Categories: Metro 24 Jam

Polres Taput Ringkus 3 Lagi Pembobol Toko Miduk Tarutung, Brankas Sempat Dibuang ke Sungai Asahan

Polres Tapanuli Utara berhasil meringkus 3 lagi anggota komplotan pelaku pembobolan Toko Miduk di Jalan Sisingamangaraja Tarutung yang telah mengakibatkan pemilik toko mengalami kerugian lebih dari Rp1.000.000.000.

Ketiga tersangka yang baru ditangkap adalah, Marisi Nurmala Lumbantobing (49) warga Jalan Sisingamangaraja Tarutung; Al Rahman Ambarita (45) warga Jalan Melanthon Siregar, Gg Barito, Pematang Siantar dan Yusuf P Sihotang alias Pangaloan alias Ereget (45), warga Blok Kresek RT/RW 004/001 Kelurahan Sidamulya, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Sebelumnya, polisi sudah berhasil meringkus 2 tersangka, yaitu Leonard Marbun (30) dan Derpin Sihombing (49) (sebelumnya disebut Berfin Sihombing-red), masing-masing warga Simpang Tiga, Desa Harianja serta Desa Pakpahan, Kecamatan Pangaribuan, Tapanuli Utara.

Diberitakan sebelumnya, Toko Kelontong Miduk di Jalan Sisingamangaraja, Tarutung, milik Nursintan Panggabean dibobol maling pada tanggal 1 Juli 2019. Dari sana, komplotan maling mengangkut brankas berisi uang tunai, perhiasan emas, berlian dan jam tangan mewah.

Kapolres AKBP Jonner MH Samosir SIK, saat memaparkan kelima tersangka di Mapolres Tapanuli Utara, Kamis (17/9/2020), mengatakan, pengungkapan kasus yang sudah diselidiki lebih dari setahun tersebut berawal dari penangpak Leonardo dan Derpin.

“Team khusus yang kita bentuk berhasil menangkap para tersangka, setelah proses penyelidikan dan penyidikan yang panjang. Karena, pada saat terjadinya pencurian di Toko Miduk tersebut, minim alat bukti, keterangan saksi serta rekaman CCTV yang ada. Dan pada saat peristiwa tersebut terjadi, pemilik toko tidak berada di tokonya atau dalam keadaan kosong,” katanya.

“Dengan keseriusan dan kerja keras kita, akhirnya kita pun mendapat informasi yang akurat pada tanggal 12 Juni 2020, kita berhasil mengamankan dua tersangka yakni,Leonardo Marbun dan Derpin Sihombing dari kediamannya masing-masing,” urainya.

Berdasarkan keterangan kedua tersangka tersebut, polisi mendapat bukti-bukti lain dalam keterlibatan teman-teman mereka.

“Namun dalam keterangan yang kita miliki, masih belum jelas, karena kedua tersangka tidak mengetahui nama asli ketiga tersangka lain, hanya mengenal marga dan wajah saja. Sehingga team kita pun harus bekerja dengan betul untuk menghubungkan bukti dan informasi yang kita kumpulkan,” jelas Jonner.

Setelah 3 bulan berlalu usai penangkapan Leonard dan Derpin, personel Polres Taput akhirnya berhasil mengamankan Marisi Nurmala Lumbantobing dari kediamannya di Jalan Sisingamangaraja, Tarutung pada hari Rabu (12/8/2020).

“Dari penangkapan tersangka Marisi Nurmala, kita mendapat keterangan tambahan. Kita juga bekerjasama dengan team Pusat Inafis Mabes Polri untuk mengungkap kedua tersangka lain, karena tersangka Yusup P Sihotang dan Al Rahman Ambarita ini merupakan perampok kelas kakap yang terorganisir dan serta buronan pihak kepolisian di Jakarta dan Jawa Tengah,” beber Jonner.

Selanjutnya, Polres Taput berkoordinasi dengan Polres Indramayu Polda Jateng, Polres Banjar Negara Polda Jateng, Polres Sleman Polda Yogja, Polres Bantul Polda Yogja, Polsek Parang Tritis, Polsek Kusumo, Polsek Kresek, Polda Metro Jaya, Polres Deliserdang, Sat Brimob Polda Sumut dan Polda Sumatera Utara.

“Jadi dengan kordinasi dan kerjasama yang kita bangun dengan Polda, Polres dan Polsek ini lah kita berhasil menangkap kedua pelaku,” imbuhnya.

