Categories: Metro 24 Jam

Kirim Surat Berdalih Temuan Dugaan Penyelewengan Dana BOS, Oknum NGO di Simalungun Intimidasi Kepsek

Dana Desa, Anggaran Dana Desa, maupun bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Paket DAK dari Dinas Pendidikan yang ditujukan ke desa maupun sekolah-sekolah di Kabupaten Simalungun seakan menggelinding menjadi bola panas.

Pasalnya, dalam pelaksanaan yang dilakukan secara swakelola oleh para pangulu maupun kepala sekolah, penggunaan dana tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi.

Tak ayal, saat ini banyak laporan dugaan kejanggalan atas pekerjaan yang dikelola oleh para pangulu maupun kepala sekolah menjadi pembicaraan di tengah masyarakat.

Seiring dengan itu, banyak pula pihak-pihak yang coba ikut ambil bagian mencari keuntungan dengan dalih melakukan monitoring atau pengawasan.

Salah satunya dilakukan oleh satu kelompok Organisasi Non Pemerintah atau Non Governmnet Organization (NGO) di Simalungun.

Informasi yang dihimpun Metro24jam.com, saat ini sejumlah pangulu (kepala desa) maupun Kepala Sekolah di Kabupaten Simalungun, diresahkan dengan beredarnya surat bernada intimidasi dari salah satu organisasi NGO tersebut.

Para pangulu dan Kepsek disebut mendapat sepucuk surat dari oknum kelompok organisasi dimaksud dengan dalih melakukan pemantauan alokasi anggaran serta bantuan.

Namun, dalam pelaksanaannya, oknum-oknum ini bahkan terkesan mengintimidasi para kepala sekolah serta pangulu.

Para Kepsek maupun pangulu diancam dilaporkan kepada aparat hukum terkait temuan oknum dari NGO tersebut dalam realisasi bantuan dana BOS dan bantuan pembangunan sekolah.

Salah seorang kepala sekolah yang resah, ketika dihubungi Metro24jam.com melalui telepon selulernya membenarkan pihaknya belum lama ini menerima selembar surat dari oknum yang mengaku dari salah satu kelompok NGO.

Sang Kepsek menjelaskan isi surat yang diterima pada 27 Agustus 2020 lalu dan ditandatangani oknum ketua serta tim investigasi NGO tersebut.

“Meminta kepada Yth Kepala Sekolah, agar segera memberikan klarifikasi maupun penjelasan terkait masalah ini sesegera mungkin secara profesional sebelum hal ini kita tindaklanjuti ke aparat hukum.

Demikian surat ini kami sampaikan atas perhatian dan kerjasama yang baik sebelumnya kami ucapkan terimakasih.”

Sang kepsek menyesalkan aksi oknum yang dinilai sangat tidak profesional.

“Mereka dalam isi surat mau lanjuti ke aparat hukum. Kemudian saya agar segera memberikan klarifikasi maupun penjelasan. Maksudnya, klarifikasi dan penjelasan apa?” Sebut sang Kepsek kepada Metro24jam.com, Senin (31/8/2020) siang.

“Saya heran, sebab tidak ada yang perlu diklarifikasi dan dijelaskan. Kemudian dalam surat itu tidak ada dijelaskan permasalahan apa yang harus saya klarifikasi dan jelaskan,” imbuhnya.

“Terus, kalau pun saya klarifikasi dan jelaskan, ke mana saya kirimkan jawaban surat klarifikasi dan penjelasan saya? Sebab alamat kantor oknum NGO itu tidak ada tertera di surat yang diterima petugas piket sekolah. Yang ada tertulis nomor telepon seluler oknum NGO itu,” keluhnya.

“Sepengetahuan saya, NGO merupakan suatu organisasi atau kelompok, beraktifitas baik di luar struktur politik. Kalau biasanya sering kita sebut Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM),” lanjut oknum Kepsek tersebut.

Sang Kepsek mengatakan, saat itu oknum NGO dimaksud memang belum sampai meminta sejumlah uang.

