Kamis, 29 Oktober 2020 | 17.40 WIB
Metro24Jam>News>Oknum Kepsek di Dolok Masihul Dituding Coba Cabuli Guru Honorer Sudah Bersuami

Oknum Kepsek di Dolok Masihul Dituding Coba Cabuli Guru Honorer Sudah Bersuami

Kamis, 24 September 2020 - 15:01 WIB

IMG-99960

YE hampir histeris saat mengungkapkan perbuatan oknum Kepsek. (Adi/metro24jam.com)

Loading...

SERGAI, metro24jam.com – Seorang oknum kepala sekolah di salah satu SLTA Negeri di Desa Sarang Giting, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, diduga telah mencoreng citra guru sebagai pendidik dengan melakukan pelecehan seksual terhadap bawahannya.

Bahkan, pria berinisial FN itu disebut tak segan-segan mengeluarkan ancaman hanya untuk menyalurkan ‘arus bawah’-nya. Pelecehan seksual sekaligus percobaan pencabulan itu pun dilakukan beberapa kali.

Lantaran ibu guru YE yang menjadi sasaran masih tetap bertahan dengan prinsipnya, FN akhirnya melancarkan jurus terakhir. mengancam tidak akan memberikan rekomendasi untuk diangkat menjadi ASN.

Ditemui Selasa (22/9/2020), wanita itu mengatakan, perbuatan tak senonoh sang oknum kepala sekolah dilakukan di saat para siswa belajar secara daring dari rumah masing-masing, lantaran pandemi Covid-19.

Ia yang merupakan staf honorer di perpustakaan dan harus sering hadir di sekolah, mengaku berulang kali coba digoda sang kepala sekolah. FN juga diduga seringkali memperhatikan keberadaan YE saat bekerja di ruangan perpustakaan.

Ketika suasana sedang sepi, FN pun menyelinap masuk untuk coba merayu bawahannya itu.

“Pertama diajaknya jalan-jalan, ‘Terus nanti kita nginaplah di hotel’, gitu katanya,” ungkap YE.

YE yang merasa harus menjaga kehormatan dirinya dan suami, dengan tegas menolak ajakan tersebut. Namun, sang kepala sekolah ternyata tak putus asa melancarkan rayuan, meski yang dirayu tak sekalipun memberikan tanggapan lagi.

Setelah beberapa kali melancarkan rayuan ternyata tak membuahkan hasil, FN pun mulai ‘main kasar’.

Menurut YE, pernah sekali, setelah menolak ajakan pimpinannya itu, ia dipaksa untuk membuka pakaiannya di dalam ruangan perpustakaan.

“Waktu itu [karena tak mau] aku diancamnya. Katanya kalau aku masih mau panjang kerja di sini (sekolah), saya harus mengikuti perintah dia,” ungkap YE.

Saat itulah, FN merapat ke arah tubuh ibu muda tersebut lalu meremas payudaranya. “Dipegangnya [bagian kemaluan]. Buka…! Buka itu…! Aku mau lihat itu,” ungkap YE mengulang ucapan FN kepadanya ketika itu, sembari menangis terbata-bata.

Saat itu, ia mengaku benar-benar ketakutan akan ancaman FN, sehingga tak nyaris pasrah perlakuan tak terpuji oknum kepala sekolah tersebut. Perbuatan itu tak berlangsung lama, karena YE segera tersadar dan langsung menghindar.

Setelah berulangkali gagal, FN pun melancarkan jurus pamungkas. Ia mengancam untuk tidak mengusulkan YE diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) jika tak juga menuruti kemauannya.

“Nggak akan ku angkat kau! Cuma kau yang nggak ku angkat! Karena sampe sekarang, kau belum berhasil ‘ku ginikan,” sebut YE mengulangi ucapan FN saat melontarkan ancaman kepadanya.

Saat itu, menurut YE, sang kepala sekolah menggesek-gesekan jari ke tubuhnya, sebagai isyarat hubungan suami-istri.

Meski sangat berharap diangkat menjadi ASN, YE tak gentar dengan ancaman tersebut. Demi kehormatan dirinya dan sang suami, ia pun dengan tegas tidak mau menuruti permintaan atasannya itu.

Mulai Terdengar Gonjang-ganjing di Sekolah

Belakangan, aksi FN diduga diketahui beberapa guru lain di sana. Alhasil, perbuatan itu pun mulai menjadi gonjang-ganjing di kalangan para staf pengajar.

Diduga untuk menutup aib yang mulai tercium, FN pun memanggil para guru untuk rapat, termasuk YE. Dalam pertemuan di salah satu ruang di sekolah itu, FN mengatakan bahwa ia tidak pernah melakukan hal apapun terhadap YE.

Namun seusai pertemuan tersebut, FN mendatangi YE dan meminta maaf atas perbuatannya, serta meminta agar bawahannya itu tidak buka mulut.