Pada tanggal 13 Agustus 2020, Al Rahman Ambarita ditangkap personel Polres Kebumen dan selanjutnya dijemput personel Polres Taput. Berdasarkan keterangan Al Rahman, polisi kemudian mendapat identitas Yusup P Sihotang.

Berstatus buronan di beberapa Polda, Polres dan Polsek, pada tanggal 26 Agustus 2020, Yusup P Sihotang ditangkap personel Polda Metro Jaya di salah satu rumah makan di kawasan Tambora, Jakarta Barat.

“Setelah mencuri di Toko Miduk, tersangka Yusup P Sihotang dan AL Rahman ini beraksi lagi di daerah Jakarta. Setelah ditangkap Polda Metro Jaya, Kapolda Sumut berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, sehingga tersangka diserahkan ke kita untuk penyidikan awal,” katanya.

Jonner menjelaskan, bahwa Yusup dan Al Rahman merupakan penjahat kaliber yang terkenal licin.

“Namun kita tidak mau kalah dengan penjahat. Di daerah Jawa mereka sudah lebih 25 kali beraksi dengan komplotan yang berbeda-beda dan 3 kali sudah menjalani hukuman,” ungkapnya.

Berdasarkan pemeriksaan di Polres Taput, keduanya juga mengakui bahwa mereka mengakui sudah 3 kali beraksi kawasan Tapanuli, sebelum membongkar Toko Miduk.

“Sekitar bulan Juni 2019 mencuri brankas dari Pabrik Tapioka PT Hutahaean Bahal Batu Siborongborong, mencuri 75 tabung gas dari Sipoholon dan brankas di Sidempuan, Tapanuli Selatan.

“Jadi kita sudah melakukan segala upaya dan cara untuk berhasil menangkap semua pelaku ini. Bukan hanya tenaga, pikiran dan cost yang kita keluarkan pun sudah sangat besar,” beber Jonner.

Dari pengungkapan tersebut, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti 1 buah brangkas, yang sebelumnya sempat dibuang di Sungai Asahan, Porsea, Kabupaten Toba, 1 unit sepedamotor, 1 buah buku tabungan BRI.

“Team kita masih terus mengembangkan kasus ini hingga tuntas. Saat ini tiga tersangka masih proses penyidikan yakni MNL, YPS dan ARP, sedangkan tersangka LM dan DS sudah tahap II atau sudah kita serahkan ke Jaksa Penuntut Umum,” jelasnya.

Lanjut Jonner, ke-5 tersangka diduga telah melanggar pasal 363 ayat 1 ke 4 (e). “Ancaman hukumannya 7 tahun penjara,” pungkasnya. (Hotman)

BACA JUGA:
Angkut Brankas Berisi Rp1 Miliar dari Toko Miduk Tarutung, 2 Maling Diringkus Polisi

Recent Posts

Bupati Toba Terbitkan Surat Edaran Larangan Pesta, Objek Wisata Ditutup

Bupati Toba Ir Poltak Sitorus melarang warganya terlibat dalam kerumunan khususnya yang akan melakukan kegiatan…

7 jam ago

Pemkab Simalungun Bantu Korban Longsor dan Banjir di Parapat

Pemerintah Simalungun melalui Dinas Sosial memberikan bantuan 75 paket bahan pangan pokok kepada korban longsor…

10 jam ago

Viral di Mesdos, Seorang Pelaku Pemerasan di Eks Terminal Sukadame Ditangkap, Temannya Buron

Aksi pemerasan di kawasan eks Terminal Sukadame Kota Pematang Siantar viral di media sosial (medsos).…

11 jam ago

Tinjau TPS, PLt Camat Lubukpakam: Kebersihan Harus Diawali dari Desa

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Lubukpakam Drs Syahdin Setia Budi Pane mengimbau seluruh warganya agar peduli…

11 jam ago

Kelilingi Objek Wisata Lurah Tigaraja Imbau Warga Taati Prokes

Kepala Kelurahan Tigaraja, Darmadonni Silalahi SH, mengelilingi lokasi objek wisata di seputar wilayah kerjanya, untuk…

12 jam ago

Gubuk Diduga Lokasi Judi Dadu di Durin Simbelang Dibakar Polisi

Menindaklanjuti keresahan masyarakat akan adanya lokasi judi dadu di Desa Durin Simbelang, personel Polsek Pancurbatu…

13 jam ago