Categories: Metro 24 Jam

Ortu Pisah, Sejak SD Remaja Ini Dititip Sama Paman di Toba, Selama 8 Tahun Ternyata Jadi Budak Seks, Terungkap Usai Kabur ke Medan

Ini kisah pilu yang dialami seorang gadis asal Dumai, Provinsi Riau. Penderitaan hidupnya berlanjut setelah kedua orangtuanya berpisah. Perceraian ayah dan ibunya tersebut akhirnya menjadi awal malapetaka lebih besar.

Bunga-sebut saja namanya begitu–yang kini berusia 16 tahun kemudian tinggal bersama neneknya setelah perceraian kedua orangtuanya.

Namun belakangan, oleh sang nenek, bocah Bunga kemudian dititipkan kepada namboru (bibi–adik kandung perempuan ayah) dan amangboru (paman)-nya, BT, yang tinggal di Kecamatan Narumonda, Kabupaten Toba.

Dengan tinggal bersama bibi dan pamannya itu, sang nenek berharap Bunga mendapat kasih sayang kedua orangtuanya. Namun, harapan tinggal harapan. Meski Bunga mendapat perhatian dan kasih sayang dari bibinya, sang paman ternyata memiliki maksud lain.

Hari demi hari berlalu, pertumbuhan Bunga ternyata membuat sang paman tergiur dengan kemolekan tubuhnya. Apalagi, pria itu sering pulang malam dalam keadaan mabuk sehingga sang istri enggan tidur bersamanya. Dan akhirnya terjadilah malapetaka itu, Bunga diperkosa pamannya, saat itu bocah tersebut masih duduk di bangku kelas 3 SD!

Kisah itu terungkap Minggu (20/9/2020) kemarin. Bunga didampingi Sahat Butarbutar–salah seorang Pengurus Perkumpulan Marga Butarbutar di Kabupaten Toba–membuat pengaduan ke Unit PPA Polres Toba Samosir.

Dalam pengaduannya, Bunga mengaku sudah tinggal di rumah amangborunya BT sejak berusia 8 tahun tepatnya kelas 2 SD.

“Menurut keterangan korban, kejadian pertama waktu itu dia masih duduk di kelas 3 SD. Mula-mula, korban ini disuruh memijit badan amangborunya. Waktu itu namborunya tak di rumah,” beber Sahat Butarbutar saat dikonfirmasi, Rabu (23/9/2020).

Ternyata, minta dipijat hanyalah modus BT. Tak lama dipijat, ia pun membalikkan tubuh, lalu memperkosa keponakannya itu. Di bawah ancaman, Bunga tak bisa berbuat banyak dan tak berani mengadu kepada siapa pun, usai kejadian tersebut.

Merasa di atas angin, BT pun selalu mengulangi perbuatannya, saat sang istri tak berada di rumah atau sedang tertidur. Ia selalu menyelinap ke ruang dapur, di mana keponakannya itu tidur.

“Terakhir kali, korban mengaku dipaksa melayani nafsu bejat pelaku pada hari Kamis, 10 September 2020. Selama ini si korban hanya bisa diam karena takut diusir pelaku dan tak tau mau mengadu sama siapa,” jelas Sahat Butarbutar.

“Jadi, pelaku ini menurut korban, sering tidur di ruang tamu, bukan sama istrinya karena hampir tiap malam dia pulang dalam kondisi mulut bau minuman keras. Sedangkan korban hanya tidur di dapur,” imbuhnya.

Setelah kejadian 10 September 2020 tersebut, Bunga akhirnya nekat melarikan diri dari rumah. Berbekal ongkos seadanya dan sebuah tas berisi pakaian, ia nekat kabur ke Kota Medan.

“Korban berangkat naik bus KBT ke Medan pada Minggu 13 September 2020, lalu sampai di Medan dia tidak tahu mau ke mana. Terpaksalah tidur di loket bus dan di emperan rumah warga,” beber Butarbutar.

Dengan sisa uang di tangan, Bunga pun beberapa kali menumpang Angkot di Kota Medan tanpa tujuan.

“Jadi, sering ditanya sopir Angkot di Medan si korban ini, mau ke mana. Tapi, dia sendiri nggak tau mau ke mana,” jelasnya.

Setelah seminggu terlantar di Kota Medan, seorang sopir Angkot kemudian menyapa dan menanyakan tujuan Bunga. Setelah bertanya nama, sopir Angkot tersebut akhirnya mengetahui bahwa gadis itu masih satu marga dengan dirinya.

