokasi penambangan liar galian C batu padas di Huta Holbung, Desa Siregar Aek Nalas, Kecamatan…

2 jam ago

Ditangkap Polisi dan Positif Narkoba, Kades Pulo Tagor Baru Hanya Direhabilitasi

Oknum Kepala Desa Pulo Tagor Baru, Kecamatan Galang, Deliserdang, yang terjerat kasus narkoba akhirnya bisa…

2 jam ago

Duduk-duduk di Kawasan TPU, Pemuda 18 Tahun Tewas Tertimpa Tembok Rubuh

Seorang pemuda tewas lantaran tertimpa tembok rubuh di kawasan TPU, Jalan Medan, Lingkungan I, Kelurahan…

3 jam ago

Digrebek Polisi, Pengedar Sabu Kampung Banjar Tunjuk Temannya

Satuan Reserse Narkoba Polres Pematang Siantar kembali melakukan penggrebekan di Kelurahan (Kampung) Banjar, Siantar Barat,…

4 jam ago