Sabtu, 26 September 2020 | 05.55 WIB
Value Impression Banner
Metro24Jam>News>Grebek Pasangan Remaja Diduga Mesum di Pemandian Karang Anyer, Pria Ini Dipolisikan

Grebek Pasangan Remaja Diduga Mesum di Pemandian Karang Anyer, Pria Ini Dipolisikan

Sabtu, 29 Agustus 2020 - 09:30 WIB

IMG-98732

Lokasi penggrebekan. Insert: Leo diamankan di Mapolsek Bangun. (ist/metro24jam.com)

Sky Scrapper Value Impression

SIMALUNGUN, metro24jam.com – Leo (30), warga Jalan Kuncara, Huta VIII, Nagori Karang Anyer, Kecamatan Gunung Maligas, Simalungun ditangkap personel Polsek Bangun Polres Simalungun, sejak Rabu (26/8/2020).

Informasi yang dihimpun Metro24jam.com, penangkapan ayah 2 anak itu setelah ia dilaporkan dalam kasus pengancaman sebagai dimaksud dalam pasal 368 ayat (1) atau pasal 335 ayat (1) KUHPidana.

Peristiwa itu terjadi setelah ia menggerebek sepasang muda-mudi yang diduga berbuat mesuk di salah satu bilik sewa milik NG, di lokasi objek wisata pemandian air sejuk, Nagori Karang Anyer, Gunung Maligas, Senin (24/8/2020).

Menurut beberapa sumber yang ditemui di objek wisata Karang Anyer, Jum’at (28/8/2020) sore, kejadian bermula ketika Leo melihat sepasang remaja, yang kemudian diketahui berinisial DD (20) dan LA (17)–warga Jalan Melanthon Siregar, Kota Pematang Siantar–masuk ke sebuah bilik sewa milik NG, Senin (24/8/2020) sekira pukul 18.00 Wib.

Setelah melihat pasangan mesum tersebut masuk ke dalam kamar ukuran 2 x 3 meter itu, Leo kemudian melakukan penggrebekan seorang diri.

“Jadi, waktu digrebek si Leo, pasangan itu tersebut sudah tak mengenakan pakaian lengkap,” sebut warga.

Ketakutan digrebek, DD mencoba menyuap Leo dengan menyodorkan selembar uang kertas pecahan Rp100.000 sembari berjanji akan mentraktir minum tuak asal perbuatan mesum tidak sampai diberitahukan kepada orang lain.

Setelah DD menyerahkan uang Rp100.000 tersebut, Leo pun pergi meninggalkan pasangan tersebut lalu menunggu di warung tuak yang telah disepakati.

Namun, saat berada di parkiran dalam perjalanan pulang, DD menceritakan kejadian yang dialaminya kepada petugas parkir, dan mengaku telah diancam dan diperas Leo yang merupakan anggota OKP di kawasan tersebut.

Mendapat keterangan DD, warga kemudian melakukan pencarian terhadap Leo dan kemudian menemukannya di salah satu tempat. Setelah dipertemukan terjadi perdebatan antara terlapor dengan pelapor di hadapan warga yang sudah berkerumun.

“Pasangan yang diduga bukan suami-istri itu, sedang berada di kamar katanya sudah tidak mengenakan pakaian lengkap. Lagian, ngapain mereka lagi berdua-duaan dalam kamar?” Sebut warga.

“Di dalam kamar itu ada tilam dan bantal. Di jam segitu sudah mau gelap, apa lagi kalau nggak mau mesum? Kalau ruang ganti bukan di situ tempatnya dan bepasangan lagi,” sambung warga tersebut sembari tertawa.

“Jadi, semalam (Rabu, 26/8/2020), anggota Polsek Bangun menangkap dan menahan si Leo. Kasihan juga, orang lain yang mesum dia yang ditangkap,” ungkapnya.

Polisi disebut melakukan penangkapan setelah menerima pengaduan bahwa Leo melakukan pemerasan dan pengancaman.

“Maunya dugaan mesum itu dilaporkan juga, karena si perempuan itu masih di bawah umur,” timpal warga lainya di sekitar penggerebekan.

Warga sekitar objek wisata pemandian Karang Anyer mengaku mereka sudah cukup lama resah, lantaran lokasi tersebut telah mendapat stigma atau cap sebagai tempat esek-esek.

Stigma tersebut kemudian diperkuat menyusul menjamurnya usaha ‘Rumkit’ alias rumah kitik-kitik (kecil-red), di kawasan objek wisata ini, sehingga terkesan menjadi tempat prostitusi terselubung.

