Categories: Metro 24 Jam

Lubang Dibiarkan Menganga, Anggota Dewan Kesalkan Pelaksana Proyek Pipa Gas Lubukpakam

Satu lubang bekas pengorekan pipa gas bawah tanah milik BUMN masih dibiarkan menganga di kawasan Komplek BTN, Jalan Kemuning Raya, Kelurahan Lubukpakam Pekan, Kecamatan Lubukpakam, Deliserdang.

Anggota Komisi III DPRD Deliserdang, Bayu Sumantri Agung, menyesalkan pihak kontraktor pelaksana yang seakan membiarkan lubang yang berada persis di depan kediamannya itu tetap menganga.

Selain membuat jalan menjadi sempit, lubang tersebut dikhawatirkan mengancam keselamatan anak-anak yang ada di komplek perumahan tersebut.

“Ini sangat mengancam keselamatan anak-anak di komplek BTN tempat saya tinggal. Coba lihat ini, lubang penanaman pipa gas ini dibiarkan begitu saja. Di komplek ini banyak anak-anak bermain, ada anak naik sepeda dan berlari-lari. Kalau mereka sampai masuk ke lobang ini, siapa yang tanggung jawab,” kesal Bayu saat ditemui di kediamannya, Rabu (2/9/2020).

Ketua Fraksi PAN DPRD Deliserdang itu itu pun meminta kontraktor pelaksana harus bekerja profesional dan sesuai dengan Juklak dan Juknis.

“Kita tidak menghalangi proyek nasional, tapi pekerjaan harus profesional, jangan asal asalan saja. Tanah yang sudah di galih di pinggir jalan, jangan dibiarkan begitu saja tanpa ada tanda peringatan. Bahkan tumpukan tanah sudah memakan badan jalan,” katanya.

Proyek galian pipa gas itu, sebut Bayu, sangat mengganggu warga karena akibat tanah yang menumpuk membuat jalan sulit dilintasi mobil. Selain itu, badan jalan akan berlumpur dan licin ketika hujan turun.

Ia berharap, penanggung jawab proyek pipa gas bawah tanah itu agar melihat langsung pekerjaan tersebut dan menutup kembali lubang yang sudah digali ketika pekerjaan selesai.

“Banyak juga warga yang mengeluh soal pembangunan proyek ini, karena terus dibiarkan setelah dikorek, kan mengganggu jalan. Kalau ini tidak ditindaklanjuti, kami akan panggil penanggung jawabnya ke Komisi III untuk dilakukan RDP,” tegasnya.

Ungkapan senada juga Sekertaris DPD AMPI Deliserdang Dharma Syahputra Purba.

“Galian pipa gas bawah tanah di seputaran kota Lubuk Pakam tanpa ada tanda tanda peringatan proyek. Ini kan bisa berbahaya bagi pengguna jalan,” sebut Dharma Syahputra.

“Jadi jorok lah, karena tanahnya dibiarkan lama, harusnya kan habis dikorek langsung ditanam, ini sampai berdebu dan kalau hujan jadi licin,” kesalnya. \

Pantauan Metro24jam.com, beberapa lokasi proyek galian pemasangan pipa gas bawah tanah di sekitar kota Lubukpakam terkesan amburadul. Sejumlah galian masih dibiarkan menganga sehingga mempersempit badan jalan.

Tanah yang digali di sepanjang jalan juga tidak diberi tanda ada pekerjaan proyek. Sedangkan beberapa lubang yang sudah ditutup, juga terkesan asal-asalan. (Fan)

Recent Posts

Bupati Toba Terbitkan Surat Edaran Larangan Pesta, Objek Wisata Ditutup

Bupati Toba Ir Poltak Sitorus melarang warganya terlibat dalam kerumunan khususnya yang akan melakukan kegiatan…

8 jam ago

Pemkab Simalungun Bantu Korban Longsor dan Banjir di Parapat

Pemerintah Simalungun melalui Dinas Sosial memberikan bantuan 75 paket bahan pangan pokok kepada korban longsor…

11 jam ago

Viral di Mesdos, Seorang Pelaku Pemerasan di Eks Terminal Sukadame Ditangkap, Temannya Buron

Aksi pemerasan di kawasan eks Terminal Sukadame Kota Pematang Siantar viral di media sosial (medsos).…

12 jam ago

Tinjau TPS, PLt Camat Lubukpakam: Kebersihan Harus Diawali dari Desa

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Lubukpakam Drs Syahdin Setia Budi Pane mengimbau seluruh warganya agar peduli…

12 jam ago

Kelilingi Objek Wisata Lurah Tigaraja Imbau Warga Taati Prokes

Kepala Kelurahan Tigaraja, Darmadonni Silalahi SH, mengelilingi lokasi objek wisata di seputar wilayah kerjanya, untuk…

13 jam ago

Gubuk Diduga Lokasi Judi Dadu di Durin Simbelang Dibakar Polisi

Menindaklanjuti keresahan masyarakat akan adanya lokasi judi dadu di Desa Durin Simbelang, personel Polsek Pancurbatu…

14 jam ago