Categories: Metro 24 Jam

Oknum Polri Ditangkap Bawa Sabu dan Ekstasi, Pemasoknya Mendadak Tewas Saat Ditangkap

Personel Satuan Reserse Narkoba Polresta Deliserdang berhasil mengungkap peredaran sabu-sabu di kawasan Patumbak dan Pancurbatu, Kamis (10/9/2020) dan Jum’at (11/9/2020) kemarin.

Polisi berhasil mengamankan dua tersangka, namun salah satunya tewas diduga akibat sakit jantung kambuh saat digrebek polisi di Jalan Jamin Ginting, Desa Baru, Kecamatan Pancurbatu.

Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Yemi Mandagi mengungkapkan hal itu pada pemaparan di Mapolresta Deliserdang, Sabtu (12/9/2020).

Kedua tersangka adalah Tumpal Hendrik Ferdianto alias Bolon (37), warga Jalan Pertahanan, Komplek Perumahan Sigara-Gara, Kecamatan Patumbak dan Abdi Sanjaya alias Cokna (28), warga Dusun II, Desa Namo Simpur, Kecamatan Pancurbatu.

“Pengungkapan kasus narkoba itu bermula ketika pada Kamis (10/9/2020) sekira pukul 19.00 Wib, personel Sat Resnarkoba mengamankan Tumpal Hendrik Ferdianto alias Bolon di rumahnya,” jelas Kombes Yemi didampingi Kasatres Narkoba AKP Ginanjar Fitriadi.

Dari kediaman pria yang berstatus anggota Polri itu, petugas menyita barang bukti berupa dua paket sabu seberat 13,24 gram (bruto) dan 26 butir pil ektasi warna cream berbentuk lembar daun seberat 12,89 gram.

Selain itu satu HP merk Oppo F9, satu unit timbangan elektrik, sepucuk softgun dan ung tunai Rp45.000.000 dari tempat tidur.

“Saat diinterogasi, tersangka Tumpal Hendrik Ferdianto alias Bolon mengaku jika barang bukti yang ditemukan dan diamankan itu adalah miliknya yang diperoleh dari Abdi Sanjaya alias Cokna, yang beralamat di Kecamatan Pancurbatu, Deliserdang,” katanya.

Berdasarkan keterangan Bolon, personel Sat Resnarkoba Polresta Deliserdang kemudian melakukan pengembangan.

Jumat (11/9/2020) sekira pukul 02.00 Wib, polisi berhasil menemukan Abdi Sanjaya alias Cokna di Jalan Jamin Ginting, Desa Baru, Kecamatan Pancurbatu.

Saat digeledah, dari kantong celana depan kanan yang dipakai Cokna ditemukan satu paket sedang sabu-sabu seberat 113 gram (bruto). Selain itu polisi juga menemukan satu unit HP merk Vivo warna hitam di pinggir jalan lokasi penangkapan.

“Namun saat ditangkap, tersangka AS alias Cokna tiba-tiba jatuh lemas. Selanjutnya personel membawa tersangka ini ke RSUP Adam Malik.” jelas Yemi.

Namun sesampainya di sana, dokter di RSUP Adam Malik menyatakan Abdi Sanjaya telah meninggal dunia. Selanjutnya, jenazah Cokna dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk diotopsi.

“Hasil otopsi belum kita terima, sehingga belum diketahui penyebab kematian Abdi Sanjaya alias Cokna. Tersangka Tumpal Hendrik Ferdianto dijerat pasal 114 ayat (2), 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman paling singkat 6 tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” pungkas mantan Kapolres Asahan itu. (Fan)

Recent Posts

Bupati Toba Terbitkan Surat Edaran Larangan Pesta, Objek Wisata Ditutup

Bupati Toba Ir Poltak Sitorus melarang warganya terlibat dalam kerumunan khususnya yang akan melakukan kegiatan…

7 jam ago

Pemkab Simalungun Bantu Korban Longsor dan Banjir di Parapat

Pemerintah Simalungun melalui Dinas Sosial memberikan bantuan 75 paket bahan pangan pokok kepada korban longsor…

9 jam ago

Viral di Mesdos, Seorang Pelaku Pemerasan di Eks Terminal Sukadame Ditangkap, Temannya Buron

Aksi pemerasan di kawasan eks Terminal Sukadame Kota Pematang Siantar viral di media sosial (medsos).…

10 jam ago

Tinjau TPS, PLt Camat Lubukpakam: Kebersihan Harus Diawali dari Desa

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Lubukpakam Drs Syahdin Setia Budi Pane mengimbau seluruh warganya agar peduli…

10 jam ago

Kelilingi Objek Wisata Lurah Tigaraja Imbau Warga Taati Prokes

Kepala Kelurahan Tigaraja, Darmadonni Silalahi SH, mengelilingi lokasi objek wisata di seputar wilayah kerjanya, untuk…

11 jam ago

Gubuk Diduga Lokasi Judi Dadu di Durin Simbelang Dibakar Polisi

Menindaklanjuti keresahan masyarakat akan adanya lokasi judi dadu di Desa Durin Simbelang, personel Polsek Pancurbatu…

12 jam ago