Categories: Metro 24 Jam

Oknum Kepsek di Dolok Masihul Dituding Coba Cabuli Guru Honorer Sudah Bersuami

Seorang oknum kepala sekolah di salah satu SLTA Negeri di Desa Sarang Giting, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, diduga telah mencoreng citra guru sebagai pendidik dengan melakukan pelecehan seksual terhadap bawahannya.

Bahkan, pria berinisial FN itu disebut tak segan-segan mengeluarkan ancaman hanya untuk menyalurkan ‘arus bawah’-nya. Pelecehan seksual sekaligus percobaan pencabulan itu pun dilakukan beberapa kali.

Lantaran ibu guru YE yang menjadi sasaran masih tetap bertahan dengan prinsipnya, FN akhirnya melancarkan jurus terakhir. mengancam tidak akan memberikan rekomendasi untuk diangkat menjadi ASN.

Ditemui Selasa (22/9/2020), wanita itu mengatakan, perbuatan tak senonoh sang oknum kepala sekolah dilakukan di saat para siswa belajar secara daring dari rumah masing-masing, lantaran pandemi Covid-19.

Ia yang merupakan staf honorer di perpustakaan dan harus sering hadir di sekolah, mengaku berulang kali coba digoda sang kepala sekolah. FN juga diduga seringkali memperhatikan keberadaan YE saat bekerja di ruangan perpustakaan.

Ketika suasana sedang sepi, FN pun menyelinap masuk untuk coba merayu bawahannya itu.

“Pertama diajaknya jalan-jalan, ‘Terus nanti kita nginaplah di hotel’, gitu katanya,” ungkap YE.

YE yang merasa harus menjaga kehormatan dirinya dan suami, dengan tegas menolak ajakan tersebut. Namun, sang kepala sekolah ternyata tak putus asa melancarkan rayuan, meski yang dirayu tak sekalipun memberikan tanggapan lagi.

Setelah beberapa kali melancarkan rayuan ternyata tak membuahkan hasil, FN pun mulai ‘main kasar’.

Menurut YE, pernah sekali, setelah menolak ajakan pimpinannya itu, ia dipaksa untuk membuka pakaiannya di dalam ruangan perpustakaan.

“Waktu itu [karena tak mau] aku diancamnya. Katanya kalau aku masih mau panjang kerja di sini (sekolah), saya harus mengikuti perintah dia,” ungkap YE.

Saat itulah, FN merapat ke arah tubuh ibu muda tersebut lalu meremas payudaranya. “Dipegangnya [bagian kemaluan]. Buka…! Buka itu…! Aku mau lihat itu,” ungkap YE mengulang ucapan FN kepadanya ketika itu, sembari menangis terbata-bata.

Saat itu, ia mengaku benar-benar ketakutan akan ancaman FN, sehingga tak nyaris pasrah perlakuan tak terpuji oknum kepala sekolah tersebut. Perbuatan itu tak berlangsung lama, karena YE segera tersadar dan langsung menghindar.

Setelah berulangkali gagal, FN pun melancarkan jurus pamungkas. Ia mengancam untuk tidak mengusulkan YE diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) jika tak juga menuruti kemauannya.

“Nggak akan ku angkat kau! Cuma kau yang nggak ku angkat! Karena sampe sekarang, kau belum berhasil ‘ku ginikan,” sebut YE mengulangi ucapan FN saat melontarkan ancaman kepadanya.

Saat itu, menurut YE, sang kepala sekolah menggesek-gesekan jari ke tubuhnya, sebagai isyarat hubungan suami-istri.

Meski sangat berharap diangkat menjadi ASN, YE tak gentar dengan ancaman tersebut. Demi kehormatan dirinya dan sang suami, ia pun dengan tegas tidak mau menuruti permintaan atasannya itu.

Mulai Terdengar Gonjang-ganjing di Sekolah

Belakangan, aksi FN diduga diketahui beberapa guru lain di sana. Alhasil, perbuatan itu pun mulai menjadi gonjang-ganjing di kalangan para staf pengajar.

Diduga untuk menutup aib yang mulai tercium, FN pun memanggil para guru untuk rapat, termasuk YE. Dalam pertemuan di salah satu ruang di sekolah itu, FN mengatakan bahwa ia tidak pernah melakukan hal apapun terhadap YE.