“Setahu saya, NGO atau populernya LSM itu selalu mengedepankan etika dalam bekerja. Kalau pun ada pelanggaran, tidak seperti itu caranya, terkesan mengintimidasi atau meresahkan,” kesalnya lagi.

Penelusuran Metro24jam.com, aksi serupa bukan pertama kali dilakukan oknum-oknum tersebut kepada beberapa kepala sekolah.

Modus yang dilakukan tetap dengan melayangkan surat meminta klarifikasi terkait hasil investigasi mereka tentang dugaan penyelewengan terkait penggunaan dana BOS.

Setelah melayangkan surat, oknum dimaksud kemudian datang dan meminta sejumlah imbalan ke setiap Kepsek, agar temuan tersebut tidak dilanjutkan ke ranah hukum.

Sejumlah Kepsek yang diduga terlibat tindak penyelewengan penggunaan dana BOS akhirnya memberikan uang yang diminta dengan jumlah bervariasi tergantung pada kesepakatan.

“Pernah juga seorang Kepsek yang juga mendapat paket DAK, mengaku didatangi oknum ini, tapi melawan dia (Kepsek-red) dan tidak mau memberikan apapun pada mereka. Karena dia sudah tau mereka hanya menggertak saja dan tidak ada hak mereka nyongkel hasil bangunan,” sebut sumber kepada Metro24jam.com

Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo SIK, ketika dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Polres Simalungun AKP Lukman Hakim Sembiring, menyarankan Kepala Sekolah agar segera melapor ke polisi jika ada oknum yang melakukan hal-hal yang melawan hukum.

Lukman menjelaskan, bahwa intimidasi seperti itu sudah merupakan tindak pidana.

“Yang penting ada saksi, laporkan saja identitasnya. Pasti akan kita proses siapa pun yang melanggar hukum dan meresahkan,” sebut Lukman Hakim Sembiring via aplikasi WhatsApp, Senin (31/8/2020) malam.

Terpisah, Direktur Eksekutif Komid Tipikor Komite Independen Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Rendy Tampubolon, mengaku sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut.

Meski begitu, dia meminta para kepala sekolah yang merasa terintimidasi tetap bersikap tenang.

“Siapa pun yang bertamu ke sekolah, sebaiknya tetap diterima. Kalau dia mengaku ada temuan, arahkan langsung ke instansi terkait dan penegak hukum. Konfirmasi ke dinas supaya lebih jelas,” katanya kepada metro24jam.com. (age)

Recent Posts

Hendak Jual 1,1 Kg Sabu, 2 Pria Asal Aceh Utara Ini Diringkus Polisi di Depan Rumah

Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Utara, meringkus dua pria pengedar sabu-sabu, Minggu (09/05/2021) dinihari kemarin.…

1 hari ago

Lapas Siborong-borong Ikuti Apel Pagi Serentak Kemenkumham

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Siborong borong, mengikuti apel pagi secara serentak di Kementrian Hukum…

2 hari ago

Ustadz Tengku Zulkarnain Tutup Usia di RS Tabarani Pekanbaru

Da'i sekaligus mantan Wasekjen Majelis Ulama Indonesia, Ustadx Tengku Zulkarnain, meninggal dunia, Senin (10/5/2021). Hal…

2 hari ago

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Nyangkut di Bawah Jembatan Desa Kelambir Pantai Labu

Sesosok mayat pria ditemukan tersangkut di bawah jembatan hulu Sungai Serdang, Dusun I, Desa Kelambir,…

2 hari ago

Pemkab Deliserdang Kembali Raih Opini WTP dari BPK Sumut TA 2020

Pemerintah Kabupaten Deliserdang kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan atas…

2 hari ago

Kapolres dan Ketua Bhayangkari Humbahas Tinjau Pos PAM Ops Ketupat Toba 2021 di 3 Kecamatan

Kapolres AKBP Ronny Nicolas Sidabutar didampingi PJU Polres Humbahas dan Ketua Cabang Bhayangkari Cabang Humbahas…

2 hari ago