Categories: Metro 24 Jam

Gegara Galian Proyek Gas, Pipa Tirtadeli Pecah, Warga Terpaksa Pakai Air Galon

Proyek pipa gas bawah tanah di Lubukpakam dituding merugikan warga. Pasalnya, beberapa pipa air milik PDAM Tirtadeli pecah pada saat penggalian. Alhasil aliran air bersih ke rumah warga pun terhenti.

Fikri, salah seorang warga di Jalan Purwo, Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubukpakam mengeluhkan pengerjaan penggalian pipa gas yang sembrono dan dinilai tak memikirkan kepentingan warga.

Sebagai pelanggan PDAM Tirtadeli, akibat adanya pipa yang pecah, air pun tak sampai lagi ke rumahnya.

“Dari hari Rabu (2/9/2020) kemarin mati bang. Kata orang Tirtadeli, air mati karena ada pipa yang pecah akibat proyek penggalian pipa gas bawah tanah, terpaksa beli air galon lah bang,” keluhnya.

Alhasil, ia pun terpaksa merogoh kocek untuk kebutuhan air keluarganya.

“Ya jelas merugilah bang. Ratusan ribu sudah uang kami habis gara-gara ini. Kita kan sangat butuh air, mandi, minum dan lain-lain. Kami meminta kompensasi lah bang dari Tirtadeli,” katanya.

“Jangan cuma bisa menagih aja. Kalau ditagih kita bayar kontan, tapi giliran air mati begini, tak pernah ada kompensasi untuk pelanggan. Kalau soal pipa itu rusak karena galian pipa gas, itu kan urusan mereka (Tirtadeli) kita sebagai pelanggan kan tidak mau soal itu,” keluhnya.

“Untung tadi malam hujan, kami tampunglah. Ya, mandi pakai air hujanlah bang karena sampai sekarang air belum juga mengalir,” tandasnya.

Hal senada disampaikan keluhan pelanggan Tirtadeli lainnya, Siti. Wanita itu juga mengaku terpaksa menampung air hujan karena air sama sekali tidak mengalir ke rumahnya.

“Terpaksalah bang nampung air hujan, air dirumah saya juga mati dari empat hari yang lalu,” keluh Siti.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirtadeli Batara Imbrahdjaya Nasution saat dikonfirmasi Metro24jam.com mengarahkan agar menanyakan hal itu kepada Kepala Unit Tirtadeli Lubukpakam.

“Coba hubungi Ka Unit Pakam, sdr Topan di 0853****-6**1,” jawabya kepada Metro24jam.com

Kepala Unit PDAM Tirtadeli Lubukpakam Topan ketika dikonfirmasi meminta maaf atas putusnya aliran air tersebut.

“Sebelumnya mohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan PDAM dikarenakan beberapa hari ini kurang lancar disebabkan adanya kebocoran pipa distribusi,” katanya.

Ia menjelaskan, kebocoran pipa PDAM Tirtadeli akibat terimbas galian pipa gas.

“Kebocoran pipa distribusi karena galian gas tersebut belum ada itikad baik dari kontraktor untuk memperbaiki pipa PDAM. Kebocoran yang terjadi lebih dari 7 titik akan tetapi kami tetap akan melalukan pemeliharaan pipa secara mandiri dan bertahap,” katanya.

Topan menjelaskan, beberapa pipa milik PDAM Tirtadeli yang pecah dan rusak akibat terkena alat galian dari proyek pipa gas bawah tanah antara lain di Jalan Setia Budi dekat Jalan Sunda, Jalan Sudirman depan Kantor Kejari, Komplek Perumahan BTN, Jalan Agus Salim, Jalan Ahmad Dahlan dekat simpang Jalan Hasanuddin dan Jalan Tengku Raja Muda depan Mesjid Raya.

Topan mengakui bahwa penanggungjawab ataupun kontraktor proyek pipa gas bawah tanah sebelumnya sudah memberitahukan terkait penggalian itu ke PDAM Tirtadeli.

“Mereka ada memberitahukan ke PDAM bahwa akan ada galian gas, tapi hanya sebatas itu koordinasinya. Selanjutnya mereka tidak ada koordinasi agar dapat didampingi pihak PDAM,” tandas Topan.

Terpisah, Camat Lubukpakam Kurnia Boloni Sinaga mengatakan pihaknya juga menerima keluhan dari sejumlah warga terkait adanya kebocoran pipa PDAM Tirtadeli akibat galian proyek pipa gas bawah tanah tersebut.

“Ada juga beberapa warga ngadu ke saya soal pipa bocor ini akibat proyek pipa gas bawah tanah ini. Ya, seharusnya pihak pipa gas ini kan koordinasi dengan pihak terkait, karena di bawah tanah inikan ada pipa air, kabel listrik dan lain sebagainya,” sebut Kurnia Boloni Sinaga saat ditemui seusai Jum’at.

Sebagai ibukota Deliserdang, Camat Kurnia meminta pelaksana proyek pipa gas bawah tanah bersikap profesional dengan menjaga kebersihan dan kelestarian kota Lubukpakam.

“Kontraktornya terkesan membiarkan tanah yang menumpuk akibat galian pipa gas ini. Kami meminta pihak pengelola proyek pipa gas bawah tanah ini agar kerja secara profesional dan kembalikan seperti semula jalan jalan kota Lubukpakam yang sudah tertata rapi,” tegasnya.

Terkait pipa air bocor, ia juga meminta pengelola proyek pipa gas bawah tanah harus bertanggungjawab dengan memperbaikinya kembali.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPRD Deliserdang Bayu Sumantri Agung juga menyesalkan proyek penggalian pipa gas bawah tanah tersebut karena lubang-lubang galian dibiarkan menganga dan dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan warga. (fan)

Recent Posts

Buka di Malam Takbiran, THM ‘ANDA’ Digrebek Kapolres Siantar

Dalam rangka menciptakan situasi aman dan kondusif menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan…

1 jam ago

Hujan Deras, Sungai Batu Gaga Meluap, Puluhan Rumah di Parapat Terendam Banjir

Puluhan rumah terendam banjir akibat meluapnya Sungai Batu Gaga Bangun Dolok, Parapat. Satu di antaranya…

1 jam ago

Mengaku Sering Dapat ‘Bisikan Gaib’, Petani di Desa Ujung Labuhan Gantung Diri di Pohon Coklat

Sempat mengaku sering mendapat 'bisikan gaib', seorang petani di Dusun 1, Desa Ujung Labuhan, Kecamatan…

12 jam ago

Arus Mudik di Jalinsum Aek Natolu Lengang, 21 Pemudik Diputarbalik

Dua hari jelang Idul Fitri 1442 H , arus kendaraan di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya…

1 hari ago

Data PPKM Mikro: Deliserdang Masuk Zona Kuning Covid-19

Berdasarkan data PPKM Mikro di Kabupaten Deliserdang periode 3 Mei s/d 9 Mei 2021, di…

1 hari ago

Warga Tembaan Temukan Mayat Pria Mengambang di Sungai Bah Boluk

Sesosok mayat pria yang belum diketahui identitasnya ditemukan mengambang di aliran sungai Bah Boluk, Nagori…

1 hari ago