Categories: Metro 24 Jam

Mobil Sering ‘Ngumpet’, Program Saminten UPT Samsat Siantar Dinilai Tak Penuhi Layani Publik

Peluncuran Program ‘Saminten’ (Sabtu Minggu Paten) oleh Samsat UPT Pematang Siantar yang diresmikan Gubernur Sumatera Utara T Erry Nuradi dinilai belum menyentuh bidang peningkatan layanan publik.

Program yang diluncurkan dengan tujuan menambah jam layanan kepada masyarakat wajib pajak kendaraan bermotor tersebut selama ini beroperasi di Lapangan H Adam Malik, Kota Pematang Siantar, khusus untuk hari Sabtu dan Minggu. Sedangkan untuk hari kerja, bus tersebut harusnyaberoperasi ke sejumlah wilayah lain yang jauh dari Pematang Siantar.

Namun belakangan, layanan ini sudah tak terlihat lagi di daerah-daerah, sehingga warga yang hanya memiliki waktu luang pada hari Sabtu dan Minggu untuk mengurus pajak kendaraannya terpaksa menunggu hari kerja dan mendatangi Kantor Unit Pelayanan Terpadu Sistem Administrasi Satu Atap (UPT Samsat) Bersama Pematang Siantar di Jalan Sangnawaluh.

Hal itu disampaikan sejumlah warga Simalungun wajib pajak kendaraan bermotor, yang hendak melakukan pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK), Kamis (3/9/2020) siang. Mereka mengeluhkan layanan Samsat Keliling Program (Saminten) yang tak lagi diketahui di mana lokasi operasinya.

“Terpaksa lah, sejak pagi hari di sini (Kantor UPT Samsat) dan sudah mengantre sejak pukul 08.00 Wib. Kita yang sudah datang jauh-jauh, terus menunggu lama lagi. Sebab Samsat Keliling Program itu nggak tau lagi entah di mana keberadaanya,” sebut warga.

Ia mengatakan, membayar pajak kendaraan bermotor di Kantor UPT Samsat Pematang Siantar, selain cukup melelahkan juga terkesan mengecewakan.

“Saya mau bayar pajak kendaraan bermotor yang dibeli dari orang lain di sini, ada petugas itu meminta KTP asli pemilik kendaraan. Sedangkan saya, sudah tidak mengetahui lagi keberadaan atau tempat tinggal pemilik kendaraan sebelumnya, petugas itu malah meminta KTP asli pemilik kendaraan,” katanya.

“Ini sangat mengecewakan lah dan saya anggap mempersulit warga taat pajak,” katanya.

“Plat kendaraan saya asal Medan, terus diminta dia (petugas Samsat) KTP asli yang tertera di STNK, enggak ada lah, karena kendaraan ini bukan saya beli baru,” kesalnya.

“Cari orangnya dimana pun enggak tahu. Terus saya tanya lagi, kek mana jadinya? Enggak ada jawaban yang pasti. Sementara saya mau bayar pajak udah mau telat, padahal udah taat gini,” sebut pria yang mengaku asal Kecamatan Bosar Maligas, Simalungun itu sembari mengomel.

Menurut pria itu, seorang petugas Samsat mengatakan kepadanya, bahwa pada dasarnya ketentuan membayar pajak kendaraan adalah yang bersangkutan langsung hadir.

“Ketentuannya kata dia itu, bayar pajak kendaraan itu, yang datang harus yang bersangkutan membawa KTP. Misal, pemilik kendaraan A, KTP nama A, itu langsung bisa bayar terus. Jadi, saya disuruh cari orangnya. Manalah saya tau di mana. Terus saya tanya lagi, kek mana jadinya, nggak ada jawaban,” gerutunya.

Masih menurut pria tersebut, dia sempat menanyakan kepada salah seorang staf tentang keberadaan Samsat Keliling (Saminten), atas saran seseorang yang ditemuinya sekitar Kantor UPT Samsat Bersama Siantar, yang mengatakan, pembayaran pajak kendaraan miliknya dapat dilakukan melalui layanan tersebut.

Namun sayang, pegawai dimaksud tidak memberi tanggapan dan hanya menyarankan warga tersebut mencari sendiri lokasi beroperasinya mobil pelayanan itu.

“Dibilangnya, ‘Cari sendiri lah pak!’. Jadi kan ada yang bilang, di layanan Samsat Keliling itu, kalau melalui calo bisa dilakukan pembayaran, dengan catatan, ada tambahan uang jasa Rp50.000 untuk kendaraan roda dua. Istilahnya ‘KTP Tembak’, belum lagi biaya blanko pengecekan fisik kendaraan,” katanya.