Namun seusai pertemuan tersebut, FN mendatangi YE dan meminta maaf atas perbuatannya, serta meminta agar bawahannya itu tidak buka mulut.

“Di situ sempat dia minta maaf. Sujud di hadapan saya pun dia mau, asal saya tidak membeberkan hal ini. Begitu katanya. Tapi, dia minta maaf itu, setelah semua guru keluar, tinggal kami berdua,” ungkap YE.

Menurut YE, saat itu ia menyarankan agar sang kepala sekolah meminta maaf kepada suaminya. “Tapi sampai sekarang dia nggak berani mendatangi keluarga saya, maupun suami saya untuk minta maaf,” lanjut YE.

Tak tahan dengan perilaku pimpinannya itu, YE akhirnya mengadu kepada suaminya, FZ. Selanjutnya, pasangan suami istri itu membuat pengaduan ke Polres Serdang Bedagai sesuai Surat Tanda Terima Laporan Polisi nomor: STTLP/180/IX/2020/SU/Res Sergai, Kamis (17/9/2020) lalu.

Polisi Sudah Olah TKP

Menindaklanjuti pengaduan FZ, personel Unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) dan Dinas Pemberdayaan Perlindungan dan Perlindungan Anak mendatangi sekolah tersebut untuk melakukan penyelidikan.

“Iya bang, tadi polisi datang ke sekolah sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak,” sebut FZ kepada wartawan, Rabu (23/9/2020).

Menurut FZ, kedatang polisi akan melakukan olah TKP. Karena pada saat itu, petugas terlihat meminta YE menunjukkan lokasi-lokasi yang menjadi tempat FN melakukan perbuatan tak senonoh tersebut.

“Di situ isteri saya disuruh nunjukin tempat-tempatnya. Terus difoto-foto sama polisi itu,” lanjutnya.

Sementara itu, Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robinson Simatupang saat dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas AKP Sopian mengatakan tidak mengetahui persis duduk perkara laporan tersebut.

“Ok, nanti saya konfirmasi dulu kepada penyidiknya ya. Saya lagi di luar nih,” jawab Sopian singkat, Kamis (24/9/2020).

Terpisah, Kepsek FN ketika dimintai tanggapan terkait tuduhan terhadap dirinya itu, Kamis (24/9/2020), langsung membantah. “Itu tidak benar pak,” jawabnya.

Ditanya apakah benar dirinya pernah meminta maaf kepada YE sebelumnya, ia juga menafikannya. “Pernyataan oknum guru tersebut keliru pak, untuk apa saya minta maaf,” tandasnya. (adi)

Recent Posts

Buka di Malam Takbiran, THM ‘ANDA’ Digrebek Kapolres Siantar

Dalam rangka menciptakan situasi aman dan kondusif menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan…

25 menit ago

Hujan Deras, Sungai Batu Gaga Meluap, Puluhan Rumah di Parapat Terendam Banjir

Puluhan rumah terendam banjir akibat meluapnya Sungai Batu Gaga Bangun Dolok, Parapat. Satu di antaranya…

32 menit ago

Mengaku Sering Dapat ‘Bisikan Gaib’, Petani di Desa Ujung Labuhan Gantung Diri di Pohon Coklat

Sempat mengaku sering mendapat 'bisikan gaib', seorang petani di Dusun 1, Desa Ujung Labuhan, Kecamatan…

11 jam ago

Arus Mudik di Jalinsum Aek Natolu Lengang, 21 Pemudik Diputarbalik

Dua hari jelang Idul Fitri 1442 H , arus kendaraan di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya…

1 hari ago

Data PPKM Mikro: Deliserdang Masuk Zona Kuning Covid-19

Berdasarkan data PPKM Mikro di Kabupaten Deliserdang periode 3 Mei s/d 9 Mei 2021, di…

1 hari ago

Warga Tembaan Temukan Mayat Pria Mengambang di Sungai Bah Boluk

Sesosok mayat pria yang belum diketahui identitasnya ditemukan mengambang di aliran sungai Bah Boluk, Nagori…

1 hari ago