“Jadi disebutkan dia boru apa dan korban hanya mengaku bahwa dia berasal dari Kabupaten Tobasa dan datang ke kota Medan tanpa tujuan, maka kasihan lah si sopir itu.” jelasnya lagi.

Merasa masih memiliki hubungan darah dan iba dengan kondisi remaja tersebut sopir Angkot tersebut lalu menghubungi salah seorang kenalannya di Polres Tobasa.

Setelah bercerita panjang lebar, sang sopir Angkot membawa Bunga pulang ke Porsea, lalu kemudian menghubungi pengurus Punguan (Perkumpulan) Butarbutar di Kabupaten Toba.

“Setelah kita bertemu dengan korban akhirnya kita mendengar pengakuan pahit yang dialaminya lalu kita bersepakat untuk melaporkan kejadian ini ke Unit PPA Polres Tobasa, Minggu 20 September 2020,” ungkap Sahat Butarbutar kepada awak media.

Pengaduan itu pun sudah diterima Unit PPA Sat Reskrim Polres Tobasa sesuai Laporan Polisi nomor: LP/249/IX/2020/SU/TBS, tertanggal 20 September 2020.

Kanit PPA Polres Toba Samosir Aipda Idris Simangunsong ketika dikonfirmasi, Rabu (23/9/2020) membenarkan pihaknya telah menerima pengaduan atas dugaan kasus pencabulan ini.

“Saat ini pengaduannya sedang kita tangani. Ssecepatnya akan kita lakukan pemanggilan terhadap terduga pelaku,” sebut Idris.

Terpisah, Ketua Komnas Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait melalui siaran persnya di Surabaya, Rabu (23/9/2020) mengutuk perbuatan BT yang saat menjabat sebagai Ketua Panwascam Narumonda, Kabupaten Toba.

“BT yang berprofesi sebagai wartawan terduga pelaku kejahatan seksual yang dilakukan terhadap ponakannya sendiri layak dan patut diancam dengan pidana 20 tahun penjara dan hukuman tambahan berupa “Kastrasi” yakni kebiri melalui suntik kimia setelah menjalani pidana pokoknya,” katanya.

Menurut Arist, apa yang telah dilakukan BT merupakan kejahatan kriminal luar biasa (extraordinary crime).

“Tidak ada toleransi dan kata damai atas kejahatan kemanusiaan, apalagi dilakukan kepada ponakannya sendiri. Sesungguhnya pelaku seharusnya menjadi benteng dan garda terdepan untuk meindungi dan menjaga masa depan keponakannya, bukan justru merusak masa depan anak,” tandasnya.

Sementara itu, informasi terakhir yang berhasil dihimpun, BT saat ini telah menghilang dari kediamannya di Kecamatan Narumonda. (Hotman)

Recent Posts

Hendak Jual 1,1 Kg Sabu, 2 Pria Asal Aceh Utara Ini Diringkus Polisi di Depan Rumah

Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Utara, meringkus dua pria pengedar sabu-sabu, Minggu (09/05/2021) dinihari kemarin.…

1 hari ago

Lapas Siborong-borong Ikuti Apel Pagi Serentak Kemenkumham

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Siborong borong, mengikuti apel pagi secara serentak di Kementrian Hukum…

2 hari ago

Ustadz Tengku Zulkarnain Tutup Usia di RS Tabarani Pekanbaru

Da'i sekaligus mantan Wasekjen Majelis Ulama Indonesia, Ustadx Tengku Zulkarnain, meninggal dunia, Senin (10/5/2021). Hal…

2 hari ago

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Nyangkut di Bawah Jembatan Desa Kelambir Pantai Labu

Sesosok mayat pria ditemukan tersangkut di bawah jembatan hulu Sungai Serdang, Dusun I, Desa Kelambir,…

2 hari ago

Pemkab Deliserdang Kembali Raih Opini WTP dari BPK Sumut TA 2020

Pemerintah Kabupaten Deliserdang kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan atas…

2 hari ago

Kapolres dan Ketua Bhayangkari Humbahas Tinjau Pos PAM Ops Ketupat Toba 2021 di 3 Kecamatan

Kapolres AKBP Ronny Nicolas Sidabutar didampingi PJU Polres Humbahas dan Ketua Cabang Bhayangkari Cabang Humbahas…

2 hari ago