Kalau di kantor ini agak sulit sekarang, Kepala [UPT Samsat], yang baru ini agak keras katanya. Sekarang katanya lagi banyak sorotan, maka sudah pening mereka (oknum mitra calo) itu. Nggak ada berkas masuk dari calo berkedok biro jasa. Apalagi ditanya-tanya, makin peninglah mereka,” ungkapnya sembari tersenyum.

Pria itu juga disarankan agar melakukan pengurusan pajak kendaraan melalui gerai yang tersebar di beberapa kecamatan.

“Katanya, semua berkas calo masuk melalui gerai-gerai itu tau Samsat Keliling. Di sana calo lebih aman. Kalau di kantor ini, satu-satu lah berkas bisa masuk, maka pening orang itu. Selain itu belum banyak yang mengetahui keberadaan dan lokasi Samsat Keliling ini, tempat nya terpencil,” katanya.

“Mungkin inilah cara baru untuk menghindari sorotan dan terkesan sangat efektif, terutama untuk pemangkasan biaya operasional Samsat Keliling,” katanya..

Ia pun menduga pimpinan UPT Samsat yang baru belum mengetahui cara-cara seperti itu. Selain itu, dengan tidak terlihatnya mobil Samsat Keliling beroperasi, dia menilai program tersebut tak lagi efektif membantu warga.

“Seharusnya kan, Samsat Keliling itu menjangkau daerah-daerah terpencil, untuk menambah jam layanan pada hari libur kepada masyarakat wajib pajak kendaraan bermotor di pelosok yang rata-rata bertani. Dan itu tentunya akan menambah PAD untuk percepatan pembangunan di Sumatera Utara,” katanya lagi.

Terpisah, Kepala UPT Kantor Samsat Bersama Pematang Siantar, Fuad Ghazalie Damanik SSTP ketika dikonfirmasi menjelaskan untuk bus Samsat Keliling, saat ini pihaknya segera akan mengoperasikan mobil baru menunggu keputusan bersama Tim Pembina Samsat.

“Itu dalam waktu dekat akan beroperasi untuk wilayah yang jauh,” katanya kepada Metro24jam.com, lewat sambungan seluler.

“Kami informasikan juga, kondisi yang ada untuk mobil yang besar itu, memang dengan faktor usianya, nggak bisa kita pacu untuk daerah untuk yang cukup jauh,” imbuhnya.

Fuad menambahkan, untuk lingkup wilayah Simalungun, masih ada cabang kantor Samsat lain yang bisa didatangi warga dalam mengurus dokumen kendaraan, seperti di Perdagangan dan Tanah Jawa.

“Untuk hal-hal lain, nanti saya akan usahakan melakukan koreksi,” katanya. (Age)

Recent Posts

Hendak Jual 1,1 Kg Sabu, 2 Pria Asal Aceh Utara Ini Diringkus Polisi di Depan Rumah

Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Utara, meringkus dua pria pengedar sabu-sabu, Minggu (09/05/2021) dinihari kemarin.…

1 hari ago

Lapas Siborong-borong Ikuti Apel Pagi Serentak Kemenkumham

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Siborong borong, mengikuti apel pagi secara serentak di Kementrian Hukum…

2 hari ago

Ustadz Tengku Zulkarnain Tutup Usia di RS Tabarani Pekanbaru

Da'i sekaligus mantan Wasekjen Majelis Ulama Indonesia, Ustadx Tengku Zulkarnain, meninggal dunia, Senin (10/5/2021). Hal…

2 hari ago

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Nyangkut di Bawah Jembatan Desa Kelambir Pantai Labu

Sesosok mayat pria ditemukan tersangkut di bawah jembatan hulu Sungai Serdang, Dusun I, Desa Kelambir,…

2 hari ago

Pemkab Deliserdang Kembali Raih Opini WTP dari BPK Sumut TA 2020

Pemerintah Kabupaten Deliserdang kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan atas…

2 hari ago

Kapolres dan Ketua Bhayangkari Humbahas Tinjau Pos PAM Ops Ketupat Toba 2021 di 3 Kecamatan

Kapolres AKBP Ronny Nicolas Sidabutar didampingi PJU Polres Humbahas dan Ketua Cabang Bhayangkari Cabang Humbahas…

2 hari ago