Categories: Metro 24 Jam

Motif Pembunuhan Maya Terungkap! Sebelum Dihabisi, Sudah 3 Hari Disekap dan Diperkosa!

Polres Humbang Hasundutan akhirnya mengungkap motif pembunuhan sadis terhadap Kurnia Maya Sari setelah meringkus ketiga tersangka pelaku.

Perempuan 33 tanun itu sebelumnya ditemukan tewas di Perladangan Hasobe, Dusun III Lumban Sonang, Desa Sait Nihuta, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan. Dari pengakuan ketiga tersangka dan rekonstruksi yang digelar di lokasi tersibak tabir baru.

Gadis asal Gang Cakra II, Dusun XI, Kecamatan Patumbak, Deliserdang, yang rencananya akan menikah pada bulan Desember 2020 mendatang, ternyata sudah 3 hari disekap dan diperkosa, sebelum dihabisi, pada hari Minggu (27/9/2020) kemarin.

Hal itu diungkapkan Kapolres Humbahas, AKBP Rudi Hartono, dalam keterangannya melalui Paur Subbag Humas, Bripka Syawal Lolobako, saat dikonfirmasi Metro24jam.com, Kamis (1/10/2020).

Sebelumnya, polisi telah meringkus ketiga tersangka di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Amplas, Selasa (29/9/2020) sore kemarin.

Mereka adalah, pasangan suami istri Basaruddin alias Ranto (30) dan Yudista Purwaningtyas (31), warga Jalan Binjai K 10,8 Gang Sama, Kelurahan Payageli, Kecamatan Sunggal, Deliserdang dan DS (18) remaja asal Dusun VII, Desa Gambus Laut, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batubara.

“Awalnya, almarhumah Kurnia Maya Sari, pada hari Sabtu (26/9/2020) sekira pukul 08.00 Wib ingin kembali ke Medan karena sudah tidak kerasan bekerja di lokasi, namun tidak diizinkan ketiga tersangka,” katanya.

Dari hasil interogasi dan penyelidikan polisi, Maya sebelumnya berkenalan dengan DS melalui media sosial Facebook. Setelah sering bercengkerama, keduanya kemudian saling bertukar nomor HP.

“Setelah semakin akrab, DS membujuk korban agar mau ikut bekerja di perladangan kopi itu. Korban pun menurutinya dan tiba di sana,” kata Syawal.

Namun begitu sampai di sana, DS diduga tidak melaporkan kedatangan Maya kepada pemilik kebun. Selama ini itu pula, Maya disuruh menginap di lantai 2 gubuk yang mereka tempati.

Setelah 3 hari di sana, Maya mulai mengeluh tidak betah. Ia pun menyampaikan keinginannya untuk pulang ke Medan kepada DS. Namun, pemudai itu menolak mengizinkan Maya pulang dengan alasan tidak punya uang untuk mengongkosi.

Selama 3 hari itu pula, Maya beberapa kali disetubuhi DS dengan paksa dengan sepengetahuan Basaruddin dan istrinya.

“Puncaknya di hari Minggu (27/9/2020), korban terus mendesak untuk pulang, sehingga akhirnya tersangka DS dan 2 temannya mulai jengkel dan menyekap korban di dalam gubuk tersebut,” ungkapnya.

Pada hari Minggu (27/9/2020) siang itu juga, pemilik kebun BS bersama istrinya datang ke kebun membawakan perlengkapan bekerja kepada para tersangka.

“Saat itulah, korban berteriak meminta tolong. Pemilik ladang sempat mendengar teriakan dari atas gubuk tersebut, namun dia tidak masuk melihat ke sana,” jelas Syawal.

Pemilik ladang sempat bertanya kepada Basaruddin, teriakan siapa dari dalam gubuk. Saat itu Basaruddin mengatakan, bahwa itu adalah suara teriakan istrinya yang sedang menonton film horor.