“Padahal baru-baru ini, Pangulu Karang Anyer Safi’i baru saja melantik pengurus Desa Wisata. Kami menuntut lah, pemerintah, dari tingkat dusun, desa, kecamatan dan Sat Pol-PP, Polsek maupun Polres Simalungun untuk menertibkan bilik-bilik atau gubuk-gubuk liar, terutama penginapan yang diduga sering menjadi tempat mesum,” kesalnya.

Terpisah, Camat Gunung Maligas Jurist Lushaben Saragih SSTP, ketika dikonfirmasi melalui Pangulu Karang Anyer Safi’i tidak menampik jika di lokasi objek wisata pemandian air sejuk desanya kini menjamur bilik-bilik yang diduga seringkali disalahgunakan menjadi tempat mesum.

“Karena aktivitas bilik-bilik dan gubuk-gubuk sudah ada sejak lama. Sekarang sudah berkurang lah sekitar lima puluh persen. Kita sudah melakukan imbauan bahkan sudah pernah melakukan pengrebekan,” kata Pangulu Safi’i saat dihubungi lewat nomor selulernya, Jum’at (28/8/2020) malam.

Menurut Safi’i, pihaknya¬† sudah pernah mendatangi lokasi, bahkan beberapa kali bersama warga pernah melakukan penggrebekan, meski belum sampai memberikan tindakan tegas.

“Terkait keluhan warga, kita hanya sebatas mengimbau dan surat pernyataan. Tapi gimanalah, tetap saja ada yang membandel,” jelasnya.

“Kalau masalah itu (soal penangkapan Leo-red), saya tidak begitu mengetahui, soalnya malam itu saya di luar. Jadi ke Polsek aja tanyakan,” imbuhnya.

Terpisah, Kapolsek Bangun AKP Lambok Stepanus Gultom, saat dikonfirmasi, hingga saat ini belum memberikan jawaban. (age)

KOMENTAR ANDA
MGID Smart Widget
Berita Lainnya
4 Ruko di Mongonsidi Ludes Dilahap Api, Diduga Gara-gara Korsleting
BREAKING NEWS

4 Ruko di Mongonsidi Ludes Dilahap Api, Diduga Gara-gara Korsleting

Empat unit ruko di Jalan Mongonsidi, Kelurahan Polonia, Medan Polonia, ludes terbakar, Jumat (25/9/2020) jam 23.30 Wib. Tidak ada korban ...
Naik Motor Lampu Tak Nyala, 2 Remaja Kampung Banjar Tabrakan, Warga Jalan Nagur Sekarat!

Naik Motor Lampu Tak Nyala, 2 Remaja Kampung Banjar Tabrakan, Warga Jalan Nagur Sekarat!

Seorang pria terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami kecelakaan di Jalan Pendidikan, Simpang Gang Semangka, Kelurahan Sukadame, Siantar Utara, ...
Ibu-ibu Perwiritan Sakinah Kecamatan Siantar Dukung Paslon H4RUS

Ibu-ibu Perwiritan Sakinah Kecamatan Siantar Dukung Paslon H4RUS

Dr H Anton Achmad Saragih menghadiri undangan Perwiridan Sakihan dari ibu-ibu di Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Jum'at (25/9/2020). Kunjungan Calon ...
Tak Sampai 6 Jam, Polisi Tangkap Perampok dan Pembunuh Sekretaris Peternakan Ayam di Binjai

Tak Sampai 6 Jam, Polisi Tangkap Perampok dan Pembunuh Sekretaris Peternakan Ayam di Binjai

Personel Polres Binjai berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang menewaskan seorang wanita Rani Anggraini, warga Tanjung Merahe, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat ...
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Kiri Desa Bagan Dalam, Keluarga Siapa?

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Kiri Desa Bagan Dalam, Keluarga Siapa?

Sesosok mayat laki-laki ditemukan nelayan mengambang di aliran Sungai Kiri, Dusun X, Desa Bagan Dalam, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, ...
Baru Beli Sabu, 2 Pecandu Dicegat Personel Polsek Medan Baru di Cinta Damai Helvetia

Baru Beli Sabu, 2 Pecandu Dicegat Personel Polsek Medan Baru di Cinta Damai Helvetia

Personel Unit Reskrim Polsek Medan Baru menangkap 2 pecandu sabu-sabu di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Cinta Damai Kecamatan Medan Helvetia, ...
Value Impression
VI Outstream
Value Impression Video
Awie
MGID

Loading…