Categories: Metro 24 Jam

Jelang AKB, Jasa Pijat ‘Plus-plus’ di Simalungun Kembali Menggeliat

Penghujung tahun 2020 diyakini akan membuat sektor usaha kembali menggeliat. Hal itu seiring dengan kebijakan Adaptasi Kebiasan Baru (AKB) di masa pandemi Covid-19 yang sudah ditetapkan pemerintah.

Seorang pemerhati ekonomi di Kabupaten Simalungun mengatakan, pertumbuhan dunia usaha memang sangat terpengaruh oleh dampak pandemi covid-19, khususnya bidang pelayanan jasa seperti panti pijat. Namun, ia meyakini, seiring dengan AKB, sektor usaha jasa akan kembali berangsur normal.

Khusus untuk Kabupaten Simalungun, hal itu mulai terlihat di Komplek Ruko Griya Jalan Asahan KM 1, Nagori Siantar Estate, Kecamatan Siantar.

“Pandemi Covid-19 memberikan dampak negatif cukup besar terhadap kehidupan usaha. Banyak sektor usaha jasa yang terpuruk dibuatnya, salah satunya panti pijat,” katanya.

Sayangnya, usaha jasa satu ini banyak disalahgunakan pengusaha nakal. Karena pada pelaksanaan di lapangan, usaha pijat hanya menjadi kedok menutupi bisnis ‘tali air’ alias prostitusi.

Usaha ‘Pijat Plus-plus’ berkedok sarana kesehatan alternatif di Kabupaten Simalungun, sangat mudah dikenali.

“Kalau lokasi pijat plus-plus ini, begitu datang, pasti kita disambut cewek-cewek (terapis) di pintu depan. Nanti setelah itu pasti mereka lebih banyak menawarkan jasa pemuas birahi kepada para hidung belang,” bebernya.

Beberapa lokasi yang disebut menyediakan jasa ‘Pijat Plus-plus’ cukup favorit saat ini ada di Komplek Ruko Griya, Jalan Asahan KM 1, Nagori Siantar Estate Kecamatan Siantar.

Dari luar, lokasi pijat sekilas hanya terlihat seperti ruko tempat tinggal. Namun di dalam, akan terlihat sejumlah kamar-kamar kecil.

“Kalau pintu ruko kaca, sengaja tak dibuka lebar, hanya untuk seukuran badan supaya tidak terlihat jelas ke dalam,” sebutnya lagi.

Awalnya, terapis di pintu masuk akan menawarkan jasa pijat, namun pasti dibarengi tawaran jasa pemuas birahi kepada para pelanggan.

“Masuk om, nanti tinggal pilih aja, di dalam masih banyak cewek-ceweknya,” ujar sumber menirukan kalimat sambutan dari para terapis dimaksud.

“Kalau pijat biasa cuma Rp100 ribu. Kalau mau ‘full service’, ya ‘gopek’ (500 ribu) an lah, semua dilayani di dalam. Tapi tergantung terapisnya, ada juga yang bisa nego di kamar,” bebernya lebih rinci.

“Tamu-tamunya banyak yang cerita di warung sambil minum kopi. Katanya tarifnya kemahalan karena terapisnya muda-muda. Kalau parkiran mobil dan motor cukup luas,” bebernya.

Menurut pria itu, setidaknya ada 5 panti pijat yang diduga menyediakan jasa ‘plus-plus’ di Komplek Ruko Griya, Jalan Asahan, Nagori Siantar Estate tersebut.

“Kalau warga sekitar sini sebenarnya sudah cukup lama resah dengan praktik ‘pijat plus-plus’ ini,” ungkapnya lagi.

Kekhawatiran warga semakin meningkat di tengah kasus Covid-19 yang terus bertambah. Namun, mereka tak bisa berbuat banyak, lantaran keberadaan lokasi pijat disebut dibekingi oknum-oknum tertentu.

“Keinginan kita segera ditutup, itu aspirasi warga. Ya bisa saja ada orang-orang kuat di belakang [panti pijat] yang menentang. Makanya kita minta aparat tegas, jadi apa yang digaungkan oleh pemerintah itu sesuai fakta, bukan malah seperti ini,” timpal warga lainnya.

Terkait hal itu, Pangulu Siantar Estate Muhammad Rusdi ketika dikonfirmasi melalui Sekretaris Nagori, Ade Miftahul Khair, tidak menampik adanya keresahan yang disampaikan warga.

Ia mengatakan, bahwa sebelumnya, bersama dengan Sat Pol-PP Simalungun pihaknya telah mendatangi dan melihat salah satu panti pijat di Komplek Griya Jalan Asahan tersebut.

“Sampai saat ini baru satu pengusaha yang datang mengurus Surat Keterangan Domisili Usaha, seperti Queen Massage,” katanya. (age)

Recent Posts

Bupati Toba Terbitkan Surat Edaran Larangan Pesta, Objek Wisata Ditutup

Bupati Toba Ir Poltak Sitorus melarang warganya terlibat dalam kerumunan khususnya yang akan melakukan kegiatan…

8 jam ago

Pemkab Simalungun Bantu Korban Longsor dan Banjir di Parapat

Pemerintah Simalungun melalui Dinas Sosial memberikan bantuan 75 paket bahan pangan pokok kepada korban longsor…

10 jam ago

Viral di Mesdos, Seorang Pelaku Pemerasan di Eks Terminal Sukadame Ditangkap, Temannya Buron

Aksi pemerasan di kawasan eks Terminal Sukadame Kota Pematang Siantar viral di media sosial (medsos).…

11 jam ago

Tinjau TPS, PLt Camat Lubukpakam: Kebersihan Harus Diawali dari Desa

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Lubukpakam Drs Syahdin Setia Budi Pane mengimbau seluruh warganya agar peduli…

11 jam ago

Kelilingi Objek Wisata Lurah Tigaraja Imbau Warga Taati Prokes

Kepala Kelurahan Tigaraja, Darmadonni Silalahi SH, mengelilingi lokasi objek wisata di seputar wilayah kerjanya, untuk…

12 jam ago

Gubuk Diduga Lokasi Judi Dadu di Durin Simbelang Dibakar Polisi

Menindaklanjuti keresahan masyarakat akan adanya lokasi judi dadu di Desa Durin Simbelang, personel Polsek Pancurbatu…

13 jam ago