Categories: Metro 24 Jam

Grebek Pasangan Remaja Diduga Mesum di Pemandian Karang Anyer, Pria Ini Dipolisikan

Leo (30), warga Jalan Kuncara, Huta VIII, Nagori Karang Anyer, Kecamatan Gunung Maligas, Simalungun ditangkap personel Polsek Bangun Polres Simalungun, sejak Rabu (26/8/2020).

Informasi yang dihimpun Metro24jam.com, penangkapan ayah 2 anak itu setelah ia dilaporkan dalam kasus pengancaman sebagai dimaksud dalam pasal 368 ayat (1) atau pasal 335 ayat (1) KUHPidana.

Peristiwa itu terjadi setelah ia menggerebek sepasang muda-mudi yang diduga berbuat mesuk di salah satu bilik sewa milik NG, di lokasi objek wisata pemandian air sejuk, Nagori Karang Anyer, Gunung Maligas, Senin (24/8/2020).

Menurut beberapa sumber yang ditemui di objek wisata Karang Anyer, Jum’at (28/8/2020) sore, kejadian bermula ketika Leo melihat sepasang remaja, yang kemudian diketahui berinisial DD (20) dan LA (17)–warga Jalan Melanthon Siregar, Kota Pematang Siantar–masuk ke sebuah bilik sewa milik NG, Senin (24/8/2020) sekira pukul 18.00 Wib.

Setelah melihat pasangan mesum tersebut masuk ke dalam kamar ukuran 2 x 3 meter itu, Leo kemudian melakukan penggrebekan seorang diri.

“Jadi, waktu digrebek si Leo, pasangan itu tersebut sudah tak mengenakan pakaian lengkap,” sebut warga.

Ketakutan digrebek, DD mencoba menyuap Leo dengan menyodorkan selembar uang kertas pecahan Rp100.000 sembari berjanji akan mentraktir minum tuak asal perbuatan mesum tidak sampai diberitahukan kepada orang lain.

Setelah DD menyerahkan uang Rp100.000 tersebut, Leo pun pergi meninggalkan pasangan tersebut lalu menunggu di warung tuak yang telah disepakati.

Namun, saat berada di parkiran dalam perjalanan pulang, DD menceritakan kejadian yang dialaminya kepada petugas parkir, dan mengaku telah diancam dan diperas Leo yang merupakan anggota OKP di kawasan tersebut.

Mendapat keterangan DD, warga kemudian melakukan pencarian terhadap Leo dan kemudian menemukannya di salah satu tempat. Setelah dipertemukan terjadi perdebatan antara terlapor dengan pelapor di hadapan warga yang sudah berkerumun.

“Pasangan yang diduga bukan suami-istri itu, sedang berada di kamar katanya sudah tidak mengenakan pakaian lengkap. Lagian, ngapain mereka lagi berdua-duaan dalam kamar?” Sebut warga.

“Di dalam kamar itu ada tilam dan bantal. Di jam segitu sudah mau gelap, apa lagi kalau nggak mau mesum? Kalau ruang ganti bukan di situ tempatnya dan bepasangan lagi,” sambung warga tersebut sembari tertawa.

“Jadi, semalam (Rabu, 26/8/2020), anggota Polsek Bangun menangkap dan menahan si Leo. Kasihan juga, orang lain yang mesum dia yang ditangkap,” ungkapnya.

Polisi disebut melakukan penangkapan setelah menerima pengaduan bahwa Leo melakukan pemerasan dan pengancaman.

“Maunya dugaan mesum itu dilaporkan juga, karena si perempuan itu masih di bawah umur,” timpal warga lainya di sekitar penggerebekan.

Warga sekitar objek wisata pemandian Karang Anyer mengaku mereka sudah cukup lama resah, lantaran lokasi tersebut telah mendapat stigma atau cap sebagai tempat esek-esek.

Stigma tersebut kemudian diperkuat menyusul menjamurnya usaha ‘Rumkit’ alias rumah kitik-kitik (kecil-red), di kawasan objek wisata ini, sehingga terkesan menjadi tempat prostitusi terselubung.

“Padahal baru-baru ini, Pangulu Karang Anyer Safi’i baru saja melantik pengurus Desa Wisata. Kami menuntut lah, pemerintah, dari tingkat dusun, desa, kecamatan dan Sat Pol-PP, Polsek maupun Polres Simalungun untuk menertibkan bilik-bilik atau gubuk-gubuk liar, terutama penginapan yang diduga sering menjadi tempat mesum,” kesalnya.

Terpisah, Camat Gunung Maligas Jurist Lushaben Saragih SSTP, ketika dikonfirmasi melalui Pangulu Karang Anyer Safi’i tidak menampik jika di lokasi objek wisata pemandian air sejuk desanya kini menjamur bilik-bilik yang diduga seringkali disalahgunakan menjadi tempat mesum.

“Karena aktivitas bilik-bilik dan gubuk-gubuk sudah ada sejak lama. Sekarang sudah berkurang lah sekitar lima puluh persen. Kita sudah melakukan imbauan bahkan sudah pernah melakukan pengrebekan,” kata Pangulu Safi’i saat dihubungi lewat nomor selulernya, Jum’at (28/8/2020) malam.

Menurut Safi’i, pihaknya  sudah pernah mendatangi lokasi, bahkan beberapa kali bersama warga pernah melakukan penggrebekan, meski belum sampai memberikan tindakan tegas.

“Terkait keluhan warga, kita hanya sebatas mengimbau dan surat pernyataan. Tapi gimanalah, tetap saja ada yang membandel,” jelasnya.

“Kalau masalah itu (soal penangkapan Leo-red), saya tidak begitu mengetahui, soalnya malam itu saya di luar. Jadi ke Polsek aja tanyakan,” imbuhnya.

Terpisah, Kapolsek Bangun AKP Lambok Stepanus Gultom, saat dikonfirmasi, hingga saat ini belum memberikan jawaban. (age)

Recent Posts

Hendak Jual 1,1 Kg Sabu, 2 Pria Asal Aceh Utara Ini Diringkus Polisi di Depan Rumah

Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Utara, meringkus dua pria pengedar sabu-sabu, Minggu (09/05/2021) dinihari kemarin.…

1 hari ago

Lapas Siborong-borong Ikuti Apel Pagi Serentak Kemenkumham

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Siborong borong, mengikuti apel pagi secara serentak di Kementrian Hukum…

2 hari ago

Ustadz Tengku Zulkarnain Tutup Usia di RS Tabarani Pekanbaru

Da'i sekaligus mantan Wasekjen Majelis Ulama Indonesia, Ustadx Tengku Zulkarnain, meninggal dunia, Senin (10/5/2021). Hal…

2 hari ago

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Nyangkut di Bawah Jembatan Desa Kelambir Pantai Labu

Sesosok mayat pria ditemukan tersangkut di bawah jembatan hulu Sungai Serdang, Dusun I, Desa Kelambir,…

2 hari ago

Pemkab Deliserdang Kembali Raih Opini WTP dari BPK Sumut TA 2020

Pemerintah Kabupaten Deliserdang kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan atas…

2 hari ago

Kapolres dan Ketua Bhayangkari Humbahas Tinjau Pos PAM Ops Ketupat Toba 2021 di 3 Kecamatan

Kapolres AKBP Ronny Nicolas Sidabutar didampingi PJU Polres Humbahas dan Ketua Cabang Bhayangkari Cabang Humbahas…

2 hari ago