“Di situ sempat dia minta maaf. Sujud di hadapan saya pun dia mau, asal saya tidak membeberkan hal ini. Begitu katanya. Tapi, dia minta maaf itu, setelah semua guru keluar, tinggal kami berdua,” ungkap YE.

Menurut YE, saat itu ia menyarankan agar sang kepala sekolah meminta maaf kepada suaminya. “Tapi sampai sekarang dia nggak berani mendatangi keluarga saya, maupun suami saya untuk minta maaf,” lanjut YE.

Tak tahan dengan perilaku pimpinannya itu, YE akhirnya mengadu kepada suaminya, FZ. Selanjutnya, pasangan suami istri itu membuat pengaduan ke Polres Serdang Bedagai sesuai Surat Tanda Terima Laporan Polisi nomor: STTLP/180/IX/2020/SU/Res Sergai, Kamis (17/9/2020) lalu.

Polisi Sudah Olah TKP

Menindaklanjuti pengaduan FZ, personel Unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) dan Dinas Pemberdayaan Perlindungan dan Perlindungan Anak mendatangi sekolah tersebut untuk melakukan penyelidikan.

“Iya bang, tadi polisi datang ke sekolah sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak,” sebut FZ kepada wartawan, Rabu (23/9/2020).

Menurut FZ, kedatang polisi akan melakukan olah TKP. Karena pada saat itu, petugas terlihat meminta YE menunjukkan lokasi-lokasi yang menjadi tempat FN melakukan perbuatan tak senonoh tersebut.

“Di situ isteri saya disuruh nunjukin tempat-tempatnya. Terus difoto-foto sama polisi itu,” lanjutnya.

Sementara itu, Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robinson Simatupang saat dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas AKP Sopian mengatakan tidak mengetahui persis duduk perkara laporan tersebut.

“Ok, nanti saya konfirmasi dulu kepada penyidiknya ya. Saya lagi di luar nih,” jawab Sopian singkat, Kamis (24/9/2020).

Terpisah, Kepsek FN ketika dimintai tanggapan terkait tuduhan terhadap dirinya itu, Kamis (24/9/2020), langsung membantah. “Itu tidak benar pak,” jawabnya.

Ditanya apakah benar dirinya pernah meminta maaf kepada YE sebelumnya, ia juga menafikannya. “Pernyataan oknum guru tersebut keliru pak, untuk apa saya minta maaf,” tandasnya. (adi)

KOMENTAR ANDA
MGID Smart Widget
Berita Lainnya
Bawa Sabu ke Warnet, Pemuda Batang Kuis Ini Ditangkap Polisi

Bawa Sabu ke Warnet, Pemuda Batang Kuis Ini Ditangkap Polisi

Seorang pemuda ditangkap polisi dari salah satu warnet di Simpang Muntik, Dusun V, Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Deliserdang, Rabu ...
Ngebut, Avanza Hantam Truk di Purbasari, Sopir Tewas, 2 Personel TNI Asal Riau Luka Parah

Ngebut, Avanza Hantam Truk di Purbasari, Sopir Tewas, 2 Personel TNI Asal Riau Luka Parah

Warga di kawasan jalan lintas Siantar - Medan, tepatnya di KM 10-11, Nagori Purbasari, Kecamatan Tapian Dolok, Simalungun, dikagetkan dengan ...
3 Sepedamotor Tabrakan di Komplek KIM Star Tanjung Morawa, Seorang Wanita Pekerja Tewas

3 Sepedamotor Tabrakan di Komplek KIM Star Tanjung Morawa, Seorang Wanita Pekerja Tewas

Seorang wanita pekerja tewas dan 3 lainnya mengalami luka-luka pada kecelakaan lalu lintas di Jalan Pelita Raya, kawasan KIM Star, ...
Cari Utangan Tak Dapat, Pria Ini Akhirnya Menjambret, Pas Lari Ditabrak Mobil, Gol Lah!

Cari Utangan Tak Dapat, Pria Ini Akhirnya Menjambret, Pas Lari Ditabrak Mobil, Gol Lah!

Gelap mata tak dapat pinjaman, Budi Pratama (33), warga Gang Amal Dusun IV, Desa Buntu Bedimbar, akhirnya gelap mata ketika ...
H Anton Achmad Saragih Berharap Kerjasama PPKS Marihat Jika Terpilih Jadi Bupati

H Anton Achmad Saragih Berharap Kerjasama PPKS Marihat Jika Terpilih Jadi Bupati

H Anton Achmad Saragih mengunjungi Kantor Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Marihat di Jalan Pematang Siantar-Tanah Jawa KM 5, Nagori ...
Presiden Jokowi Tinjau Lahan Food Estate di Humbahas

Presiden Jokowi Tinjau Lahan Food Estate di Humbahas

Presiden RI Ir Jokowi Widodo melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke kawasan lahan pengembangan lumbung pangan (Food Estate) di Desa Ria-Ria, ...
MGID

Loading…


Awie
Jawa Elektrik
Crypto Tab