Categories: Metro 24 Jam

Gulma Subur, Kebun Karet TM 2008-2010 PTPN III Bangun Juga Ditanam Sawit, Krisis Lahan?

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang tanaman komoditas perkebunan dan industri pengolahan kelapa sawit dan karet disinyalir mulai menghadapi keterbatasan lahan.

Hal itu berdasarkan pengamatan di perkebunan karet PTPN III Unit Bangun, Huta Rambung, Nagori Laras 2, Kecamatan Siantar, Simalungun.

Pada tanaman Tanaman Menghasilkan (TM) 2008-2010 di daerah ini, selain gulma yang terlihat tumbuh subur, tanaman karet juga tumpang tindih dengan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) kelapa sawit.

Padahal, agar pertumbuhan tanaman komoditas unggulan PTPN III itu berjalan baik, setidaknya diperlukan jarak tanam sekitar 4 x 5 meter.

KS Damanik, seorang pemerhati perkebunan saat ditemui di seputaran Afdileng 1, PTPN III Kebun Bangun, Selasa (1/9/2020) siang mengatakan, cara tanam seperti itu akan menjadi persoalan dalam hasil produksi nantinya.

“Karena jika terlalu rapat, akan mempengaruhi laju tumbuh karet tersebut. Berkebun karet sebenarnya tidak sulit, tapi membutuhkan perawatan yang serius dan butuh lahan luas untuk pendapatkan produksi yang tinggi,” katanya.

“Kalau tanaman tumpang tindih, belum lagi gulma tumbuh subur, hampir bisa dipastikan pohon karet di kebun PTPN III Unit Bangun ini bakal kurus dan produksinya juga turun,” katanya.

Kondisi itu, menurut dia, juga tak menutup kemungkinan akan membuat tanaman karet mati.

“Tanaman karet ini tidak boleh tumpang sari, lalu harus bersih dari gulma, selanjutnya dilakukan pemupukan. Tentunya hal utama dalam merawat perkebunan adalah bagaimana caranya menjaga pohon tetap sehat dan bebas dari penyakit,” katanya lagi.

Ia menjelaskan, pada umumnya perawatan tanaman karet dilakukan setiap tahunnya, mulai dari penanaman, perawatan, hingga pemanenan atau menyadap karet.

Selanjutnya saat penanaman ada juga teknik menanam bibit karet yaitu pada mata tunas bibit karet tersebut dihadapkan ke arah barat.

Hal ini ditujukan supaya bibit karet tumbuh tegak karena dari barat berlawanan ke timur mengikuti sinar matahari, dan hasil sesudah tumbuh pun akan rapi.

“Jadi di sela-sela awal bibit pohon karet ditanam dapat ditanami berbagai umbi-umbian, singkong, sampai padi. Memang bisa dilakukan penyiangan yang kompleks, baik pada tanaman dan pohon karet tersebut,” jelasnya.

“Namun ada batasnya, hanya dalam kurun waktu 2-3 tahun. Bukan seperti tanaman-tanaman kelapa sawit ini bisa tumbuh di sela-sela pohon karet,” imbuhnya lagi.

Ia menyayangkan, dengan kondisi seperti itu, dana yang digelontorkan untuk perawatan, bahkan diduga mencapai miliaran rupiah akan berakhir sia-sia.

“Perlu perawatan rutin 2 minggu sekali untuk mematikan tunas-tunas palsu agar pohon tidak bercabang-cabang. Setelah berumur 5-6 tahun, pohon karet siap dipanen atau disadap,” urainya.

“Tetapi, kalau tanaman karet sudah menghasilkan tumpang sari dengan sawit, ditambah lagi gulma tumbuh subur, selain mengakibatkan tanaman mengalami gugur daun berulang dalam periode panjang, juga dipastikan akan menurunkan produksi,” tandasnya.

Kondisi itu menurut Damanik, menyiratkan bahwa PTPN III, seakan menghadapi krisis lahan. Padahal, tanaman yang ada pun, melihat kondisi di lapangan, sebenarnya tidak mendapat perawatan yang layak.

Belum lagi, lokasi perkebunan di sekitar Kampung Jeruk juga dimanfaatkan sejumlah oknum sebagai lokasi arena judi sabung ayam setiap akhir pekan Sabtu dan Minggu.

Ia pun meminta, manajemen PTPN III agar lebih intensif memperhatikan perawatan dan pengawasan sehingga tidak menimbulkan kerugian besar bagi negara nantinya.

Terkait hal itu, Metro24jam.com coba mengonfirmasi Manajer PTPN III Unit Kebun Bangun Eko Siswanto melalui Asisten Kepala (Askep) Belly.

Namun, hingga Selasa (1/9/2020) malam, belum mendapat jawaban, walau pesan yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp terlihat sudah dibaca.

Hal yang sama dengan Kepala Bagian (Kabag) Tanaman PTPN III Budi Susilo. (age)

Recent Posts

Hendak Jual 1,1 Kg Sabu, 2 Pria Asal Aceh Utara Ini Diringkus Polisi di Depan Rumah

Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Utara, meringkus dua pria pengedar sabu-sabu, Minggu (09/05/2021) dinihari kemarin.…

1 hari ago

Lapas Siborong-borong Ikuti Apel Pagi Serentak Kemenkumham

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Siborong borong, mengikuti apel pagi secara serentak di Kementrian Hukum…

2 hari ago

Ustadz Tengku Zulkarnain Tutup Usia di RS Tabarani Pekanbaru

Da'i sekaligus mantan Wasekjen Majelis Ulama Indonesia, Ustadx Tengku Zulkarnain, meninggal dunia, Senin (10/5/2021). Hal…

2 hari ago

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Nyangkut di Bawah Jembatan Desa Kelambir Pantai Labu

Sesosok mayat pria ditemukan tersangkut di bawah jembatan hulu Sungai Serdang, Dusun I, Desa Kelambir,…

2 hari ago

Pemkab Deliserdang Kembali Raih Opini WTP dari BPK Sumut TA 2020

Pemerintah Kabupaten Deliserdang kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan atas…

2 hari ago

Kapolres dan Ketua Bhayangkari Humbahas Tinjau Pos PAM Ops Ketupat Toba 2021 di 3 Kecamatan

Kapolres AKBP Ronny Nicolas Sidabutar didampingi PJU Polres Humbahas dan Ketua Cabang Bhayangkari Cabang Humbahas…

2 hari ago