Categories: Metro 24 Jam

Stres Gara-gara Utang, Pria 30 Tahun di Bandar Setia Gantung Diri

Warga di Jalan Pendidikan, Dusun II, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, mendadak heboh setelah mengetahui salah seorang tetangga mereka bernama Syamsul Bahri, tewas akibat gantung diri, Rabu (23/9/2020) malam.

Sebelum menjerat lehernya dengan seutas tali. pria berusia 30 tahun itu juga menulis sepucuk surat yang menyebutkan bahwa ia tak sanggup lagi melanjutkan hidup dengan beban utang yang dihadapinya.

Informasi diperoleh, Kamis (24/9/2020), kematian Syamsul pertama kali diketahui abang iparnya Ali Nafiah (34) serta kakaknya Yeti Safuka (35).

Malam itu, sekira pukul 19.30 wib, Ali yang tinggal serumah dengan Syamsul baru saja tiba di rumah. Seusai menunaikan sholat magrib, Ali kemudian bertanya kepada istrinya tentang keberadaan Syamsul.

“Abang ipar korban bertanya kepada istrinya, di mana keberadaan korban, apakah korban tidak bekerja hari itu,” Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu Jhon Harto Panjaitan, Kamis (24/9/2020).

Mendengar pertanyaan suaminya, Yeti pun bergegas mencari ke kamar adiknya itu. Namun, Yeti tak bisa membuka pintu kamar yang terkunci dari dalam. Ia pun menggedor berulang kali, tapi tak kunjung ada jawaban.

Yeti pun kembali menemui suaminya dan memberitahukan bahwa pintu kamar Syamsul terkunci dan tak ada sahutan ketika dipanggil.

Setelah berembuk sejenak, keduanya pun sepakat untuk mendobrak pintu kamar Syamsul.

“Saat pintu terbuka, saksi langsung kaget, karena korban sudah meninggal dunia tergantung dengan seutas tali nilon warna putih,” imbuhnya.

Melihat Syamsul Bahri sudah tak bergerak lagi, pasangan suami istri itu kemudian melapor kepada kepala dusun (Kadus) setempat, Ridho Anshori (27). Kabar itu kemudian diteruskan ke Polsek Percut Sei Tuan.

Polisi segera bergerak ke lokasi dan melakukan olah TKP. “Saat ditemukan, korban sudah tak bernyawa lagi,” jelas Jhon Harto.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, polisi memastikan bahwa Syamsul tewas akibat gantung diri, karena selain jeratan di lehar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain di tubuhnya.

Apalagi di dalam kamar tersebut, polisi juga menemukan secarik kertas berisikan pesan bahwa Syamsul mengaku frustrasi menjalani hidup karena terlilit utang.

“Berdasarkan keterangan dari abang iparnya juga, korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena ada masalah hutang. Jadi, pihak keluarga meminta jenazah korban tidak diotopsi dengan membuat pernyataan,” pungkasnya. (*/asp)

Recent Posts

Bupati Toba Terbitkan Surat Edaran Larangan Pesta, Objek Wisata Ditutup

Bupati Toba Ir Poltak Sitorus melarang warganya terlibat dalam kerumunan khususnya yang akan melakukan kegiatan…

9 jam ago

Pemkab Simalungun Bantu Korban Longsor dan Banjir di Parapat

Pemerintah Simalungun melalui Dinas Sosial memberikan bantuan 75 paket bahan pangan pokok kepada korban longsor…

11 jam ago

Viral di Mesdos, Seorang Pelaku Pemerasan di Eks Terminal Sukadame Ditangkap, Temannya Buron

Aksi pemerasan di kawasan eks Terminal Sukadame Kota Pematang Siantar viral di media sosial (medsos).…

12 jam ago

Tinjau TPS, PLt Camat Lubukpakam: Kebersihan Harus Diawali dari Desa

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Lubukpakam Drs Syahdin Setia Budi Pane mengimbau seluruh warganya agar peduli…

12 jam ago

Kelilingi Objek Wisata Lurah Tigaraja Imbau Warga Taati Prokes

Kepala Kelurahan Tigaraja, Darmadonni Silalahi SH, mengelilingi lokasi objek wisata di seputar wilayah kerjanya, untuk…

13 jam ago

Gubuk Diduga Lokasi Judi Dadu di Durin Simbelang Dibakar Polisi

Menindaklanjuti keresahan masyarakat akan adanya lokasi judi dadu di Desa Durin Simbelang, personel Polsek Pancurbatu…

14 jam ago