Namun kenyataanya, saat itu DS menyekap Maya di dalam gubuk dengan dipegangi Yudista. Karena terus melawan, Yudista kemudian mengikat kedua tangan Maya ke belakang menggunakan kain, lalu menutup mulut gadis itu dengan tangannya.

Ketika Maya terus coba berteriak, keduanya kemudian melakban mulut Maya. DS kemudian memukul kepala Maya dengan [belakang] parang sebanyak 2 kali.

Setelah pemilik ladang dan istrinya pulang, Basaruddin pun masuk ke dalam gubuk. Saat itu, DS melucuti pakaian dalam Maya dengan dipegangi Basaruddin dan Yudista. Kemudian, DS memperkosa Maya disaksikan pasangan suami istri tersebut.

Sekira pukul 19.30 Wib, Basaruddin kemudian datang lalu menutup mulut Maya dengan tangan kirinya sekuat tenaga. Ia kemudian memukul kembali kepala Maya menggunakan parang.

Tak sampai di situ, pria itu mengantukkan kepala Maya ke lantai sebanyak 2 kali. Setelah memastikan Maya tewas, DS kemudian mengenakan pakaian Maya yang sebelumnya telah dilucuti. Kemudian para pelaku membungkus mayat gadis itu dengan sprei.

Ketiganya kemudian melarikan diri dari perladangan menggunakan sepedamotor Honda Win, milik sang empunya kebun kopi.

Selanjutnya, pengawas kebun menemukan jasad Maya pada hari Senin (28/9/2020) lalu melaporkannya ke Polres Humbahas.

Setelah melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi, polisi kemudian melacak para pelaku berdasarkan sinyal handphone mereka.

“Ketiga tersangka ditangkap di Medan ketika kehabisan bensi sepedamotor yang mereka bawa kabur tersebut,” jelas Syawal.

Selanjutnya, setelah ketiga tersangka diboyong ke Mapolres Humbahas, polisi kemudian menggelar rekonstruksi di lokasi kejadian, Rabu (30/9/2020).

“Ketiga tersangka sudah mengakui perbuatannya dan diancam dengan Pasal 340 Subs 338 Subs 351 ayat (3) dan 285 dari KUHPidana. Ancaman hukumannya. seumur hidup atau penjara selama 20 tahun,” pungkas Syawal. (Hotman)

BACA JUGA:
Gadis Dibunuh di Humbahas, Baru 3 Hari Kerja di Perladangan, Rencananya Nikah Desember

Recent Posts

Panglong Kayu Marzul di Desa Bakaran Batu Ludes Dilahap Api, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Panglong pembuatan kusen dan pintu milik Marzul Efendi (39), di Gang Setia Budi Ujung, Dusun…

3 jam ago

5 Ruko di Jalan Rahmadsyah Terbakar, Seorang Wanita Lansia Tewas Terpanggang

Api melahap 5 unit ruko di Jalan Rahmadsyah, Kota Matsum I, Kecamatan Medan Area, Rabu…

3 jam ago

Tak Ada Izin, Penginapan di Desa Patumbak 1 Ini Tetap Beroperasi dan Jadi Tempat Maksiat

Di depan pintu masuknya terpampang nama 'Valentino'. Menurut warga setempat bangunan tersebut merupakan sebuah penginapan…

3 jam ago

Kapolda Sumut, Gubernur dan Pangdam I/BB Pimpin Penataan KJA di Danau Toba

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, memimpin penataan Keramba Jaring Apung (KJA),…

4 jam ago

Jajaran Polres Toba dan Masyarakat Deklarasi Tolak Narkoba

Kapolres AKBP Akala Fikta Jaya didampingi Kasat Resnarkoba AKP Firman Peranginangin dan sejumlah Pejabat Utama…

20 jam ago

Panitia Pembangunan Masjid Al Falah Siantar Harapkan Infaq Dermawan

Masjid Al Falah, Jalan Pane, Kelurahan Karo, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematang Siantar saat ini…

21 jam ago