Categories: Metro 24 Jam

Ngotot Selesaikan Proyek Selama Pandemi, Pangulu Bah Jambi Dinilai Tak Berempati Kepada Warga

Merebaknya wabah Covid-19 di Indonesia membuat perekonomian mengalami tekanan berat. Kondisi terparah terutama dirasakan rakyat kecil yang juga dirasakan sejumlah warga di Nagori Bah Jambi, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi Kabupaten Simalungun.

Namun, di tengah keterpurukan ekonomi yang dirasakan, Permerintah Nagori Bah Jambi tetap saja ‘ngotot’ menyelesaikan proyek yang menggunakan Anggaran Dana Desa.

Hal itu membuat sejumlah warga setempat menilai bahwa pemerintah nagori Bah Jambi tidak berempati ataupun tanggap terhadap penderitaan yang dirasakan rakyat kecil.

Salah satu proyek yang saat ini sedang dikerjakan Pemerintah Nagori Bahjambi adalah pembangunan 8 unit Kios Pasar Desa di Jalan Garuda.

Penelusuran Metro24jam.com ke lapangan, pembangunan kios dengan biaya Rp399.330.445 memang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2020 dan berada di bawah satuan kerja Pemerintahan Nagori Bah Jambi.

Berdasarkan informasi, kedelapan kios itu disebut sudah dipesan oleh para pedagang dari luar Kabupaten Simalungun dan diduga diperjualbelikan hak pakai oleh oknum-oknum tertentu dengan sistem sewa.

“Proyek ini kan tidak terlalu berarti untuk masyarakat Nagori Bahjambi,” kata seorang warga yang ditemui saat menerima bantuan sosial Sembako, Rabu (16/9/2020) sore.

Ia menilai, proyek pembangunan kios yang saat ini kesannya diburu selesai, Pemerintah Nagori Bahjambi dinilai tidak peka terhadap kondisi ekonomi rakyat dan UKM yang terpuruk.

“Kalau dana hampir 400 juta [rupiah] itu disalurkan ke masyarakat, tentunya akan sangat membantu dan bermanfaat. Jadi jangan cari keuntungan lah, di masyarakat yang terpuruk,” imbuhnya.

“Kan tidak semua warga Nagori Bahjambi adalah karyawan yang menerima penghasilan tetap dan fasilitas dari PTPN IV. Masih banyak kepala keluarga bekerja sebagai Buruh Harian Lepas (BHL), bahkan jadi buruh kasar serabutan di lingkungan PTPN IV Bah Jambi ini,” gerutunya.

Dengan bekerja sebagai buruh kasar, upah yang diperoleh rata-rata tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Banyak buruh tersebut terpaksa membawa keluarganya mengumpulkan pelepah sawit untuk diambil lidinya sebagai bahan membuat sapu.

“Terbantunya, buruh kasar ini mendapat izin dari PTPN IV bisa menempati rumah dinas yang ditinggal karyawan,” katanya prihatin.

Ia menjelaskan, bahwa sekitar 75% pedagang musiman di Pasar Desa Bahjambi merupakan warga asal luar Kabupaten Simalungun. Sedangkan sisanya hanya 25% merupakan warga kurang mampu yang tidak bisa bersaing karena ketiadaan modal usaha.

“Sebaiknya warga pelaku usaha UKM yang terdampak akibat corona di Bah Jambi ini bisa mendapatkan bantuan modal usaha melalui program Dana Desa,” katanya.

Menurut pria itu, program tersebut bisa dibuat dan disalurkan melalui Badan Usaha Milik Nagori (BUMNag).

“Program BUMNag sangat produktif untuk usaha UKM, sangat strategis membantu pelaku UKM untuk bersaing dan bertahan di tengah pandemi,” katanya.

Ia juga berharap UKM dan masyarakat Bah Jambi bisa mendapat fasilitas pelatihan, kemudahan izin usaha, kegiatan pemasaran dan informasi akses permodalan usaha.

“Kalau tidak terlalu penting, jangan dulu lah dipaksakan. Kami juga ingat, sesuai surat edaran menteri keuangan, proyek yang belum dimulai maupun yang sedang dilaksanakan, agar dihentikan sementara,” katanya.

Pangulu Nagori Bahjambi, Bolon Siahaan, sampai saat ini belum berhasil dikonfimasi Metro24jam.com. Ketika dicoba dihubungi melalui nomor selulernya, mantan karyawan PTPN IV Bahjambi tersebut tidak menjawab panggilan.

Sementara itu, Camat Jawa Maraja Bahjambi, Drs Rasid Sinaga, tidak bersedia memberikan penjelasan terkait pembangunan 8 kios di Pasar Desa Bah Jambi.

“Jangan tanya saya lah, tanya pangulu saja. Soalnya Pasar Desa itu, aset Nagori. Saya tidak pegang data, takut salah jawab, tanya pangulu aja,” jawabnya ketika dihubungi melalui sambungan seluler, Rabu (16/9/2020) sore.(age)

Recent Posts

Bupati Toba Terbitkan Surat Edaran Larangan Pesta, Objek Wisata Ditutup

Bupati Toba Ir Poltak Sitorus melarang warganya terlibat dalam kerumunan khususnya yang akan melakukan kegiatan…

7 jam ago

Pemkab Simalungun Bantu Korban Longsor dan Banjir di Parapat

Pemerintah Simalungun melalui Dinas Sosial memberikan bantuan 75 paket bahan pangan pokok kepada korban longsor…

9 jam ago

Viral di Mesdos, Seorang Pelaku Pemerasan di Eks Terminal Sukadame Ditangkap, Temannya Buron

Aksi pemerasan di kawasan eks Terminal Sukadame Kota Pematang Siantar viral di media sosial (medsos).…

10 jam ago

Tinjau TPS, PLt Camat Lubukpakam: Kebersihan Harus Diawali dari Desa

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Lubukpakam Drs Syahdin Setia Budi Pane mengimbau seluruh warganya agar peduli…

10 jam ago

Kelilingi Objek Wisata Lurah Tigaraja Imbau Warga Taati Prokes

Kepala Kelurahan Tigaraja, Darmadonni Silalahi SH, mengelilingi lokasi objek wisata di seputar wilayah kerjanya, untuk…

11 jam ago

Gubuk Diduga Lokasi Judi Dadu di Durin Simbelang Dibakar Polisi

Menindaklanjuti keresahan masyarakat akan adanya lokasi judi dadu di Desa Durin Simbelang, personel Polsek Pancurbatu…

12 jam ago