Categories: Metro 24 Jam

Gadis Dibunuh di Humbahas, Baru 3 Hari Kerja di Perladangan, Rencananya Nikah Desember

Suasana duka masih terasa di kediaman orangtua Kurnia Maya Sari (33), di Gang Cakra II, Dusun XI, Desa Marendal 1, Kecamatan Patumbak, Deliserdang, Rabu (30/9/2020).

Saat Metro24jam.com tiba di alamat tersebut, Rabu (30/9/2020) sore, terlihat teratak duka masih terpasang di jalan persis di depan rumah.

Ibu kandung Maya, Bu Ati (50) dan uwaknya saat ditemui menuturkan bahwa gadis berusia 33 tahun itu belum lama bekerja di perladangan di Desa Sait Nihuta, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbahas.

Menurut mereka, jenazah Maya dijemput dari RS Bhayangkara Medan, Rabu (30/9/2020 sekira pukul 12.00 Wib.

Tadi lah langsung dikubur, di dekat Jalan Pesantren itu,” sebut Ati.

“Kejam kali! Sadis!” Spontan kalimat tersebut meluncur dari ibunda Maya serentak dengan uwaknya.

“Dia (Maya) itu bulan duabelas (Desember 2020) ini mau menikah!” sebut uwak Maya diamini ibu kandungnya.

Menurut Ati, sebelum ditemukan tewas pada Senin (28/9/2020) kemarin, Maya dijemput dari rumah pada hari Kamis (24/9/2020) pagi.

“Kamis pagi jam sebelas pagi dijemput naik mobil dari sini. Orang yang jemput gak tau, gak mau keluar dia permisikan keponakan ku ini,” tutur keduanya kepada Metro24jam.com

Ati mengatakan, bahwa Maya mendapatkan lowongan pekerjaan tersebut dari media sosial Facebook. Saat itu, Maya mengaku akan bekerja di perladangan sayur di Dolok Sanggul.

“Katanya dia kerja mau bantu-bantu mamaknya ini, karena dia mau nikah itu. Mamaknya ini kan janda, cari makan sendiri,” timpal uwak kandung Maya.

“Dilarang juga sama emaknya ini, ‘Di sini ajalah kerja, jangan jauh-jauh’, gitu kata mamaknya ini sama dia,” imbuhnya diamini Ati, ibu kandung Maya.

Namun, setelah 3 hari berada di perladangan di Desa Sait Nihuta tersebut. sulung dari 4 bersaudara itu kemudian menghubungi ibunya agar dijemput, karena mengaku tidak kerasan bekerja di sana.

Ibu kandung (kiri) dan uwak Maya (tengah) saat ditemui di rumah duka. (Sam/metro24jam.com)

“Sabtu (26/9/2020) sore lah kami terakhir teleponan. Waktu itu dia minta dijemput di Simpang Pos. Pas ditelepon jam lima (17.00 Wib), masih dijawab, tapi bukan dia yang menjawab, ada perempuan,” bebernya.

Orangtua Maya kemudian meminta calon menantunya, untuk menjemput di Simpang Pos. Sebelum berangkat ke Simpang Pos, tunangan Maya coba menghubungi calon istrinya tersebut, namun nomor ponselnya sudah tidak aktif.

Senin (28/9/2020), pihak keluarga akhirnya menerima kabar duka dari pihak kepolisian yang mengatakan bahwa Maya telah meninggal dunia karena dibunuh.

“Orang itu (pelaku), kata polisi mengambil HP sama cincin tunangannya. Ini lagi dicari polisi sama siapa dijual barang-barang itu,” tutur Ati.

Masih menurut uwak kandungnya, Maya adalah seorang gadis yang tidak suka membuat masalah. Maya dan adik-adiknya juga sudah lama ditinggal mati oleh ayah kandung mereka, bermarga Panggabean.

“Dia itu baru kerja inilah. Baik kali dia itu, selama ini dia gak pernah ada masalah sama tetangga sini,” kata uwak Maya terbata-bata coba menahan tangisnya.

Pihak keluarga pun meminta agar penegak hukum menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada para pelaku. “Mau kami, keluarga ini, pelaku itu dihukum sama dengan nasib yang dialami keponakan kami itu,” tandasnya.

Sifat pendiam Maya juga diamini beberapa warga setempat. Mereka mengaku tak begitu mengenal Maya secara dekat, karena selama ini, gadis berusia 33 tahun itu jarang terlihat berkeliaran. .

“Jarang nampak dia itu, jadi kami di sini rata-rata gak gitu kenal dekatlah sama dia. Kalau orangtuanya sudah lama tinggal di sini,” sebut seorang warga yang tinggal tak jauh dari kediaman orangtua Maya. .

Sementara itu warga lainnya yang ditemui Metro24jam.com mengatakan, sejak kecil, Maya dan adik-adiknya sudah ditinggal sang ayah.

“Kami gak gitu kenal sama bapaknya, karena waktu masih kecil anak-anak itu (Maya dan adiknya) sudah ditinggal bapaknya Mamaknya kerja juga itu,” sebut warga tersebut.

Selain itu, menurut warga sekitar, Maya rencananya akan menikah tak lama lagi.

“Kabarnya dia ini mau menikah bulan duabelas (Desember). Dapat orang Pasar IX. Tapi itulah, nasibnya gitu, kasihan kali,” sebut wanita lanjut usia tersebut.

Terpisah, Kepala Desa Marindal 1, Ardianto ketika dikonfirmasi mengatakan, jenazah Maya sudah dimakamkan di perkuburan Islam, Pasar 3, Dusun X. (Sam)

BACA JUGA:
Wanita Dibunuh di Desa Sait Nihuta Humbahas Ternyata Asal Patumbak, Ini 3 Terduga Pelaku!

Recent Posts

Lagi Cas HP, Tabung Gas Diduga Bocor, Kios di Jalan Perjuangan Meledak, Pemilik Dilarikan ke RS

Satu ledakan hebat, Jum'at (16/4/2021) sekira pukul 23.00 Wib, sontak membuat warga sekitar Jalan Perjuangan…

22 jam ago

Judi Dadu Putar di Dusun Batu Karang Kembali Buka, Bulan Ramadhan Makin Meriah

Pihak kepolisian bersama Forkopimda sedang gencar-gencarnya melakukan razia terhadap kegiatan yang dinilai tidak ada kaitan…

23 jam ago

Berawal dari Penangkapan di Sei Semayang, Reskrim Polsek Patumbak Ringkus Kurir Ganja dari Medan dan Madina

Personel Unit Reskrim Polsek Patumbak, meringkus 3 kurir ganja Jum'at (09/04/2021) lalu. Dari penangkapan tersebut,…

23 jam ago

Prosesi Lelang Jabatan Pemkab Deliserdang Selesai, Pansel Akan Kirim 3 Nama

Prosesi dan tahapan Seleksi Lelang Jabatan Eselon II Pemkab Deliserdang segera tuntas hari ini, Sabtu…

24 jam ago

Ironi di Bulan Ramadhan, Judi Togel di Simalungun Malah Makin Marak, Warga Buru ‘THR’ Bandar?

Sejumlah kegiatan sehari-hari masyarakat kini dibatasi lantaran pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Dampak kebijakan tersebut…

1 hari ago

Kapolres Batubara Bantu Jamaah Masjid

Memasuki bulan suci Ramadhan, Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis SH MH, menyalurkan bantuan di sejumlah…

2 hari ago